Enam SPPG Masih Dihentikan Sementara, Ketua Satgas MBG : Kita Akan Lakukan Monitoring
Enam SPPG Masih Dihentikan Sementara, Ketua Satgas MBG : Kita Akan Lakukan Monitoring
MIMIKA, BM
Sebanyak 6 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari 20 SPPG yang ada di Kabupaten Mimika masih berstatus suspend atau penghentian sementara.
Menyikapi hal ini, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong akan melakukan monitoring intensif sebelum fasilitas tersebut resmi beroperasi.
“Kita sepakati akan lakukan monitoring SPPG, termasuk SPPG yang di suspend juga kita akan pantau,”kata Ketua Satgas MBG yang juga Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
Emanuel menjelaskan, dalam monitoring ada beberapa yang akan diperiksa yakni, pemeriksaan sanitasi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna memastikan standar kesehatan terpenuhi, kemudian audit kesiapan dapur MBG agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar.
“Jadi dalam monitoring ini, kita akan melibatkan OPD terkait, misalnya SPPG bermasalah dengan kesehatan lingkungannya maka akan kita koordinasikan dengan Dinkes,”ujarnya.
Ia juga menegaskan usai monitoring, Satgas pun akan melakukan evaluasi, sehingga monitoring bukan hanya sebatas proses namun juga menjadi solusi untuk memastikan program MBG berjalan sesuai prosedur.
“Setelah monitoring kita lakukan evaluasinya, apa yang perlu diperbaiki kita lakukan, agar MBG ini berjalan dengan prosedur,”ungkapnya.
Sementara itu, Pendamping Kepala Regional Papua Tengah, Suherman Bondar mengatakan, dari total 20 SPPG di Kabupaten Mimika, sebanyak 6 unit SPPG masih berstatus suspend. Enam dapur suspend terbagi dua kategori, 3 dapur masih dalam proses penyusunan IPAL dan pengajuan pembukaan kembali oleh pusat.
Dan 3 dapur lainnya terkendala administrasi, menunggu pemenuhan dokumen agar pusat mengeluarkan surat penarikan suspend.
“Untuk SPPG yang di suspend ini kami menunggu arahan pusat, memang batas waktunya sudah habis, namun kami menargetkan seluruh dapur dapat kembali beroperasi sehingga sekolah penerima bisa aktif kembali, dan siswa memperoleh makanan bergizi,” pungkasnya. (Shanty Sang)













