Politik & Pemerintahan

Setelah Lima Tahun Mengabdi di Timika, Dede Sulaiman Pindah Tugas ke Imigrasi Madiun


Moch. Dede Sulaiman saat menyampaikan kesan dan pesan di Resto Cenderawasih 66, Kamis (18/11)

MIMIKA, BM

Kantor Imigasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Mimika melakukan acara pisah sekaligus pengantar tugas Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian di Resto Cenderawasih 66, Kamis (18/11).

Moch. Dede Sulaiman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) kini dipindahtugaskan ke Imigrasi Madium dan posisinya digantikan oleh Adi Almapega.

Momen malam pengantar tugas ini dihadiri oleh seluruh ASN Kantor Imigrasi Timika dan mitra kerja Kantor Imigrasi Timika.

Dalam pesan dan kesannya, Dede Sulaiman mengatakan ia telah lima tahun bertugas di Imigrasi Timika, banyak kenangan baik yang ia alami selama menjadi pegawai Imigrasi Timika.

"Lima tahun, sedikit susah dan banyak senang saya alami selama di sini. Susah karena jauh dari keluarga. Senangnya banyak sekali, bisa berkumpul dengan pegawai di kantor yang sudah saya anggap seperti keluarga yang semuanya ramah dan baik. Saya akan merindukan momen ini," ujarnya.

Menurutnya, hal baik yang ia rasakan selama di Timika bukan hanya dialaminya di kantor imigrasi namun juga lingkungan sekitar. Pada kesempatan ini Dede menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pegawai.

"Terimakasih atas kinerja, kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin. Spesial buat tim Tikim, terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya selama ini. Kalian luar biasa," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa momen ini bukan hanya membuatnya merasa bahagia namun juga sedih. Bahagia karena penempatan berikut lebih dekat dengan keluarga di Jawa. Sedihnya karena ia harus meninggalkan semua di Timika.

"Banyak sekali kenangan baik di sini yang tidak bisa saya lupakan. Saya berharap kantor Imigrasi Mimika ke depan lebi baik lagi, lebih sukses dan rencana yang sudah diterapkan dapat terlaksana baik program maupun rencana perpindahan kantor nanti," harapnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf jika selama bertugas di Timika, ada kesalahan baik secara sengaja maupun tidak sengaja telah dilakukannya. Ia berharap semua memaafkannya.

"Saya sangat yakin dan percaya dengan semua kemampuan pegawai disini, semua akan terwujud. Saya doakan dari jauh kantor Imigrasi Timika lebih bersinar di masa yang akan datang," harapnya.

Wahyu Aji, salah satu pegawai Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim), mewakili rekan-rekannya juga menyampaikan salam perpisahan kepadanya.

"Terimaksih Pak Dede karena berkat arahan dan didikannya, kami bisa bekerja dengan baik di Imigrasi. Maaf jika ada kesalahan. Jangan lupakan kami. Semoga hubungan baik selalu terjaga," ungkapnya.

Pada momen ini, Kepala Imigrasi Timika sedang melakukan tugas kedinasan di luar kota sehingga PLh yang mewakilinya menyampaikan sambutan adalah Whisnu Galih.

"Kakandim mengatakan terimakasih atas semua pengabdian Pak Dede selama di Imigrasi Timika. Menurutnya, walau baru bertemu beberapa bulan namun di waktu yang singkat ini sudah banyak hal menjadi kolaborasi baik secara kedinasan maupun pribadi," ujarnya.

Menurut Kakandim, perpindahan tempat tugas merupakan hal yang biasa dan merupakan suatu keharusan untuk lebih mengembankan tugas dan sebagai bentuk penyegaran.

"Kurang lebih lima tahun, waktu yang lama dan pada November ini mutasi ke Kantor Imigrasi Madiun. Semoga Pak Dede lebih baik dalam bekerja, selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. Banyak inovasi dan kegiatan yang berkembang di bidang Tikim selama Pak Dede di Timika. Semoga silaturahmi ini terus terjaga," harapnya.

Sebelum ramah tamah, acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari tiap seksi dan bidang di Kantor Imigrasi Timika. (Ronald)

Dengar Aspirasi Warga, Tanzil Azhari akan Pakai Dana Pribadi untuk Dua Permintaan Ini


Ketua Kerukunan Keluarga Madura (KKM), Nor Irfan saat menyampaikan permintaan warga di Reses anggota DPRD Tanzil Ashari

MIMIKA, BM

Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, Tanzil Azhari pada Kamis (18/11), melakukan reses di warga RT 04 Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru.

Ketua Kerukunan Keluarga Madura (KKM), Nor Irfan pada reses ini menyampaikan sejumlah permintaan kepada Tanzil agar diperjuangkan.

Irfan mengatakan warganya selalu mengalami dampak banjir ketika curah hujan tinggi sehingga ia meminta agar dibuatkan drainase atau talut.

Selain itu, di lingkungan ini pada malam hari terlihat sangat gelap sehingga dibutuhkan lampu jalan termasuk bak sampah agar sampah tidak bertebaran di pingiran jalan.

"Masalah kami di sini adalah tiap tahun banjir sehingga pemukiman warga selalu terendam. Sampah di sini juga banyak. Biasanya Ibu RT minta saya bantu atasi sampah. Jadi melalui reses dewan ini saya minta bak sampah yang bagus sehingga warga bisa buang di tempat sampah," harapnya.

Terkait permintaan lampu jalan, ia mengatakan memang ada informasi dari Ibu RT bahwa akan ada bantuan 3 unit untuk wilayah Koperapoka namun menurutnya masih kurang sehingga harus ditambah lagi.

"Kalau bisa pak dewan bisa respon dan bantu warga sehingga jalan belakang Serayu bisa terang dan warga tidak ketakutan saaat jalan malam hari apalagi Koperapoka ini luas," ungkapnya.

Rudi Abdul Rahcmad juga berharap demikian. Ia mengatakan apa yang disampaikan ketua kerukunannya telah mewakili seluruh aspirasi masyarakat RT 4 sehingga ia berharap permintaan ini dapat ditindaklanjuti.

Mendengar permintaan warga, anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, Tanzil Azhari memastikan bahwa apa yang diminta warga akan diperjuangkannya. Ia bahkan langsung meninta warga untuk melakukan pengukuran.

"Cari meter yang panjang dan ukur kemudian panjangnya berapa serahkan ke saya. Saya akan perjuangkan ini dalam pembahasan anggaran perubahan 2022 nanti," ujarnya.

Ia juga akan memenuhi permintaan warga terkait lampu jalan dan bak sampah. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Tanzil mengatakan untuk dua permintaan ini ia akan menggunakan dana pribadinya.

"Untuk lampu jalan dan bak sampah saya akan tangani sendiri. Tidak perlu menunggu pemerintah melalui APBD. Ini akan jadi tanggungan pribadi saya sementara untuk drainase akan saya dorong di APBD nanti," ungkapnya. (Ronald)

Sebagian Kewenangan Bupati Dilimpahkan ke Distrik

Asisten Bidang Administrasi Umum, Setda Mimika, Henritte Tandiono memukul tifa tanda di bukanya kegiatan rapat koordinasi evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik

MIMIKA, BM

Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka tentu harus diimbangi dengan melaksanakan tugas-tugas dengan baik.

Oleh sebab itu, Bagian Tata Pemerintahan Setda Mimika menggelar rapat koordinasi (Rakor) evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik.

Rakor evaluasi pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada distrik dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Setda Mimika, Henritte Tandiono, Selasa (16/11) di Hotel Serayu.

Henritte Tandiono dalam sambutannya mengatakan, pelimpahan sebagian tugas kewenangan diatur dalam Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Bupati nomor 12 tahun 2019 tentang pembentukan pelimpahan sebagian kewenangan bupati kepada kepala distrik untuk melaksanakan tugas pemerintahan distrik.

Sebagai perangkat daerah kecamatan atau distrik dalam menjalankan tugas pemerintahan mendapat pelimpahan kewenangan dari dan bertanggungjawab kepada bupati, wali kota saat ini.

"Distrik merupakan tingkat pemerintahan yang memainkan peran penting di daerah, terutama dalam masa pembangunan," ujar Henritte.

Henritte mengatakan, pentingnya peran distrik ditambah adanya tuntutan warga masyarakat untuk mendapat pelayanan publik yang lebih baik maka diperlukan kemampuan dan kepastian pemerintahan di distrik yang memadai.

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, maka upaya penguatan di distrik menjadi salah satu langkah strategis dalam mengimplementasikan tahapan pelaksanaan reformasi birokrasi guna terwujudnya distrik sebagai perangkat daerah yang profesionalisme, perfeksional dalam melayani masyarakat.

"Dengan tujuan dilaksanakan rapat koordinasi evaluasi tentang pelimpahan sebagian kewenangan bupati maka distrik diminta untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik," harapnyam

Katanya, dilaksanakannya evaluasi ini agar tidak lagi melakukan kesalahan yang terulang. Evaluasi gunanya untuk memberikan masukan bagi pemerintahan dalam pengambilan keputusan kebijakan yang akan datang dan tidak mengulang kesalahan lagi.

"Untuk itu saya harapkan agar kita semua dapat mengikuti rapat ini dengan baik dan proaktif. Dapat pula menyampaikan saran atau rekomendasi dalam mewujudkan keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintah," ujarnya.

Tentunya menjadi dasar yang sangat penting bagi pimpinan daerah untuk menjadi pertimbangan kebijakan peningkatan kinerja kepala distrik.

"Saya berharap agar hasil yang diperoleh melalui rapat ini segera ditindaklanjuti, sehingga distrik sebagai pusat pelayanan masyarakat yang mudah, murah, cepat, berkualitas dan dapat terwujudnya guna menjadi Kabupaten Mimika yang cerdas, aman, damai dan sejahtera," ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Litha dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mengevaluasi sejauh mana implementasi kebijakan pelimpahan sebagai wewenang bupati kepada distrik.

"Hal ini sebagai salah satu upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas-tugas bupati serta diharapkan meningkatkan kualitas dalam pelayanan kepada masyarakat secara maksimal," tuturnya.

Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah Drs Wahyudi Almaroki, Direktur Pang Institut sementara kegiatan ini dihadiri oleh kepala distrik serta OPD terkait. (Shanty)

Top