Pemerintah Daerah Diminta Jangan Abaikan Warga Binaan Lapas yang Sudah Bebas



Wabup John didampingi Kalapas Timika saat meresmikan PKBM Koteka 196

MIMIKA, BM

Setiap orang punya masa lalu dan setiap orang juga punya kerinduan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, sama seperti yang lainnya.

Namun sayangnya, hal ini kadang tidak dialami oleh sebagian orang karena tidak adanya kesempatan dan peluang bagi mereka.

Kisah ini sering dialami oleh warga binaan Lapas Kelas IIB Timika yang telah selesai menjalani masa hukuman mereka. Mereka merasa tidak diperhatikan karena status hukum yang pernah mereka sandang.

Agar hal seperti ini diperhatikan Pemda Mimika, Lapas Kelas IIB Timika membantu pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama berada dalam Lapas dengan membangun Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Koteka 196.

PKBM Koteka 196 yang dibangun ini akhirnya diresmikan oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersamaan dengan pemberian SK remisi kemerdekaan di Lapas Kelas IIB Timika, Selasa (17/8).

Di hadapan Wabup John, Kalapas Kelas IIB Timika, Marthen Pake Palinoan, berharap adanya dukungan dari Pemda Mimika, agar di kemudian hari warga binaan yang bebas memperoleh bekal dengan mempunyai ijasah paket A, B dan C.

"Kami berharap juga misalnya ada penerimaan honorer di Pemda, kalau bisa satu atau dua warga binaan yang sudah bebas bisa diterima. Supaya ada perubahan kedepannya. Hampir tidak ada perhatian bagi mereka walau mereka sudah merubah hidup mereka jadi lebih baik," harapnya.

Disampaikan juga alasan mengapa pihaknya memberikan nama Koteka 196. Nama ini muncul saat ia mengikuti kegiatan diklat kepemimpinan pengawasan.

"Kita gunakan nama ini karena koteka merupakan bagian adat dari orang Papua yang kita transformasikan ke dalam tatanan organisasi kita," ungkapnya.

Sementara itu, usai meresmikan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob berharap warga binaan menggunakannya dengan baik agar berguna sebagai proses pengembangan diri.

"Gunakan tempat ini dengan baik dan para pembina lihat apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga berikan pembinaan agar ketika kembali ke masyarakat, mereka jadi lebih baik dari sebelumnya," harapnya. (Ignas

Top