100 Peserta Ikut Bimtek Implementasi Aplikasi Kearsipan Nasional

Suasana berjalannya bimtek

MIMIKA, BM

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Nasional/Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (SIKN/JIKN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta dari OPD dan delapan BLUD Puskesmas ini berlangsung di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (1/10/2026).

Bimtek ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Setda Mimika, Yohana Paliling.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Setda Mimika, Yohana Paliling dalam sambutan Bupati Mimika menyampaikan pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan.

Arsip merupakan “nyawa” administrasi pemerintahan. Pengelolaan arsip yang baik dinilai penting untuk mendukung kepastian hukum dan akuntabilitas kinerja pemerintahan.

“Pengelolaan arsip bukan sekadar tugas teknis kearsipan semata, melainkan fondasi utama kelancaran birokrasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah dan Distrik,” kata Yohana.

Ia menuturkan bahwa, arsip yang ditata secara sistematis, terklasifikasi, terindeks, dan terdigitalisasi akan memudahkan aparatur menemukan dokumen secara cepat dan tepat. Kondisi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi waktu pencarian berkas yang selama ini dapat menghambat produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, SIKN digunakan untuk mengelola arsip-arsip statis yang memiliki nilai kesejarahan, pendidikan, dan penelitian. Sementara JIKN menjadi portal layanan publik yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi arsip dari seluruh Indonesia.

"Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong agar pengelolaan dan pengunggahan arsip daerah ke dalam SIKN dilakukan secara aktif. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Mimika sebagai simpul aktif dalam jaringan kearsipan nasional," Ujarnya.

Yohana juga mengingatkan bahwa arsip fisik memiliki risiko kerusakan akibat bencana, seperti banjir dan kebakaran, maupun faktor lain seperti rayap dan jamur. Digitalisasi arsip melalui SIKN dinilai menjadi salah satu bentuk penyelamatan memori dan aset dokumenter daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Yohana meminta seluruh pimpinan OPD, arsiparis, dan pengelola arsip menjadikan pengelolaan arsip sebagai salah satu prioritas kerja.

OPD juga diminta aktif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk memastikan pengelolaan arsip sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia berharap SIKN dan JIKN dapat menjadi alat bantu dalam meningkatkan pelayanan arsip digital kepada masyarakat di Kabupaten Mimika.

“Dengan komitmen dan kerja sama seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan Distrik, saya yakin tata kelola kearsipan di Kabupaten Mimika akan semakin baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin prima dan pemerintahan kita semakin dipercaya,” ungkapnya.

sementara itu, Ketua Panitia, Yulianus Maday, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pengelola arsip, baik secara teori maupun praktik, agar mampu menginput data ke dalam aplikasi SIKN/JIKN secara benar, berkualitas, berkelanjutan, dan akuntabel.

Selain itu, Bimtek diarahkan untuk menelusuri arsip yang memiliki nilai sejarah di Kabupaten Mimika agar dapat diakses secara umum oleh berbagai pihak dan masyarakat.

“Tujuan lainnya adalah mendorong penerapan keterbukaan informasi publik serta memperkuat sistem kearsipan nasional sebagai memori kolektif bangsa,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top