Hukum & Kriminal

Letkol Inf Asis Kamaruddin Jabat Danbrigif 20/IJK/3 Kostrad

Suasana Sertijab Danbrigif 20/IJK/3 Kostrad yang digelar di Markas Brigif 20/IJK/3 Kostrad.

MIMIKA, BM

Brigif 20/IJK/3 Kostrad melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Brigif 20/IJK/3 Kostrad dari Kolonel Inf Agus Rediyanto kepada Letkol Inf Asis Kamaruddin, yang digelar di Markas Brigif 20/IJK/3 Kostrad, Sabtu (19/9/2026).

Upacara Sertijab dipimpin Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto selaku Pangdivif 3 Kostrad dan dihadiri unsur pimpinan TNI-Polri, Forkopimda Kabupaten Mimika, para Dansatgas wilayah Timika, serta keluarga besar Brigif 20/IJK/3 Kostrad.

Kegiatan diawali dengan kedatangan Pangdivif 3 Kostrad beserta rombongan di Mabrigif 20/IJK/3 Kostrad, kemudian dilanjutkan dengan persiapan dan pelaksanaan upacara Sertijab.

Dalam prosesi tersebut dilaksanakan sejumlah rangkaian tradisi satuan, di antaranya mencium Pataka Divif 3 Kostrad, pengisian buku Korps Raport oleh pejabat baru, penyerahan tongkat komando, penanggalan dan penyematan tanda jabatan serta pangkat, penyerahan Dhuaja Brigif 20/IJK/3 Kostrad, serta penandatanganan berita acara Sertijab dan pakta integritas.

Pangdivif 3 Kostrad, Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto menyampaikan bahwa Sertijab di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari sistem pembinaan personel dan satuan yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Pergantian jabatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta menjaga kesinambungan program dan tugas satuan.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Kolonel Inf Agus Rediyanto atas dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Danbrigif 20/IJK/3 Kostrad.

“Berbagai pencapaian dan keberhasilan satuan tidak terlepas dari kerja keras, sinergi serta komitmen yang telah ditunjukkan. Semoga pengalaman dan pengabdian yang telah dilaksanakan dapat menjadi bekal berharga dalam penugasan di tempat yang baru,” ujarnya melalui rilis yang diterima Berita Mimika.

Mayjen TNI Wulang menyampaikan ucapan selamat kepada Letkol Inf Asis Kamaruddin atas amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan untuk menjabat sebagai Danbrigif 20/IJK/3 Kostrad yang baru.

Dia menekankan agar pejabat baru segera mengenali satuan, personel dan keluarganya, memahami kondisi satuan serta lingkungan tugas, serta menjadi pemimpin yang hadir di tengah-tengah anggota dengan memberikan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur pimpinan, para komandan satuan, pemerintah daerah dan masyarakat. Brigif 20/IJK harus terus menjadi satuan yang profesional, solid, disiplin dan siap melaksanakan setiap tugas yang diberikan,” tuturnya.

Kepada seluruh prajurit Brigif 20/IJK/3 Kostrad, Mayjen TNI Wulang juga menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru, mempertahankan berbagai hal positif yang telah berjalan, memperbaiki kekurangan yang masih ada, serta terus meningkatkan kemampuan satuan.

“Keberhasilan seorang komandan pada akhirnya juga merupakan keberhasilan seluruh anggota satuan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Sertijab kemudian dilanjutkan dengan Andhika Bhayangkari, penghormatan kepada lambang-lambang satuan, menyanyikan Hymne Kostrad, foto bersama, serta pemberian cenderamata kepada pejabat lama.

Selain itu, keluarga besar Brigif 20/IJK/3 Kostrad turut menampilkan tarian Papua oleh Persit Denma Brigif 20/IJK/3 Kostrad dan Pencak Silat Militer (PSM) oleh personel Satjar Brigif 20/IJK/3 Kostrad. (Shanty Sang)

Satu dari Sembilan Sandera di Jila Berhasil Dievakuasi ke Timika

Kapolda Papua Tengah saat berada di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah untuk melihat kondisi korban.

MIMIKA, BM

Personel gabungan Polda Papua, Polres Mimika, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026, Brimob dan tokoh masyarakat mengevakuasi satu dari sembilan perempuan yang menjadi korban penyanderaan KKB di Distrik Jila.

Korban berhasil dibawa dari Kampung Bela ke Timika menggunakan helikopter Polri, Senin (14/9/2026).

Korban yang berhasil dievakuasi diketahui bernama Nemerina Wamang warga Kampung Jinonin, Distrik Hoya. Ia kemudian mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Timika 32.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., mengatakan proses evakuasi tidak mudah karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Bahkan, tim sempat melakukan empat kali uji penerbangan sebelum akhirnya berhasil mencapai wilayah Bela.

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa salah satu dari sembilan sandera tersebut, evakuasi dari Distrik Bela 1 ke Timika dengan menggunakan fasilitas helikopter Polri,” ujar Jermias kepada wartawan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi kemanusiaan di tengah kondisi cuaca yang tidak pasti.

Menurut Jermias, proses evakuasi tersebut turut mendapat dukungan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya juga dinilai berperan penting dalam keberhasilan evakuasi.

Saat ini, korban masih menjalani observasi dan perawatan di RS Bhayangkara. Kondisi psikologis korban menjadi perhatian karena masih menunjukkan tanda-tanda trauma.

“Kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini Dr. Marlina dan tim, sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan,” katanya.

Kapolda mengungkapkan, dari sembilan orang yang sebelumnya disandera, masih terdapat 7 korban lain yang berada dalam penguasaan kelompok penyandera.

Polisi berharap korban yang berhasil dievakuasi dapat memberikan informasi mengenai keberadaan sandera lainnya setelah kondisi fisik dan psikologisnya stabil.

“Detailnya kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana yang tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya,” ujar Jermias.

Namun, polisi belum dapat memastikan secara detail kondisi para korban lainnya maupun lokasi mereka saat ini.

Jermias mengatakan korban yang baru dievakuasi belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami trauma. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setelah kondisi korban stabil.

Polisi juga berencana melibatkan keluarga dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk menggunakan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman dan perlahan dapat menceritakan apa yang dialaminya.

Selain menyelamatkan para sandera, polisi juga berupaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik baru di tengah masyarakat.

Ia berharap kesaksian korban dapat menjadi titik awal untuk mengungkap pelaku penyanderaan secara perlahan.

“Kami tidak inginkan konflik kemudian hari antara pihak A dengan B, antar kampung A dengan kampung B,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyelamatan para sandera merupakan bagian dari upaya kemanusiaan sekaligus menjaga agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antar kelompok masyarakat.

Terkait adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, polisi belum dapat memberikan kesimpulan. Dokter masih melakukan penanganan awal dan korban terlebih dahulu diberikan infus sebelum pemeriksaan serta komunikasi lebih lanjut dilakukan.

Polisi berharap kondisi korban segera membaik sehingga informasi yang diperoleh dapat membantu upaya penyelamatan sandera lainnya sekaligus mengungkap pihak yang berada di balik aksi penyanderaan tersebut. (Shanty Sang)

Dua Pelajar SMK Ditemukan Meninggal di Bengkel SP 3, Polisi Selidiki Dugaan Penyebab Kematian

Polisi saat di TKP

MIMIKA, BM

Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (magang) ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel ketok magic di Jalan Yan Tinal, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (30/8/2026) pagi.

Kedua korban diketahui berinisial N.G., yang berdomisili di kawasan SP 3, dan T.K., warga SP 1. Keduanya merupakan peserta program magang dari SMK Negeri 1 dan telah menjalani kegiatan magang di bengkel tersebut selama kurang lebih dua bulan.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Rado, mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi dan melakukan penanganan di lokasi kejadian. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengetahui penyebab serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua pelajar tersebut meninggal dunia.

Dari pemeriksaan awal, kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di sebuah kamar yang berada di bagian belakang bengkel. Polisi juga mendapati adanya luka sayatan pada bagian leher kedua korban.

Pemilik bengkel berinisial M menjelaskan kepada polisi bahwa sekitar pukul 06.00 WIT, dirinya melihat sejumlah warga berkumpul di depan bengkel. M kemudian memperoleh informasi dari tokoh masyarakat Kampung Utikini III berinisial Y.T. bahwa terdapat dua orang di dalam bengkel.

M bersama Y.T. selanjutnya masuk untuk melakukan pemeriksaan dan mendapati kedua korban sudah berada dalam kondisi tergeletak di kamar bagian belakang.

Sementara itu, B.R.R., yang merupakan pelajar sekaligus rekan magang korban, mengatakan dirinya terakhir kali melihat N.G. dan T.K. pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Saat itu, kedua korban meninggalkan bengkel dan berjalan lebih dahulu dibandingkan dirinya.

Keterangan lain disampaikan saksi berinisial I yang bertugas sebagai penjaga lapangan futsal di kawasan SP 3. Ia mengaku sekitar pukul 03.00 WIT mendengar suara yang menyerupai teriakan, disusul suara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Mendapat laporan terkait penemuan kedua korban, personel gabungan Polres Mimika berangkat dari Mako Polres Pelayanan sekitar pukul 06.50 WIT. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 07.10 WIT dan langsung melakukan pengamanan serta pemeriksaan TKP.

Dalam penanganan awal di lokasi dipimpin Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong, S.H., bersama Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, Wakapolsek Kuala Kencana IPDA Eko, KBO Sat Reskrim Polres Mimika IPDA Ramli, S.H., PAWAS Polres Mimika IPDA Muh. Tahir, Pamapta III IPDA Ampar S. Muay, Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana IPDA Achamad, serta sejumlah personel gabungan.

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Mimika selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap kedua korban.

Usai proses penanganan di lokasi, kedua jenazah dievakuasi menggunakan mobil jenazah menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. (Shanty Sang)

Top