Politik & Pemerintahan

Dinas PUPR Bangun Talud dan Normalisasi Sungai Di 7 Titik. Ini Rincian Biayanya

 Sekretaria Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) berencana membangun talud sebanyak 7 titik di tahun anggaran 2022.

Sekretaria Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi saat dihubungi BeritaMimika.com Rabu (11/5) mengatakan, tujuh talud itu lima diantaranya merupakan usulan dari pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Mimika, sedangkan dua lainnya adalah program kerja Dinas PUPR.

Tujuh talud tersebut berada di Jalan Seroja belakang Dinas Kehutanan, RT 12 Jalan Sesean, RT 8 depan SPBU Nawaripi, belakang Pondok Pesantren Nurul Islam Mapurujaya, belakang Kantor Distrik Amar, dan pembangunan tanggul atau taut di gereja Advent SP4.

"Itu bukan pokir semua, Amar dan Advent itu program kerja dinas,” kata Yoga.

Besaran anggaran untuk talud di 7 titik ini juga bervariasi. Pembangunan talud untuk sungai di Jalan Seroja belakang Kantor Kehutanan sebesar Rp402 juta, Sungai di Jalan Sesean RT 12 sebesar Rp717 juta.

Sementara, sungai depan SPBU Nawaripi selain pembangunan talud juga dilakukan normalisasi dengan anggaran sebesar Rp595 juta.

Pembangunan talud sungai di Jalan Poros Mapurujaya belakang Ponpes Nurul Islam RpRp560 juta, Sungai Jalan Kelapa Dua dengan Rp560 juta.

Untuk dua sungai yang merupakan program dinas Talud di sekitar Gereja Advent SP 4 dianggarkan Rp1,1 miliar dan di belakang kantor Distrik Amar dianggarkan Rp1,3 miliar.

“Ini bukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ya, ini APBD. Kita buat beberapa talut di sisi sungai tujuannya juga untuk mencegah erosi karena curah hujan di Mimika cukup tinggi,” katanya.

7 pekerjaan ini diprediksi baru akan dimulai bulan depan, karena saat ini Dinas PUPR masih melakukan perbaikan data yang diinput di LPSE.

“Pengerjaannya diprediksi bulan depan. Semuanya lagi berjalan, penysuuaan APS, terus tim Pokja juga mereka lagi persiapan dokumen-dokumennya,” jelasnya. (Shanty)

Ada Peningkatan Kunjungan Di Dukcapil Mimika Usai Libur Lebaran

Warga saat mengantre di ruang pelayanan Kantor Dukcapil Mimika

MIMIKA, BM

Waktu liburan lebaran telah berakhir dan hari ini, Senin (9/5), pegawai Pemda Mimika mulai kembali berkantor seperti biasanya.

Di hari pertama kerja, ternyata kunjungan masyarakat Mimika di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika mengalami peningkatan.

Plt Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil Mimika, Amirullah saat ditemui di ruang kerjanya juga mengakui hal tersebut.

"Benar dari yang saya lihat juga, hari ini masyarakat yang datang lumayan banyak setelah beberapa hari kita libur karena pada saat liburan, warga yang memiliki kebutuhan tidal terlayani makanya hari ini terlihat meningkat," ungkapnya.

Diakui Amirullah, walau jumlah kunjungan warga di kantornya meningkat, pelayanan hari ini tetap berjalan lancar tanpa kendala.

"Semua layanan berjalan baik termasuk pelayanan di Distrik Mimika Baru, Limau Asri, Wania dan Kelurahan Menorama," ujarnya.

"Kalau untuk hari ini, kebutuhan yang banyak dilayani adalah keperluan pembuatan KK, perekaman dan pencetakan KTP dan juga pengurusan Akta Kelahiran," ungkapnya. (Ade

Kelola Rp 9 Miliar, Disperindag Mimika Lakukan Ini

Kadisperindag Mimika Petrus Pali Amba

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, Petrus Pali Amba mengatakan, tahun ini OPD-nya mendapatkan anggaran Sebesar Rp 9 miliar untuk kegiatan fisik yang diakomodir dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2022.

Kepada BM di Hotel Grand Tembaga, Senin (9/5), Petrus Pali Amba mengungkapkan apa saja yang akan dilakukan pihaknya dalam mengelola anggaran tersebut.

"Pengelolaan anggaranya tidak terlalu banyak, sekitar sembilan miliar sekian. Kita akan gunakan untuk beberapa pekerjaan fisik seperti pembangunan pasar sore di pasar sentral, pembangunan pasar mama-mama di Kwamki Narama, pembenahan pasar Mapurujaya dan penimbunan pasar SP13,” ungkapnya.

Dikatakan, pembangunan pasar mama-mama di Kwamki Narama sementara dalam proses administrasi dan rencananya pada akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah dimulai pengerjaannya.

"Untuk pembangunan di Kwamki Narama kurang lebih sama dengan pasar mama-mama di pasar sentral,” tutur Petrus.

Ia berharap setiap pekerjaan fisik yang nantinya ditangani pihak ketiga ini dapat terselesaikan tepat waktu di tahun ini, mengingat sekarang sudah memasuki masa triwulan kedua. (Shanty)

Top