Politik & Pemerintahan

Warga Tembagapura Kini Sudah Bisa Mengurus Adminduk Tanpa Harus Ke Timika

Kadis Dukcapil dengan didampingi Komisioner KPUD Mimika,Komisioner Bawaslu dan pihak Distrik saat melaonching Program Paten Adminduk

MIMIKA, BM

Masyarakat dan karyawan Distrik Tembagapura kini tidak perlu lagi ke Timika untuk melakukan pengurusan data adminduk.

Hal ini dikatenakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika telah melaunching program Paten Adminduk, Rabu (25/5), di Jobsite PT Freeport Indonesia, Street 11 D, gedung 479 A, Distrik Tembagapura.

Kadisdukcapil, Slamet Sutedjo, menyampaikan bahwa program Paten (Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan) adminduk yang baru dilaunching ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat di Distrik Tembagapura.

"Jadi tidak perlu lagi turun ke Timika, tinggal datang saja di tempat ini untuk pengurusan adminduk. Tidak dipungut biaya satu rupiah pun karena ini pelayanan gratis," ungkapnya.

Dengan adanya program Paten ini, kata Slamet kesadaran publik mulai pelan-pelan terbangun. Hal ini karena sangat pentingnya administratif.

"Dulu pelayanan adminduk itu hanya sebagai pelayanan dasar tapi hari ini aktif menjadi sebuah dasar pelayanan. Hingga bulan ini ada 5066 kementerian lembaga baik itu pemerintah, departemen, swasta maupun privat terkoneksi dalam data dukcapil kemendagri," ungkapnya.

Menurut mantan Kadistrik Tembagapura ini bahwa dengan kemudahan pelayanan serba digitalisasi, pelayanan kepada publik semakin mudah, semakin cepat dan dekat dengan masyarakat.

"Jadi bukan datang di loket tapi juga dilayani secara online. Kami di Dukcapil Mimika sudah banyak mengalami dampaknya selama hampir dua tahun ini meluncurkan berbagai program. Ini memudahkan pelayanan karena maayarakat kita adalah satu,"ungkap Slamet.

Pelayanan adminduk saat ini kata Slamet masih di fokuskan untuk Warga Negara Indonesia (WNI), namun kedepannya akan juga melayani Warga Negara Asing (WNA) dalam pembuatan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).

“Pelayanan adminduk ini permanen, tidak satu dua minggu saja di sini. Dan untuk pelayanan bagi karyawan yang pulang kerja sore hari itu nanti akan disesuaikan jam kerja mereka,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Slamet Sutejo juga memberikan apresiasi kepada pihak manajemen PTFI yang sudah mensuport dilaksanakannya kegiatan ini.

"Untuk pelayanan sementara ini di Tembagapura sambil kita tunggu difungsikan kantor yang dibangun di Banti. Kalau koneksi sudah siap semua, kami akan pimdah ke Banti,"ujar Slamet.

Sementara itu Ketua KPUD Mimika, Indra Ebang Ola yang turut mengatakan bahwa launching program Paten Adminduk yang bersamaan dengan Posko Terpadu, sangat memudahkan sosialisasi terhadap karyawan PT Freeport Indonesia dan masyarakat Distrik Tembagapura.

Pasalnya, menurut Indra, arel di PTFI khususnya di Tembagapura telah menjadi catatan dan perhatian khusus bagi KPUD Mimika dan Bawaslu.

"Pada Pemilu 2019 menyisihkan beberapa persoalan dimana banyak karyawan PTFI yang ada di area Tembagapura tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena ketidaktersedian surat suara,"katanya.

Menurutnya hal ini disebabkan karena mereka tidak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebab syarat untuk bisa terdaftar sebagai DPT harus terdaftar di Dukcapil.

"Sebab jumlah surat suara yang disediakan itu harus sesuai dengan DPT kita, nah persyaratan untuk menjadi pemilih tetap adalah mereka yang sudah terdaftar di dukcapil, karena KPU sebagai pengguna data dan pemilik data itu adalah dukcapil," ungkapnya.

Indra sangat optimis bahwa tantangan pada 2019 lalu tidak akan terjadi lagi pada Pemilu 2024 sehingga dapat dipastikan semua karyawan PTFI yang pada Pemilu 2019 lalu tidak bisa menggunakan hak pilihnya, mereka nanti akan terakomodir.

"Ini sesuai dasar hukum yang KPUD jalani yaitu ketentuan pasal 14, 17 dan 20 UU Pemilu nomor 7 tahun 2017, dimana KPU wajib melakukan pemutakhiran dan melindungi hak pilih setiap warga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,"ungkapnya.

Iapun berharap peran penting dari pemerintah distrik setempat untuk mengambil peran lebih dalam mendorong masyarakatnya untuk segera melakukan pengurusan adminduk.

Selain KPU, peluncuran program Paten Adminduk di Distrik Tembagapura ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat, tokoh intelektual hingga karyawan PTFI.

Seperti halnya disampaikan oleh seorang warga Kampung Opitawak, Luter Begal, bahwa hadirnya program ini akan sangat membantu masyarakat, sehingga masyarakat tidak susah lagi harus mengurus ke Timika.

"Saya akan umumkan masyarakat saya di gereja untuk datang datang urus surat-surat penting yang menjadi pegangan setiap hari,"katanya.

Lanjut Natan Omabak selaku tokoh intelektual juga mengatakan sangat mendukung gerak cepat yang dilakukan Dukcapil Mimika.

"Saya putra asli di sini sehingga saya akan sampaikan ke masyarakat untuk segera urus adminduk supaya merea tidak dipersulit ketika mau urus hal-hal lain, karena semua sudah lengkap,"ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu karyawan Comunity Relation PTFI, Ferdy Abdullah. Ia mengatakan program Paten Adminduk sangat membantu karyawan maupun keluarga mereka.

"Tidak perlu lagi kita turun ke Timika tapi bisa dilayani di sini. Mudah-mudahan pelayanan ini memberikan manfaat bagi karyawan dan keluarga karyawan yang ada disini,"ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan laonching program Paten Adminduk oleh

Selain Kepala Disdukcapil, Slamet Sutedjo beserta tim Dukcapil, hadir dalam launching ini, Komisioner KPUD Mimika yakni Ketua KPUD Indra Ebang Ola dan Luter Beanal, devisi data dan informasi.

Hadir pula Komisioner Bawaslu Mimika, Blasius Narwadan, kordiv penyelesaian sengketa dan Budiono, Koordinator Divisi (koordiv) Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL), anggota Polsek Tembagapura, perwakilan distrik, lurah serta masyarakat. (Ignas)

20 Pembudidaya Ikan OAP Ikut Pelatihan Pembenihan dan Pembesaran Ikan Air Tawar

Foto bersama Asisten I dengan Kadis Perikanan dan para peserta

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika terus berupaya agar masyarakat asli Papua dapat mandiri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan pembenihan dan pembesaran ikan air tawar (ikan nila).

Hal ini dilakukan oleh Dinas Perikanan Mimika terhadap 20 orang pembudidaya ikan khususnya untuk OAP yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kepada kelompok pembudidaya ikan air tawar di Mimika.

Saat membuka kegiatan di Hotel Grand Mozza, Selasa (24/5), Plt Kadis Perikanan, Antonius Welerubun dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini menggunakan anggaran Otsus Tahun 2022 ini.

Pihaknya melakukan pelatihan budi daya ikan air tawar dan air payau untuk para pembudidaya ikan air tawar OAP dari Distrik Mimika Baru, Mimika Timur Jauh dan Mimika Tengah.

Diketahui, untuk pembudidaya ikan air tawar di Distrik Mimika Baru dilakukan untuk komunitas ikan nila, sedangkan Distrik Mimika Timur Jauh dan Mimika Tengah untuk komunitas kepiting bakau.

Dari pelatihan ini kata Antonius, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk kelompok ikan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan motivasi terhadap kelompok pembudidaya ikan pondakan dan untuk meningkatkan produksi benih ikan serta pembesaran ikan guna memenuhi ikan konsumsi khusus untuk wilayah Timika dan sekitarny," ungkapnya.

Selain itu, juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan dan memperkenalkan perkembangan teknologi budidaya ikan.

"Kegiatan kelas dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Grand Mozza dan praktek lapangan di laksanakan di 4 lokasi percontohan teknologi budidaya. Peserta kegiatan ini adalah pembudidaya ikan yang aktif yang mewakili kelompok pembudidaya ikan,” ungkapnya.

Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, arah kebijakan pembangunan Kabupaten Mimika berdasarkan visi kabupaten yakni membangun Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera berbasis potensi sumberdaya strategis.

Hal ini mendukung pencapaian visi RPJPD yaitu pada tahun 2025 Mimika menjadi pusat pelayanan, jasa, industri global berwawasan lingkungan menuju masyarakat madani bagi terwujudnya masyarakat Mimika yang berdaya di tanahnya sendiri.

Sejalan dengan visi tersebut maka pemerintah daerah mendorong pengembangan kapasitas sumberdaya manusia bidang perikanan dalam pencapaian kemandirian pembudidaya ikan yang berkelanjutan.

"Pengembangan SDM merupakan salah satu kunci menuju kemandirian pembudidaya ikan. Pembinaan dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan,” kata Yulianus.

Yulianus menambahkan, pengenalan teknologi dan implementasinya bagi pembudidaya ikan sehingga budidaya perikanan kuat apabila sumber daya manusia (SDM) dikelola dengan baik.

Katanya, penguatan SDM melalui pelatihan manajemen dan teknis budidaya untuk mencetak SDM yang terampil. Pengenalan teknologi budidaya tradisional (budidaya yang dilakukan dengan alami tanpa penambahan pakan buatan dan  kolam dipadukan secara tanah).

"Selain itu dengan cara semi intensif (pengelolaan yang tradisional dan modern) dan  intensif (pengelolaan budidaya ikan secara modern), diperkenalkan sehingga pembudidaya ikan Mimika memiliki kemampuan dan dapat bersaing,” ujarnya.

Dikatakan ada 6 faktor penentu keberhasilan usaha perikanan budidaya yaitu jaminan ketersediaan induk dan benih unggul, penerapan biosecuriti (upaya mencegah atau mengurangi peluang masuknya suatu penyakit ke suatu sistem budidaya dan mencegah penyebarannya), cara pembenihan ikan yang baik (CPIB).

Faktor lainnya yakni, cara budidaya ikan yang baik (CBIB), residu pemantauan (memantau dampak dari penggunaan obat ikan & bahan kimia dalam proses budidaya ikan) dan kesehatan ikan dan jaminan kualitas air dan lingkungan sekitar usaha budidaya.

"Dengan pelatihan ini maka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pembudidaya ikan Mimika yang mampu

mandiri dan bersaing. Untuk itu perlu saya tegaskan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan fokus pada manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Shanty)

Lomba Cerita Rakyat Kembali Digelar, 30 Anak SD Ikut Berpartisipasi

Seorang anak tengah berekspresi saat mengikuti lomba cerita anak

MIMIKA, BM

30 anak tingkat sekolah dasar utusan dari 25 SD di Kabupaten Mimika mengikuti lomba cerita rakyat untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan literasi anak milenial.

Lomba ini digagas Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika yang dibuka oleh Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendriete Tandiono di Hotel Grand Mozza, Jumat (19/5).

Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendriete Tandiono dalam sambutannya mengatakan, cerita rakyat ini mengandung pesan penting yang mengajarkan etika dan moral.

"Ini adalah wujud Kabupaten Mimika untuk melestarikan rakyat kepada generasi masa depan,”kata Hendrite.

Kegiatan ini juga kata Hendrite, dilakukan karena rendahnya tingkat minat baca di Kabupaten Mimika. Melalui giat Ini diharapkan dapat memotivasi anak dan masyarakat agar tekun membaca dan meningkatkan imajinasi.

"Pemerintah mendukung kegiatan ini untuk terus dilakukan agar dapat meningkatkan minat baca masyaraakt khususnya pelajar. Kami harap peserta dapat manfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Yopi Toisuta mengatakan, bahwa lomba cerita rakyat ini tidak diikuti oleh semua SD dan Madrasah.

Walau undangan telah disebarkan ke semua sekolah namun yang mendaftar hanya 30an sekolah.

"Jumlah pesertanya sama dengan tahun lalu dan nanti pemenangnya akan ikut ke Jayapura seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan jika kita bisa lolos maka bisa lanjut ke nasional lagi,” kata Yopi.

Adapun peserta lomba diwajibkan membawakan cerita rakyat Papua dan cerita rakyat nusantara.

“Dari keseluruhan peserta lomba, mulai babak pengisian akan diseleksi dan hanya akan diakoodir 10 peserta hingga babak final menyisahkan 6 peserta. Para pemenang lomba nanti akan mendapat hadiah uang pembinaan dan trophy (piala) untuk semua kategori juara,” jelasnya.

Katanya, untuk kriteria utama dalam penilaiannya adalah penguasaan materi dan bahasa.

Dijelaskan Toisuta, diselenggarakan kegiatan ini memang salah satu cara untuk mendobrak minat baca. Selain itu, ini juga merupakan program nasional.

"Dengan perlombaan cerita ini kita harapkan anak banyak membaca tapi tidak terlepas juga dari dorongan dan bantuan guru dan orang tua,”ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa peserta lomba ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti lomba serupa tahun-tahun sebelumnya. Termasuk mereka yang sudah menjadi pemenang, tidak diperbolehkan ikut lagi.

Ketua Panitia, Rauda, dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan lomba cerita rakyat adalah untuk meningkatkan kegemaran cerita rakyat Papua maupun nusantara.

Diharapkan, cerita-cerita rakyat yang dilombakan dapat menjadi inspirasi bagi anak sehingga merekapun dapat menjadi karakter hebat ke depan sesuai dengan tokoh-tokoh dalam cerita yang dibawakan.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebudayaan daerah dan nusantara sehingga lebih mencintai kebudayaan di negeri ini.

"Ini adalah upaya penyelamatan budaya dan generasi cerdas,” tutupnya. (Shanty

Top