Nasional

70 Persen Lulusan IPN Telah Menjadi Karyawan PT Freeport Indonesia, Privatisasi dan Kontraktor



Claus Wamafma, Executive Vice President Community Development yang juga sebagai Ketua Yayasan Nemangkawi menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada siswa Apprentice lulusan terbaik

MIMIKA, BM

Salah satu program PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) yakni Apprentice.

Program Apprentice adalah Program Pemagangan di lPN yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan, yang mencakup posisi kejuruan dan operator di lingkungan kerja PTFl dan perusahaan kontraktor.

Namun tidak ada jaminan bahwa mereka akan secara otomatis diterima bekerja dan juga tidak ada kewajiban untuk mereka harus bekerja di PTFI.
 
Program Apprentice atau Pemagangan adalah program tiga tahun dimana tiga hingga empat bulan merupakan pelatihan di luar tempat kerja setiap tahun dan kira-kira delapan bulan dalam bentuk pelatihan di tempat kerja.

lPN melaksanakan dan memonitor kedua metode pengembangan ini, sementara setiap siswa mengikuti modul-modul Program Pemagangan. Program Pemagangan IPN mematuhi peraturan Departemen Pertambangan dan Departemen Tenaga Kerja lndonesia.
 
Pada Jumat (4/6), IPN melaksanakan penamatan dan penyerahan sertifikat kelulusan Program Apprentice angkatan ke-2 tahun 2021 oleh Soleman Faluk selaku pimpinan IPN bersama dengan perwakilan dari manajemen PTFI kepada para lulusan program Apprentice di ruang Serbaguna IPN, LIP - Kuala Kencana.
 
Terkait dengan IPN, Soleman mengatakan bahwa institut tersebut telah hadir sejak 2003 dan telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 40.000 putra-putri untuk melaksanakan magang dalam Program Apprentice.

Hingga saat ini, sekitar 70 persen lebih lulusannya telah menjadi karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor. Selebihnya ada yang berkarir sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), wirausaha dan di perusahaan lain. Persentase tersebut, menurut Soleman Faluk menunjukkan keberhasilan program Apprentice yang dilaksanakan oleh PT Freeport Indonesia.
 
“Program Apprentice Angkatan ke-2 ini telah menerapkan komitmen komposisi 80 persen untuk dua suku (Suku Amungme dan Suku Kamoro) dan 20 persen untuk lima suku kekerabatan dan Papua lainnya," ujarnya.

Menurutnya, Ini merupakan suatu langkah positif dan komitmen nyata PTFI melalui IPN dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Papua dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari dua suku pemegang ulayat dan lima suku kekerabatan, serta Papua lainnya untuk dapat bersaing dan sukses di dunia kerja.

"Selama program siswa tidak dikenakan biaya apapun. PTFI melalui IPN menyediakan semua kebutuhan belajar siswa seperti uang saku, biaya transport, layanan kesehatan, perlindungan keselamatan serta fasilitas pendukung belajar lainnya.” ujar Soleman Faluk.
 
Pada acara penyerahan sertifikat, Soleman menyampaikan kepada para peserta Apprentice yang menerima tanda kelulusan, agar para lulusan tetap menjaga nama baik dan menjalin hubungan atau komunikasi.

"Harapan dari IPN adalah jika kelak para lulusan ini telah menjadi bagian dari perusahaan, wirausaha atau pegawai pemerintahan sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), agar tetap menjaga nama baik Institut Pertambangan Nemangkawi” Katanya.


Nathan Kum, Vice President Community Affairs mewakili manajemen PTFI menyerahkan sertifikat tanda kelulusan kepada siswa Apprentice

Hal tersebut perlu dilakukan, untuk keberlanjutan serta keberhasilan dari program Apprentice kedepannya. Para lulusan IPN juga diharapkan agar dapat bekerja keras, berkembang, berkarya dalam dunia pekerjaan atau wirausaha sehingga menjadi kebanggaan bersama.
 
Vice President Community Relations, Nathan Kum mewakili manajemen PTFI menyampaikan harapannya agar para lulusan IPN dapat fokus memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan karir profesional dalam menghadapi gejolak dunia usaha.

Salah satu karir profesional yaitu menaati peraturan yang ada dalam perusahaan agar dapat mencapai kesuksesan. Selain itu, ia berpesan kepada para lulusan Apprentice untuk terus meningkatkan pengetahuan, keahlian serta perilaku yang baik agar dapat berhasil dan menjadi kebanggaan Institut Pertambangan Nemangkawi serta perusahaan.

Menurut Nathan Kum, salah satu kunci sukses itu adalah disiplin, disiplin waktu, disiplin menjalankan tugas dengan baik dan benar.
 
Leonardus Tumuka, seorang tokoh masyarakat suku Kamoro yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PTFI dan IPN yang telah memfasilitasi anak-anak muda asli Papua melalui Program Apprentice ini.

Menurutnya hal ini harus ditanggapi baik oleh masyarakat yang mana dari program ini membuka kesempatan luas bagi anak-anak muda Papua untuk mengasah kemampuan untuk bersaing dengan anak anak muda yang lain.

Disamping itu, program ini memberikan kesempatan yang baik bagi masyarakat asli Papua untuk bekerja di perusahaan, baik itu Freeport, kontraktor maupun privatisasinya.

Leo juga berpesan kepada anak anak muda Papua untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, untuk membuktikan bahwa orang Papua juga bisa dan mampu bersaing secara baik.
 
Program Apprentice Angkatan ke-2 ini dimulai pada bulan Oktober 2019. Jumlah siswa peserta pada awal pembukaan program sebanyak 38 siswa dengan komposisi 80 persen (30 siswa) adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro, 8 siswa dari lima suku kekerabatan.

Pada akhir bulan Maret tahun 2020 kegiatan program pelatihan sempat dihentikan sementara karena Pandemi Covid-19. Pada bulan Oktober 2020 program kembali dilanjutkan.
 
Dalam perjalanan program pengembangan hingga akhir program, 10 siswa kini telah mendapatkan pekerjaan, 10 siswa dikeluarkan dari program karena masalah absensi dan mengundurkan diri, dan 18 siswa berhasil lulus.

Tujuh siswa dari 10 siswa yang telah mendapatkan pekerjaan adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro. 18 siswa yang mengikuti penamatan masing-masing terdiri dari jurusan Mechanic sebanyak 6 siswa, Operator 3 siswa, Welder 2 siswa, Electric 7 siswa, 6 diantaranya adalah siswa perempuan.

Dari ke-18 siswa yang mengikuti penamatan ini 16 siswa diantaranya telah dijadwalkan untuk interview di beberapa perusahaan kontraktor. (Red)

Hujan Deras Tiba-Tiba Berhenti, Ketika Jenazah Wagub Klemen Tinal Tiba di Negerinya Mimika

Jenazah Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal saat tiba di Moses Kilangin Timika

MIMIKA, BM

Selepas hujan membasahi Timika, Jenazah Almarhum Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal tiba di Hanger Bandara Moses Kilangin pukul 13.20 Wit menggunakan pesawat Hercules.

Sebelum kedatangan jenazah, hujan deras siang tadi sempat mengguyur Timika terutama di seputaran areal bandara Moses Kilangin.

Hujan deras yang kemudian berhenti ketika jenazah tiba di Timika, seakan menunjukan bahwa alam di negeri ini ikut berduka atas kehilangan dan kepulangan putera terbaiknya ke pangkuan Allah Yang Maha Kuasa.

Kedatangan jenazah amarhum di Timika diantar langsung oleh dua saudara almarhum, Yansen Tinal dan Trifena Tinal bersama Sekda Papua, Dance Flassy.

Rombongan di sambut Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob, Sekda Michael Gomar, Wakil Ketua I DPRD Aleks Tsenawatme, Wakil Ketua II Yohanes Felix Helyanan, Kapolres AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya serta Direktur PTFI Claus Wamafma.

Hadir pula Ketua TP PKK Mimika, Ny Kalina Omaleng, Wakil Ketua I, Ny Suzy Herawaty Rettob, Forkompinda, anggota DPRD, pimpinan OPD, anggota DPD II Partai Golkar dan keluarga almarhum.

Sebelum dilakukan upacara militer penyerahan dan penerimaan jenazah, rombongan dan pemerintah daerah menunggu kedatangan isteri almarhum Wagub Klemen, Yolanda Tinal didampingi Ibu Gubernur Yulce Wenda Enembe bersama keluarga besar almarhum yang tiba ke Timika menggunakan pesawat Garuda.

Setelah keluarga besar tiba dengan Garuda pukul 14.20 Wit, dilakukan upacara penyerahan dan penerimaan jenazah secara militer. Jenazah kemudian diserahkan oleh keluarga diwakili Yancen Tinal kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Bunyi genderang sangkakala Batalyon 754 didampingi anggota Lanud, Lanal, Paskas, Polisi dan Kodim 1710 Mimika menggema menutupi kesedihan dan air mata yang terurai di momen ini.

Di momen ini, Bupati Mimika Eltinus Omaleng bertindak sebagai Inspektur Upacara sementara Mayor Inf Ahmad Arif sebagai komandan upacara.

Setelah dilakukan upacara penerimaan jenazah secara militer, rombongan kemudian meninggalkan hanger menuju ke Pondopo Rumah Negara SP3.

Saat ini jenazah almarhum Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal telah dibaringkan di Pondopo Rumah Negara SPIII.

Jenazah awalnya ditempatkan di ruang pertemuan namun atas permintaan masyarakat, jenazah saat ini akan ditempatkan di luar sehingga semua masyarakat yang melayat dapat melihat dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Wagub Klemen Tinal yang sangat mereka cintai. (Ronald)

Jenazah Almarhum Wagub Klemen Tinal Rencananya Dikuburkan di Pondopo Timika

Alrmahum Wakil Gubernur Klemen Tinal saat terakhir kali membuka kegiatan di Timika, beberapa waktu lalu

MIMIKA, BM

Informasi tentang kematian Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal yang dikirim ke beberapa group whatsaap di Timika, mengagetkan masyarakat Mimika.

Pasalnya, informasi yang diteruskan berulang kali itu menyebar hampir di seluruh group Wa di Mimika pagi ini, Jumat (21/5).

Isi pesan whatssap tersebut menyebutkan Berita Duka telah meninggal dunia Wagub Papua Klemen Tinal di RS Abdi Waluyo Menteng JKT jam 4 subuh Jumat tgl 21 Mei 2021 jenazah akan di semayamkan di Rumah Duka RS Gatot Subroto.

Sebagian warga Mimika yang menerima pesan ini merasa tidak percaya dengan kabar tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa informasi tersebut adalah hoax dan tidak benar adanya.

Redaksi BeritaMimika juga dikirimkan informasi tersebut namun pesan tersebut tidak bisa dijadikan alasan begitu saja untuk dipublish.

Perlu ada pengakuan atau penyampaian secara resmi dari pihak keluarga atau DPD I dan II Partai Golkar hingga sumber kompoten lain yang dapat membenarkan kebenaran informasi tersebut.

BM kemudian mencoba menghubungi beberapa anggota Partai Golkar baik di Mimika maupun di provinsi, mereka membenarkan informasi tersebut namun merasa tidak berhak dalam mempublish informasi kematian secara resmi.

Setelah beberapa waktu berselang, Redaksi BeritaMimika berhasil terhubung dengan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mimika yang juga Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Kepada BeritaMimika, Bupati Omaleng membenarkan informasi tersebut. Ia bahkan menerima informasi kepulangan Almarhum Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal dari Isteri tercinta, ibu Yolanda Tinal.

"Sedih sekali! Saya baru saja konfirmasi melalui telepon dengan isteri pak wagub (Ibu Yolanda) dan beliau bilang informasi itu benar," ungkap Bupati Omaleng sambil menagis di telepon.

Setelah beberapa menit, Bupati Omaleng mengatakan rencananya jenazah akan diterbangkan hari ini ke Jayapura dan besoknya akan di bawah ke Timika.

"Rencananya sebentar tiba di Jayapura dan besok jenazah di antar ke Timika. Kita akan kuburkan di Pondopo. Mulai pagi ini, kami akan siapkan semua hal untuk acara penguburan nanti. Kami mulai bergerak pagi ini," ungkapnya.

Sepintas, Bupati Omaleng mengisahkan sedikit kisah kebersamaan ia dan amarhum sejak dari waktu kecil hingga keduanya menjadi orang hebat di Mimika dan Papua.

"Adooooo sayang ooooo. Kalau sa cerita semua itu, sedih sekali. Dari kecil kami sama-sama sampai besar ini kami tidak bisa baku lepas. Tapi sayang eee, Tuhan sudah panggil dia (almarhum-red) pulang duluan," ungkapnya sambil menangis.

"Banyak sekali kenangan dengan dia. Saya belum bisa cerita semua, karena kami harus siapkan semua hal untuk sambut kepulangan beliau ke rumahnya di Timika. Nanti saya akan cerita semua kenangan itu," ujar Bupati Omaleng sembari menagis mengenang kepergian sahabat masa kecilnya itu. (Ronald

Top