Asisten 1 Pemkab Mimika Tanggapi Pernyataan Ketua KNPI Awen Magai yang Dinilai Berlebihan

Foto bersama Formopinda dengan Bupati Mimika, Johannes Rettob di momen 17 Agustus 2024
MIMIKA, BM
Ketua KNPI Mimika Awen Magai kepada salah satu media mengatakan bahwa ia sempat di larang mengikuti sesi foto bersama oleh Bupati Mimika Johannes Rettob pada sesi foto 17 Agustus kemarin di Sentra Pemerintahan.
Kepada media ia bahkan berkilah seakan diusir oleh Bupati Mimika dan pemberitaannya itu kemudian menjadi obrolan di beberapa group WA.
Menyikapi hal ini, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mimika, Septinus Timang mengatakan apa yang disampaikan Magai terlalu berlebihan dan terkesan tendensius.
Kepada BM, Minggu (18/8/2024), Ia menegaskan bahwa di pemerintahan ada aturan keprotokoleran yang perlu pahami oleh semua orang.
"Saya pikir dia perlu memahami aturan dalam protokoler pemerintahan. Momen waktu itu ada terkesan dia menorobos masuk untuk foto bersama, sedangkan ini masih momen foto bersama bupati dengan para isteri forkompinda dan nanti disusul paguyuban dan ada beberapa organ lain yang antre seseuai degan arahan keprotokoleran” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan Awen Magai kepada salah satu media terkesan membuat disharmonis di momentum 17 agustus.
Timang mengatakan usai upacara, banyak yang hadir saat itu ingin bersalaman dengan bupati termasuk sekedar ingin foto bersama. Dan ini sempat mengganggu acara yang sudah di siapkan atau dijadwalkan protokoler.
“Karena agenda Bapa Bupati itu padat di dua hari seperti menghadiri Upacara Taptu, Pengukuhan Paskibra hingga yang terakhir Resepsi Kenegaraan. Di momen ini ada beberapa organ juga sejak awal dan melihat semuanya memanfaat momen untuk foto bersama atau sekedar bersalaman dengan memanfaatkan momentum yang ada" ungkpanya.
Timang mengingatkan, perlu diketahui bahwa acara kenegaraan seperti ini, rundown acaranya yang di dalamnya termasuk sesi foto bersama dengan urutannya sudah dibuat oleh humas dan protokoler Pemda Mimika. Semua terjadwal sesuai urutannya.
Ia menyebutkan beberapa sesi foto bersama yang sudah di list adalah foto bersama dengan anggota Paskibraka, Forkompinda, pimpinan OPD, DPRD dan perwakilan paguyuban dan tokoh masyarakat lainnya.
Menurut Timang, pada momentum kemarin semua orang saat itu secara pribadi ingin mengabadikan foto dengan bupati karena ini momen terakhir kepemimpinan beliau dengan Bapa Eltinus Omaleng (OMTOB) sehingga humas juga sedikit sulit mengontrolnya.
"Momen seperti itu dimanfaatkan oleh Awen Magai Ketua KNPI. Dia saat itu terkesan terobos masuk dalam barisan Ibu-ibu Forkompinda yang saat itu memang sudah siap berfoto dengan bapak bupati," ungkapnya lagi.
"Kalimat dari bapa bupati jelas, nanti sebentar setelah ibu-ibu forkompinda dan paguyuban. Karena biasanya selalu ada diskusi singkat dalam momen seperti itu apalagi KNPI merupakan mitra strategis pemerintah. Humas saat itu juga berada di bawah podium foto untuk mengatur," ujarnya.
Timang menyebutkan bahwa di saat bersamaan waktu itu, Bupati Mimika Johannes Rettob juga harus mendatangi Lapas Timika guna menghadiri upacara sekaligus pemberian remisi untuk tahanan.
"Saat itu juga sudah mau pukul 12.00 WIB dan beliau harus ke lapas. Ada pimpinan OPD, ASN dan masyarakat juga yang tidak sempat foto dengan beliau karena memang dibatasi protoker. Bukan hanya dia (ketua KNPI -red). Bagian lapas sudah menghubungi humas dan humas sudah sampaikan sehingga bupati harus ke kesana untuk menghadiri upacara," jelasnya.
Septinus mengatakan juga bahwa jika Ketua KNPI ingin mengambil waktu khusus dengan bupati, seharusnya bisa di sela-selah usai kegiatan lapas atau lebih santai pada acara Resepsi Kenegaraan di Eme Neme pukul 19..00 WIB.
"Resepsi malam pasti lebih santai dalam suasana keakraban dan kekeluargaan yang bisa dimanfaatkan oleh ketua KNPI, jadi tidak ada kesan kalau dihalangi karena Bapa Bupati menghormati semua, apakati ini momen terakhir 17an kepemimpinan OMTOB" ungkapnya.
Ia mengingatkan juga bahwa di tiap momentum perayaan kemerdekaan, bupati harus berhadapan dengan sejumlah kegiatan terjadwal yang sangat padat.
Bupati John dari Jumat pagi hingga Sabtu malam harus menghadiri sejumlah acara yang sudah dijadwalkan. Walau demikian, menurut Timang, Bupati John dapat menghadiri semuanya.
"Jadi KNPI sebagai mitra strategis pemerintah tinggal bagaimana memanfaatkan momen yang ada. Jadi kami pikir info seperti ini tidak perlu digiring ke mana-mana. Biasa saja itu kan, saya pikir bukan hanya dia yang dilarang ikut foto saat itu karena memang ada urutannya bahkan ada beberapa pimpinan OPD yang dilarang karena ada ageda yang beliau (bupati-red) harus hadiri. Semua harus tahu aturan dan mekanisme yang ada. Jangan terlalu berlebihan. Biasa-biasa saja, apalagi sampai harus mendeskreditkan bahkan dipolitisir, " tegasnya.
Dikatakan Timang, beberapa paguyuban saat habis upacara mereka juga tidak sempat foto bersama bupati namun mereka hadir di Eme Neme dan manfaatkan momen itu untuk foto bersama dan berdiskusi dengan bupati dengan santai.
“Seharusnya ketua KNPI juga bisa seperti itu, bukan hanya karena sebuah teguran, terus digiring memana-mana, pada prinsipnya saya memahami sikap beliau (ketua KNPI). Namun pada intinya tidak ada sikap arogansi dari pimpinan daerah, apalagi kesan mengusir justru itu terkesan tendensius” tandasnya. (Red)



