Sore Tadi, Sebagian Warga Timika Kena Prank!
Nampak tim yang terlibat dalam evakuasi korban pada pelatihan simulasi penanggulangan kecelakaan pesawat di Bandara
MIMIKA, BM
Asap asap hitam di seputaran areal bandara Mozes Kilangan akibat kecelakaan pesawat Kamis sore (07/03/2024) sempat membuat gempar sebagian warga Timika.
Sebagin warga Timika yang melihatnya berpikir bahwa telah terjadi kebakaran besar di areal Kwamki Narama dan sekitarnya.
Bahkan ada sebagian warga Timika yang langsung mendatangi tempat kejadian guna memastikan dimana tepatnya kebakaran tersebut terjadi.
Namun kepulan asap hitam itu ternyata berasal dari ban-ban bekas yang dijadikan sebagai pesawat kemudian dibakar pada saat pelatihan simulasi penanggulangan kecelakaan di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Dalam pelatihan simulasi yang diinisiasi oleh AVCO Bandara Mozes Kilangan ini melibatkan beberapa stakeholder terkait,serta ada 60 orang berperan sebagai korban.
Dari 60 orang tersebut, 10 orang meninggal, 15 kritis, 25 luka-luka dan sisanya selamat.
Seusai pelatihan simulasi, Ketua panitia selaku Manajer Bandara AVCO, ,Subagio Hadidjan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang sudah berjalan sesuai dengan harapan.
"Pelatihan simulasi yang dilaksanakan ini dalam rangka penanggulangan gawat darurat (PGD) ke-16,"katanya saat memberikan sambutan seusai pelatihan simulasi.
Kata Subagio, pelatihan ini pada dasarnya untuk menguji koordinasi,komunikasi dan kesiap siagaan antara semua tim.
"Ini terkait bagaimana penempatan waktu dan bagaimana cara penanganan pasien sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih parah lagi.Kemudian bagaimana kesiapan dari TNI-Polri untuk memberikan keamanan diarea kecelakaan," jelasnya.
Lanjutnya, selain itu juga untuk menguji peralatan yang dipakai apakah sudah mumpuni atau perlu peningkatan.
"Tentunya dari pelatihan ini kita akan evaluasi SOP yang sudah kita buat, apakah perlu diperbaiki ataukah tetap," ujar Subagio.
Ucapan yang sama juga disampaikan dari pihak perwakilan Air Nav bahwa secara garis besar pelatihan simulasi berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan.
"Bagi kami ini pelatihan yang boleh dikatakan menjadi tolak ukur kami untuk melayani pelayanan di Timika. Secara garis besar Kami merasa nyaman untuk melaksanakan tugas di sini karena stakeholder yang ada disini dalam keadaan selalu siap siaga,"ungkap salah satu perwakilan dari Air Nav.
Dalam kesempatan tersebut menurut dr Ais selaku perwakilan dari tenaga medis bahwa simulasi yang sudah digelar atau dilaksanakan merupakan simulasi yang terbesar jika dibandingkan simulasi-simulasi sebelumnya.
"Ini adalah simulasi terbesar yang pertama diinisiasi oleh AVCO dengan jumlah korban kurang lebih 60 orang,"ujarnya.
Menurutnya pelatihan simulasi ini sudah berjalan dengan baik, dimana kesiapan dan koordinasi dari semua pihak yang terlibat dalam pelatihan sudah berjalan dengan baik.
"Saya harap kedepannya adakan kegiatan lagi dengan mengundang lebih banyak instansi," kata dr Ais.
Sementara itu, Iwan, seorang warga Timika yang beralamat di Jalan Pendidikan mengatakan kepada BM bahwa ia dan warga disekitarnya berpikr bahwa kebakaran besar sedang terjadi.
"Karena asapnya tebal sehingga kami semua kaget dan berpikir ini pasti karena kebakaran. Banyak yang keluar rumah tuk lihat kejadiannya. Orang yang lagi di jalan pasti juga lihat," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa setelah mengetahui kebakaran itu hanya sebuah simulasi, seharusnya tidak dilakukan di saat proses pleno KPU di Eme Neme sedang dilakukan.
"Ada warga yang bicara itu! Mereka pikir jangan sampai masalah caleg sehingga kebakaran terhadi apalagi sampai sekarang pleno di Eme Neme belum selesai-selesai," ujarnya.
"Tidak tahu apa itu simulasi atau apa namanya tapi seharusnya jangan dibuat di momen seperti ini. Semua tahu itu kebakaran tapi penyebanya itu bisa beragam dan buat khawatir. Jadi anggap saja kita semua kena prank sore-sore," ungkapnya. (Ignasius Istanto)



