Ekonomi dan Pembangunan

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Selama Pandemik Covid-19

Mobil pertamina yang mengangkut BBM (foto google)

MIMIKA, BM

Pertamina MOR VIII Maluku Papua memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG dalam kondisi aman, baik untuk saat ini maupun hari-hari ke depan, di tengah merosotnya pandemik virus corona.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun saat dihubungi BeritaMimika, Senin (13/4) mengatakan, ketahanan stok BBM di Kabupaten Mimika bisa mencapai 31 hari.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan kelangkaan BBM setelah pandemi corona ditetapkan sebagai bencana nasional.

"Penyaluran itu tetap seperti hari biasa, kalau posisi di Mimika sekarang itu kita ada di sekitar 31 hari, jadi 31 hari aman itu ada di Kabupaten Mimika termasuk untuk minyak tanah,"tutur Edi.

Edi mengatakan, penyaluran BBM ini stoknya per hari sesuai stok nasional, kalau stok nasional itu ada di 26 hari dan untuk Kabupaten Mimika hari ini ada di 31 hari.

Katanya, minggu depan ada kapal tengker masuk ke Mimika khusus membawa minyak tanah. Jadi, untuk stok BBM baik minyak tanah, premium, pertalite dan solar di Mimika masih aman walau dalam situasi saat ini.

"Kalau untuk harga tetap dan tidak ada pengaruh, kalau pun didapati harga yang dinaikkan itu di luar Pertamina dan dilakukan oleh pengecer. Jadi koordinasi harga di pengecer ada di teman-teman Disperindag, kami dari Pertamina hanya bertanggungjawab sampai di SPBU dan pangkalan minyak tanah karena sesuai dengan amanat undang-undang Migas seperti itu,"ungkapnya. (Shanty)

Disperindag Bantah Isu Rencana Penutupan Pasar Sentral Selama 3 Hari

Suasana di Pasar Sentral Mimika

MIMIKA, BM

Isu rencana penutupan Pasar Sentral yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan mulai Jumat-Minggu (10-12/4) yang kini beredar di masyarakat dibantah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika selaku dinas teknis.

Kepala Disperindag, Bernadinus Songbes saat dihubungi BeritaMimika.com, Rabu (9/4) malam membantah isu tersebut.

Songbes menegaskan pihaknya tidak pernah mengumumkan kepada pedagang ataupun kepada masyarakat bahwa akan menutup total aktivitas Pasar Sentral selama 3 hari.

“Kami tidak pernah menyampaikan soal penutupan itu. Tapi kalau misalnya ini benar seharusnya kami sebagai dinas teknis mengetahuinya, tapi memang kalau dari kami langsung kami tidak ada rencana itu,” tutur Songbes.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Disperindag, Inosensius Yoga Pribadi yang juga membantah isu tersebut.

Yoga mengatakan, bahwa Disperindag tidak pernah membicarakan hal tersebut dan bahkan dirinya pun juga kaget ketika mendapat informasi ini.

“Saya juga kaget kok ada informasi ini, karena kami tidak pernah menginformasikannya. Mungkin masyarakat merujuk pada edaran yang dibagikan di sosial media itu yang katanya menghentikan aktivitas selama 3 hari tanggal 10-12 April,” kata Yoga.

Namun, tambah Yoga, pihak Disperindag tidak pernah mengeluarkan instruksi tersebut dan kalaupun benar maka harus ada pemberitahuan atau pertemuan bersama pimpinan daerah guna membahasnya.

"Kami tegaskan bahwa isu yang marak beredar bahwa pasar sentral akan ditutup selama tiga itu tidak benar. Kami tidak berikan istruksi apapun kepada pedagang bahkan masyarakat," tutup Yoga.

Sementara itu kepada BeritaMimika, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding melalui pesan pendeknya mengatakan belum ada perintah dari bupati maupun wakil bupati terkait larangan dimaksud.

“Belum ada perintah dan Pemerintah Daerah Mimika tidak keluarkan himbauan itu,” balasnya melalui whatssap. (Shanty)

Dinas Koperasi Mimika Ajak Masyarakat Gunakan Masker Buatan Lokal

UKM Mimika mulai memproduksi masker secara mandiri

MIMIKA,BM

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop & UKM) mengajak masyarakat Mimika agar dapat menggunakan masker buatan UKM lokal Timika.

Himbauan yang merupakan ‘Gerakan Bersama’ ini bertujuan agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan masyarakat yang terdampak covid-19 dapat memproduksi dan menggunakan masker buatan lokal Timika dengan harga terjangkau yakni Rp20 ribu per masker.

"Gunakan masker buatan Timika Gotong Royong untuk kemanusiaan guna menekan penyebaran wabah covid-19," ajak Kepala Diskop & UKM Mimika, Ida Wahyuni saat dihubungi BeritaMimika, Rabu (8/4).

Menurutnya, langkah ini diprakarsai instansinya guna menjawab banyaknya keluhan masyarakat terhadap kelangkaan masker di Mimika.

Kalaupun ada yang menjual, mereka menjualnya dengan harga yang fantastis sehingga sangat menyulitkan warga untuk mendapatkannya.

“Kami berinisiatif untuk mengajak pelaku UKM agar menggerakkan usahanya dengan membuat masker kain sehingga mereka tetap survive dan dapat memperoleh pemasukan walau tidak banyak dalam keadaan ini, karena harganya pun terjangkau,” ujarnya.

Katanya, program ini juga bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu dengan semakin banyak masyarakat menggunakan masker kain, supplay masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih membutuhkan terutama tenaga medis, pasien ODP, PDP dan positif covod-19.

“Musibah corona bukan alasan untuk berdiam dan tidak berdaya. Kita bisa membuatnya dari rumah. Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus dan droplet di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan work from home (WFH) dan harus berinteraksi dengan banyak orang," jelasnya. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top