PDIP Partai Pertama yang Ajukan Pendaftaran Bacaleg di Mimika
Foto bersama usai jumpa pers bersama awak media
MIMIKA, BM
Setelah 11 hari dibukanya pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg), DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mimika akhirnya pecah telor menjadi partai pertama yang mengajukan daftar Bacaleg-nya ke KPU, Kamis (11/2/2023).
Iring-iringan menggunakan sejumlah kendaraan roda empat, jajaran DPC PDIP Mimika bersama para Bacaleg tiba di Kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Usai disambut hangat oleh KPU Mimika, Ketua DPC PDIP Kabupaten Mimika, Yohanes Felix Helyanan didampingi sekretaris, LO, dan operator langsung menuju ke lantai II untuk menyerahkan berkas dan persyaratan dari setiap Bacaleg yang didaftarkan.
"Kami telah menyediakan berkas. KPU dan Bawaslu pun sudah memeriksa semua bahwa kami punya berkas cukup lengkap, tinggal ada perbaikan-perbaikan yang nanti kita perbaiki," ujar Felix saat jumpa pers bersama awak media.
Felix mengungkapkan, jumlah Bacaleg dari DPC PDIP Mimika sesuai dengan kuota dari setiap dapil, yakni 35 orang yang mana 30 persennya adalah perempuan.
Adapun Bacaleg yang didaftarkan terdiri dari kader lama dan juga kader yang baru. Menurutnya adalah sebuah penghargaan mengikutsertakan para kader-kader lama.
"Kita tetap memberikan kesempatan kepada mereka juga, kesempatan untuk berjuang. Ya walaupun banyak juga orang-orang baru yang punya pengaruh, punya potensi, dan betul-betul mau berjuang untuk bersama-sama dengan PDIP," tuturnya.
Sebagai partai yang pertama mendatangi KPU, Felix optimis DPC PDIP Mimika dapat meraih kemenangan di setiap dapil.
"Target kita ya kita menang. Entah menang berapa kursi, yang penting menang dan berharap semua dapil itu ada. Minimal satu. Kalau semakin semangat, pasti bisa bertambah," kata Felix optimis.
Pengajuan ini juga, jelas Felix, memang dilakukan serentak dari pusat, provinsi, hingga turun ke Kabupaten.
"Jadi memang PDI Perjuangan itu lain daripada yang lain. Kalau sudah bilang semua, itu berarti DPP sudah siap dan tahu bahwa sampai ke kabupaten semua itu sudah siap, sehingga DPP perintahkan kami cabang-cabang supaya harus serentak. Kalau kita tidak serentak, berarti kan tidak kompak," pungkasnya. (Endy Langobelen)






















