Hukum & Kriminal

Alat Berat Milik PT. Mpaigelah Dirusak OTK, Polisi Sedang Lakukan Penyelidikan

Foto Istimewa/tampak Exvator milik PT. Mpaigelah saat dirusak OTK di areal kerja PTFI.

MIMIKA, BM

Pihak Kepolisian Mimika dalam hal ini Polsek Kuala Kencana sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman atas laporan terkait alat berat jenis Exvator milik PT. Mpaigelah dirusak Orang tak dikenal (OTK).

Pengerusakan alat berat itu terjadi di Tanggul Barat yang merupakan areal kerja PT. Freeport Indonesia (PTFI), tepatnya di W 70, pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIT.

Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan olah TKP, namun untuk pelaku dan kronologis kejadian masih dalam penyelidikan dan pendalaman.

“Olah TKP kita sudah lakukan Senin kemarin. Dari hasil olah TKP, tampak kaca-kaca alat berat pecah, kemudian terdapat batu-batu diatas cap yang dilemparkan oleh pelaku,” katanya saat ditemui di Kantor Polsek Mimika Baru pada Rabu (22/10/2025).

Disampaikan Kapolsek bahwa kejadian ini dilaporkan oleh karyawan kantraktor pada Minggu (19/10/2025). Pihak Security PTFI dan Satgas Amole juga saat itu respon kemudian dilaporkan ke Polsek Kuala Kencana

“Jadi, hari Jumat kemarin itu alat berat masih bagus dan normal, tetapi Sabtu sore baru diketahui kalau alat berat itu mengalami kerusakan kaca akibat dilempar oleh OTK menggunakan batu,"ujar AKP Djemi. (Ignasius Istanto)

Kwamki Narama Sudah Aman, Toga Minta Aktifitas Pemerintahan dan Masyarakat Tetap Berjalan

Nampak tokoh gereja, Kadistrik dengan didampingi pihak kepolisian saat memberikan keterangan pers kepada awak media

MIMIKA, BM

Situasi di Kwamki Narama kini sudah kondusif dan aman karena sudah dilakukan proses kesepakatan damai dan pembayaran denda. Oleh karena itu, untuk segala aktifitas baik untuk pemerintahan maupun masyarakat sendiri sudah bisa berjalan seperti biasa.

"Kami minta dari pemerintah dan masyarakat untuk aktifitas tetap berjalan seperti biasa, karena masalah sudah selesai dan sudah damai," ujar tokoh Gereja, Pendeta Anton Wamang, Selasa (21/10/2025).

Ia juga menegaskan bahwa apabila ada oknum yang mengangkat atau melempar panah maka akan diserahkan sepenuhnya ke pihak berwajib.

"Jadi kalau ada oknum yang ambil panah atau lempar panah itu kami serahkan kepada pihak berwajib, dan kami dari tokoh gereja lipat tangan," tegas Pendeta Anton.

Sementara itu ditambahkan Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuaebu bahwa Kwamki Narama sudah aman dan kedepannya Tripidis (tiga pimpinan distrik) dan para tokoh-tokoh mempunyai agenda tahunan terkait kamtibmas.

"Kita sinergi untuk keamanan di Kwamki Narama," katanya. (Ignasius Istanto)

Polres Mimika Terima Kunjungan Tim Kegiatan Akselerasi Transformasi Pelayanan Publik

Tim Kegiatan Akselerasi Transformasi Pelayanan Publik saat melihat langsung pelayanan publik di Kantor Sat Lantas Polres Mimika.

MIMIKA, BM

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik yang bertujuan mewujudkan pelayanan yang lebih transparan, efisien dan berintegritas, kiranya perlu dilaksanakan kegiatan akselerasi transformasi pelayanan publik di Polda Papua Tengah.

Oleh karena itu, Polres Mimika menerima kunjungan dari tim kegiatan akselerasi transformasi pelayanan publik pada Rabu (22/10/2025).

Tim yang dipimpin oleh Brigjen Pol Drs Mas Gunarso, SH, Msi dengan didampingi Kombes Pol Irene Aju A.S dan AKBP Cheery Sinta M.S, SE, SIK, MIK ini disambut oleh Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman S.I.K, M.H dan sejumlah pejabat utama Polres Mimika.

"Berkunjung ke Polres Mimika memang ada kegiatan dalam pemantauan serta kinerja mengevaluasi pelayanan publik,"ujar Brigjen Pol Drs Mas Gunarso, SH, Msi saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Lanjutnya,"Disini juga kita melihat beberapa tempat pelayanan publik, serta kita juga menyaksikan secara langsung bagaimana pelayanan yang sudah diberikan kepada masyarakat,"sambung Brigjen Pol Drs Mas Gunarso.

Kata Brigjen Pol Drs Mas Gunarso bahwa untuk penilaiannya itu ada tahapan, yaitu tahapan dari Polda menilai Polres, dan hasil dari Polres yang sudah dinilai oleh Polda disampaikan ke Mabes Polri. Kemudian dari Mabes Polri nanti juga ada penilain langsung dari Kemenpan.

"Penilaian secara berjenjang apakah Mimika ini sudah semakin baik atau ada hal yang perlu ditingkatkan sehingga bisa melayani masyarakatnya dengan baik seperti Polres-Polres yang lain di Papua Tengah, syukur-syukur sudah setara dengan yang ada diseluruh Indonesia," katanya. (Ignasius Istanto)

Top