Politik & Pemerintahan

Program Goes To School Dukcapil Akan Terus Berlanjut

Kadis Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya mengejar target nasional terkait perekaman e-KTP.

Agar dapat mencapai target, Disdukcapil telah membuat program yang menyasar anak sekolah yakni "Goes To School".

Program tersebut sudah berjalan sejak peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 yang menyasar tiga sekolah yakni SMA Negeri 4, SMK Yapis dan SMK Petra.

Namun, tidak hanya sampai di situ tetapi program Goes To School ini akan terus berlanjut.

Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo saat ditemui di Hotel Horison Diana, Jumat (19/11) mengatakan, pihaknya akan melanjutkan lagi pelayanan goes to school ke sekolah-sekolah yang belum tersentuh.

Dua dari tiga sekolah berikutnya yang akan didatangi Dukcapil di minggu depan adalah SMA Tiga Raja, SMK Negeri 3 Kesehatan dan salah satu sekolah lainnya yang akan ditentukan.

"Akhir tahun ini kami mengejar target nasional untuk mengejar perekaman e-KTP khususnya anak usia 17 tahun keatas. Makanya hampir setiap hari ini kami goes to school terus ke sekolah-sekolah SMA dan SMK untuk memberikan pelayanan Adminduk bagi mereka yang sudah semestinya menerima e-KTP," jelasnya.

Slamet mengatakan, perekaman tahun 2019 akhir capaiannya hanya 55 persen namun di tahun 2021 sudah mencapai 73 persen.

"Kami targetkan di akhir tahun bisa tembus 80 persen sehingga di tahun depan kita terus bergerak untuk mencapai target harus diatas 90 persen untuk Papua," ujarnya.

Sedangkan untuk akte kelahiran, Mimika saat ini sudah mencapai 82 persen. Capaian ini meningkat jauh setelah di 2020 lalu hanya mencapai 44 persen. Kondisi capaian tahun lalu sedikit terhambat karena pandemi covid.

Dalam pencapaian ini, Slamet Sutejo mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Walau pemerintah sudah berupaya luar biasa namun kesadaran masyarakat tidak di bangun maka target akan sulit untuk dicapai.

"Saya berterima kasih kepada masyarakat Mimika yang luar biasa atas peran dan kesadarannya yang sudah dibangun. Layanan Adminduk adalah layanan yang benar-benar vital, karena semua pelayanan publik praktis membutuhkan NIK dan kalau tidak valid maka akan susah untuk berbagai pengurusan," ungkapnya. (Shanty)

Terpilih Lakukan Pilot Project Nasional, Dukcapil Mimika Perkuat Sistem Kerja Operator SIAK Terpusat

Foto bersama para peserta kegiatan dengan Kadis Dukcapil Slamet Sutejo dan Asisten I Yulianus Sasarari

MIMIKA, BM

Pemerintah dan masyarakat Mimika harus berbangga karena dari 514 kabupaten kota di Indonesia, Kabupaten Mimika merupakan satu dari 50 kabupaten kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project implementasi uji coba Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat.

Tujuan dari pelaksanaan SIAK Terpusat ini adalah untuk mengoptimalkan satu data kependudukan Indonesia. Pasalnya, ke depan seluruh data pelayanan akan langsung dikirim secara realtime ke server Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika kemudian melaksanakan pelatihan teknis bagi Operator SIAK terpusat di Hotel Horison Diana, Jumat (19/11).

Mereka yang hadir merupakan operator dari distrik dan kelurahan yang selama 2 tahun ini telah terlibat dalam pelayanan adminduk dan telah terkoneksi by system yakni Distrik Wania, Mimika Timur, Mimika Baru dan Kelurahan Dingo Narama.

Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, sejak 3 bulan lalu sudah dilakukan Instalasi dimana sistem sektornya sudah diterapkan hingga ke level distrik dan kelurahan yang sudah terkonek.

"Tiap hari para operator ini (peserta) sudah menginput dan otomatis juga bekerja serta melatih kemampuannya. Tetapi hari ini kami kumpulkan mereka semua termasuk operator dukcapil untuk sama-sama memberikan pemahaman tentang perkembangan regulasi, pelayanan dan bagaimana agar standar pelayanan sama untuk semua," jelasnya.

Slamet mengatakan, usai pelatihan teknis hari ini akan dilanjutkan dengan praktek secara langsung di Kantor Dukcapil pada Sabtu (20/11) besok.

"Jadi kami tidak hanya ingin sosialisasi saja langsung pulang tapi harus sampai mengerti. Kita berharap ke depan teman-teman distrik sudah bisa mandiri. Dulu kita bisa tempatkan 13 orang di setiap distrik sekarang tinggal 6 orang saja per distrik," ujarnya.

Menurut Slamet, hal ini dilakukan karena pegawai di distrik sudah terlibat aktif. Ini menunjukan bahwa bahwa ada suatu keinginan bersama untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan serta pemahaman kepada masyarakat.

Slamet berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik khususnya terkait adminduk kepada masyarakat. Ia juga mengatakan, sistem ini ke depan akan terus dikembangkan hingga merambah distrik dan kelurahan lain yang belum tersentuh.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif dan banyak memberikan masukan-masukan terkait dengan perbaikan pelayanan di Dukcapil. Semua itu membuat Dukcapil terus berbena agar dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.

"Tentu kendala ada tapi itu bagian yang menjadi tantangan untuk Dukcapil dan pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi bupati serta dan wakil bupati Mimika," ujarnya.

"Kami juga sudah menjangkau ke daerah gunung, pesisir dan rencana Desember awal nanti kami akan ke Tsinga. Memang itu yang belum di jangkau jadi kami akan coba. Yang tidak terjangkau kami harus menjangkaunya supaya mereka juga bisa mendapatkan dokumen kependudukan dan pelayanan publik lainnya," tuturnya.

Ditegaskan, bahwa pelayanan Adminduk di Dukcapil selama ini tidak dipungut biaya dan tidak boleh ada pungutan apapun. Slamet berharap masyarakat harus mengurus dokumen Adminduknya secara langsung.

"Jangan di titip-titip karena kalau salah penginputan maka yang susah adalah masyarakat sendiri," ujarnya mengingatkan.

Ia menjelaskan, layanan Adminduk yang sudah terkoneksi adalah Distrik Wania, Mimika Timur dan Mimika Baru. Untuk Distrik Iwaka jaringannya belum mendukung sehingga dilakukan di Kampung Limau Asri.

"Kalau untuk kelurahan di Dingo Narama dapat menjangkau Kelurahan Koperapoka Kwamki Baru. Ini kan kelurahan dengan penduduk terpadat di Mimika sehingga kami sentralkan di situ supaya melayani dengan baik dan dengan mudah juga cepat serta tidak lagi ke Kantor Dukcapil. Rencana ke depan juga akan kita persiapkan lagi di Distrik Kwamki Narama," ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, saat ini dunia semakin serba hybrid, serba kolaboratif yang tidak boleh lagi ada ego baik itu ego sektoral, daerah maupun ego ilmu.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hendaknya kita implementasikan dalam tataran penyelenggaraan pemerintahan melalui pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Mimika," tutur Yulianus.

Ia mengingatkan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bangga melayani bangsa dengan tulus. Melayani masyarakat juga harus dilakukan dengan totalitas dengan menerapkan nilai core values yaitu orientasi pelayanan akuntabel, competen, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.

Menurutnya, Dukcapil bukan hanya sebagai pelayanan dasar namun merupakan dasar semua pelayanan karena setiap pelayanan publik harus didukung dengan data kependudukan yang akurat, valid dengan nomor induk kependudukan sehingga dapat di pertanggungjawabkan.

"Saya apresiasi kegiatan ini karena dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini ASN baik yang ada di lingkungan Dukcapil maupun di distrik dan kelurahan yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," Ungkapnya. (Shanty)

Reses Tahap II, Anthon Pali Terima Aspirasi Warga Dapil I


Foto bersama dengan Ketua RT dan sebagian warga

MIMIKA, BM

Usai menjalani rutinitas baik persidangan dan lain-lain di Kantor DPRD Mimika, kini anggota DPRD Mimika melaksanakan reses tahap II.

Sejumlah anggota DPRD melaksanakan reses di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu anggota DPRD yang laksanakan reses adalah Anthon Pali dari partai Nasdem yang menjaring aspirasi dari warga Dapil I di Jalan Baru, Kamis (18/11) malam.

Aspirasi dari warga masih seputaran perbaikan jalan tailing, drainase, kebersihan dan lain-lain.

Anthon Pali, anggota DPRD Mimika saat ditemui usai reses mengatakan, masyarakat yang ia kunjungi meminta agar bisa pemerintah memprioritaskan pekerjaan tailing di masing-masing lorong.

"Jadi saya minta kepada pemerintah supaya aspirasi masyarakat itu ditindaklanjuti melalui pembahasan dalam APBD induk nanti. Karena usulan mereka ini sudah berulang kali disampaikan," tutur Anthon.

Selain itu, mereka juga meminta agar ada tempat pembuangan sementara (TPS) agar lingkungan tetap bersih dan meminta pengadaan mesin pemotong rumput.

"Usulan-usulan ini nanti kami sampaikan ke pemerintah agar dapat diperhatikan," Kata Anthon.

Pada kesempatan ini, Anthon juga meminta warga Jalan Baru untuk mendukung program pemerintah daerah.

"Jangan sampai pemerintah sudah punya niat untuk membangun namun karena satu dua oknum punya kepentingan yang tidak setuju akhirnya pekerjaan tidak dilakukan. Jangan menghambat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Apalagi usulan ini sudah berulang kali," harapnya. (Shanty)

Top