Hukum & Kriminal

Sekda Mimika: Hubungan Baik dengan Polri Harus Tetap Terjaga Meski Kapolres Berganti, Terimakasih AKBP Billyandha

Sekda Mimika Abraham Kateyau saat menyampaikan sambutan di HUT Bhayangkara ke-80

MIMIKA, BM

Meski telah terjadi pergantian pejabat di lingkungan Kepolisian (Polri) Mimika, namun hubungan baik dengan pemerintah daerah harus tetap terjaga dengan baik.

Demikian dikatakan, Pj Sekda Mimika Abraham Kateyau dalam sambutannya pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Batalyon B Satuan Brimob Polda Papua Tengah, Mile 32, Kabupaten Mimika, Rabu (1/7/2026).

Sekda berharap di usia ke-80, Polri, khususnya yang bertugas di Kabupaten Mimika, terus menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara optimal, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap dengan usia yang ke-80 ini, seluruh jajaran kepolisian di Kabupaten Mimika dapat melaksanakan tugas-tugas pengabdian sesuai tugas pokok dan fungsi. Kerja sama yang telah terbangun selama ini juga kiranya tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sinergi yang telah terjalin antara Pemkab Mimika dan Polri selama ini menjadi modal penting dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran pembangunan di daerah.

Pada kesempatan itu, Abraham juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman yang akan segera mengakhiri masa tugasnya di Kabupaten Mimika.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian Bapak Kapolres bersama Ibu selama bertugas di Kabupaten Mimika,” katanya.

AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat memotong tumpeng

Abraham turut mendoakan agar Kapolres beserta keluarga diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas di tempat yang baru.

Ia juga berharap hubungan baik yang telah terbangun tidak terputus meski adanya pergantian pejabat.

“Kiranya hubungan yang terbangun selama ini tidak terputus hanya karena kita berbeda tempat tugas. Kami berharap komunikasi tetap terjalin dengan baik,”harapnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam kebijakan maupun pelaksanaan tugas di lapangan.

Menurutnya, setiap dinamika yang terjadi dalam kerja sama antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan bagian dari proses untuk memperkuat hubungan ke depan.

“Kami berharap hal-hal yang baik tetap kita jaga, sementara yang kurang baik menjadi bahan evaluasi bersama,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Polres Berhasil Amankan Lima Terduga Pelaku Pengeroyokan di Cenderawasih

Polisi saat mendatangi TKP di Jalan Cemderwasih

MIMIKA, BM

Kurang dari dua jam setelah terjadi aksi pemalangan di Jalan Cenderawasih, tepatnya di depan Hotel 66, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Polres Mimika mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kasus begal dan pengeroyokan, Senin (20/7/2026) malam.

Aksi pemalangan tersebut dilakukan keluarga korban sebagai bentuk spontanitas dan desakan agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus yang menimpa korban berinisial DK.

Penanganan kejadian dipimpin langsung Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, didampingi Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Hendri A. Korwa, bersama sejumlah personel.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WIT ketika korban bersama istri dan anaknya berada di Jalan Cenderawasih, SP 2, tepatnya di depan Kantor Lurah.

Saat itu, korban didatangi dua orang tidak dikenal yang menggunakan sepeda motor jenis Mio M3 warna hitam. Kedua orang tersebut diduga mengambil telepon seluler dari tangan anak korban dan kemudian melarikan diri.

Korban kemudian mengejar kedua orang tersebut menggunakan sepeda motor miliknya hingga sampai di Jalan Cenderawasih, depan Hotel 66. Di lokasi tersebut, korban diduga dikeroyok oleh sekitar tujuh orang yang tidak dikenal.

Dalam kejadian itu, korban kembali kehilangan sebuah noken dan telepon selulernya. Korban juga mengalami luka di bagian dahi serta luka robek pada telapak kaki kiri dan kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 22.54 WIT, keluarga korban melakukan pemalangan di tengah Jalan Cenderawasih dengan membakar ban bekas dan karton. Aksi tersebut menyebabkan dua badan jalan ditutup.

Kabag Ops Polres Mimika bersama personel piket perintis dan piket patroli Polsek Mimika Baru kemudian mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan keluarga korban. Kapolres Mimika juga turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi dan memimpin penanganan.

Kapolres Mimika mengatakan, pihaknya telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial DJN, EK, DWL, JW, dan YSK.

"Perkiraan pelaku berjumlah enam orang dan sementara kami sudah menangkap lima orang," ujar Alredo.

Ia menjelaskan, penyidik Satreskrim Polres Mimika masih mendalami kasus tersebut karena terdapat perbedaan keterangan antara pihak korban dan pihak yang diamankan.

"Untuk kronologi lengkap dan motif aksi, kami masih dalami dan mencari bukti untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Kami pun sedang bekerja secepat mungkin untuk mengungkap kebenaran dari kasus ini," katanya.

Kapolres juga mengimbau agar tidak ada aksi lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia meminta seluruh pihak mempercayakan proses penanganan kasus kepada kepolisian.

"Saya harap tidak ada aksi lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban umum karena faktanya akan segera jelas," tegasnya.

Setelah situasi di lokasi berhasil ditangani, personel patroli perintis turut mengantarkan keluarga korban menuju RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan penanganan medis. (Nuel)

Kunjungi Timika, Komisi III DPR RI Dorong Penguatan Penegakan Hukum di Papua Tengah

Usai menjemput Komisi III DPRI, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. jermias Rontini dan Forkopimda berbincang-bincang

MIMIKA, BM

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan kunjungan kerja reses Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 ke Kabupaten Mimika, Jumat (24/7/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan penegakan hukum terpadu sekaligus mendorong penguatan koordinasi antar-aparat penegak hukum di Papua Tengah.

Rombongan yang tiba sekitar pukul 05.30 WIT dipimpin oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPR RI Soedeson Tandra bersama 10 anggota komisi lainnya, yakni Bimantoro Wiyono, Sarifuddin Sudding, Nasyirul Falah Amru, Teuku Ibrahim, Nabil Husain, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Rudianto Lallo, I Nyoman Parta, Benediktus Kabur Harman, dan Yustinus Khristiandi.

Kedatangan rombongan disambut langsung Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama para pejabat utama Polda Papua Tengah, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Dr. Jefferdian, S.H., M.H. beserta jajaran, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.

Kunjungan kerja ini mengusung tema "Evaluasi Pelaksanaan Penegakan Hukum Terpadu di Provinsi Papua Tengah".

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi III DPR RI terhadap kinerja aparat penegak hukum di daerah.

Usai penyambutan di Bandara Mozes Kilangin, rombongan dijadwalkan menggelar rapat kerja bersama Polda Papua Tengah, Kejaksaan Tinggi Papua, serta unsur penegak hukum lainnya di Hotel Rimba Papua, Timika.

Melalui kunjungan ini, Komisi III DPR RI diharapkan dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai berbagai tantangan penegakan hukum di Papua Tengah.

Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara DPR RI dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum bagi masyarakat. (Shanty Sang)

Top