Aktif Lagi Jadi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Diminta Selesaikan 5 Persoalan Ini

Foto bersama Bupati Mimika, Eltinus Omaleng; Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk; dan mantan Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito
MIMIKA, BM
Setelah lolos dari jeratan hukum tindak pidana korupsi yang menjeratnya beberapa waktu lalu, kini Eltinus Omaleng kembali aktif sebagai Bupati Mimika.
Pengaktifan kembali jabatannya secara resmi dilaksanakan dalam acara serah terima jabatan yang berlangsung di Graha Eme Neme Yauware, Timika, Papua Tengah, Senin (4/9/2023).
Jabatan Eltinus Omaleng sebagai Bupati Mimika diaktifkan kembali berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian nomor 100.2.1.3-3640 tahun 2023 tentang Pengaktifan Kembali Bupati Mimika Provisi Papua Tengah dan Pemberhentian Penjabat Bupati Mimika Provisi Papua Tengah.
Pantauan Beritamimika.com, SK tersebut diserahkan secara langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk.
Dengan pengaktifan kembali Eltinus Omaleng sebagai Bupati Mimika, maka jabatan Valentinus Sudarjanto Sumito sebagai Pj Bupati Mimika pun diberhentikan.
Lebih lanjut, dalam mengemban tugas sebagai Bupati Mimika, Eltinus Omaleng diberikan pesan khusus dari Mendagri, Tito Karnavian, yang disampaikan oleh Ribka Haluk terkait beberapa program prioritas nasional yang harus dilakukan Eltinus di sisa masa jabatannya.
Pertama, mengenai persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 dan kesiapan anggaran untuk KPU, Bawaslu, dan pengamanan (TNI-Polri).
"Tahun ini, kita harus menganggarkan 40 persen untuk persiapan pemilu 2024 dan ini dihibahkan kepada KPU, Bawaslu dan pihak keamanan. Kemudian 60 persennya nanti disiapkan di tahun anggaran 2024," ujar Ribka menyampaikan pesan Mendagri, Tito Karnavian.
Kemudian yang kedua adalah upaya penghapusan kemiskinan ekstrem, di mana target nasional maksimal sebesar 13 persen.
"Saya harap Pak Bupati setelah pengaktifan kembali ini, kemiskinan ekstrem terus diperhatikan. Pak Bupati dan seluruh jajaran harus memberikan perhatian khusus kepada masyarakat kita yang ada di Poumako," kata Ribka.
Perihal kemiskinan di wilayah Poumako, Ribka menyebut telah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Tengah dan Kepala Bidang Perumahannya untuk melakukan survei.
"Kita harus bangun rumah untuk masyarakat kita yang ada di Pomako. Kita ubah kehidupan mereka. Saya harap suku asli yang masih hidup di bawah garis kemiskinan ini harus diberikan perhatian khusus. Ini pesan langsung dari Bapak Menteri jadi kita bangun kembali rumah mereka dan pola hidup mereka," tuturnya.
Pesan yang ketiga yakni penanganan stunting menuju 0 persen pada tahun 2024. Ribka menyampaikan bahwa di Provinsi Papua Tengah, pihaknya telah membentuk Satgas Stunting sehingga dia berharap akan diikuti juga oleh Pemerintah Kabupaten.
"Kemudian pengendalian inflasi daerah. Untuk kita di Papua Tengah itu ada di Kabupaten Nabire dan Mimika. Mimika mungkin ada di 5 persen," ungkap Ribka.
"Selanjutnya penanganan pendidikan dan kesehatan. Tetap sebagaimana biasa secara khusus Bapak Mendagri menitipkan pesan agar pembangunan perumahan sehat dan rumah layak huni bagi masyarakat Mimika secara khusus bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan Poumako," pungkasnya. (Endy Langobelen)



