Penyelesaian Tapal Batas Hampir Rampung, Tersisa Dua Kabupaten

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika, Hengky Amisim
MIMIKA, BM
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika, Hengky Amisim menyampaikan, penyelesaian tapal batas wilayah Kabupaten Mimika dengan sejumlah kabupaten tetangga hampir rampung.
Kata dia, dari delapan kabupaten tetangga, hanya dua kabupaten yang hingga saat ini masih memiliki dalam proses penyelesaian.
"Sementara sisa dua saja, yaitu Dogiyai dengan Deiyai. Yang sudah selesai itu Puncak, Intan Jaya, Paniai, Kaimana, Asmat, Nduga. Sementara proses Permendagri dari kementerian," ujarnya saat ditemui di lobi Pusat Pemerintahan SP3, Rabu (2/11/2022).
Hengky menjelaskan, penyelesaian tapal batas ini masih mengalami kesulitan dalam hal kordinasi dengan pihak provinsi.
"Karena kami sudah tidak bisa kordinasi dengan Provinsi Papua lagi. Mereka sarankan harus kordinasi ke Provinsi Papua Tengah. Tapi sementara kan kabinet-kabinetnya juga belum ada, sehingga kami juga kesulitan untuk kordinasi tingkat itu," jelasnya.
Di samping itu, pihaknya juga masih menunggu radiogram serta Permendagri untuk proses penyelesaian.
"Masalahnya dari kementerian juga kan terkendala karena anggaran toh. Tapi memang harus mereka yang sediakan radiogram. Mereka yang memfasilitasi kita untuk penyelesaiannya antara mimika dan dua kabupaten yang tersisa," ucapnya.
Lebih lanjut Hengky mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua kabupaten tetangga, tapi masing-masing tetap bersih keras mengklaim sebagai pemilik wilayah.
"Jadi akhirnya belum ada kesepakatan, sehingga nanti pemerintah pusat yang fasilitasi untuk menyelesaikan ini. Ada alternatif-altenartif yang pemerintah pusat tawarkan yaitu ada garis kerja yang mereka tawarkan ke kedua kabupaten, sama mimika juga. Kalau kita sepakat, maka sudah klir," ungkapnya.
"Mudah-mudahan selesai sebelum tahun ini berakhir. Tapi itu semua kambali lagi ke Pemerintah Pusat juga kan, dalam hal ini Kemendagri," pungkasnya.
Untuk diketahui, ada beberapa wilayah di Mimika yang masih menjadi persoalan kepemilikan, yakni wilayah di sekitaran kali Iwaka, PT PAL, dan Kapiraya. (Endi Langobelen)






















