Hukum & Kriminal

Personel Gabungan Tertibkan Camp Ilegal di Area Mile 66

Foto Istimewa/nampak personel gabungan saat berada dilokasi penertiban camp ilegal.

MIMIKA, BM

Personel gabungan baik Polsek Tembagapura bersama Satgas Amole dan Security PT. Freeport Indonesia melakukan sweeping gabungan terhadap aktivitas pendulangan liar oleh masyarakat non-karyawan di area perusahaan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di area HD Shop Mile 66, Distrik Tembagapura beberapa hari lalu, personel gabungan menemukan satu camp ilegal dan langsung dilakukan pemusnahan.

Kapolsek Tembagapura Iptu Firman menyampaikan bahwa sweeping yang dilakukan itu mengingat aktivitas pendulangan yang dilakukan oleh masyarakat (non karyawan) itu mengganggu kerjanya karyawan.

"Memang disitu tempat cucian mobil. Karena mobil yang keluar dari areal tambang itu cucinya disitu dan hasil cucian itu meluncur ke bawah (kali) sehingga masyarakat datang untuk mendulang," katanya saat ditemui di Mako Polres Mimika, Mile 32, Senin (27/10/2025).

Menurut Kapolsek Tempur, sweeping dilokasi tersebut bukan baru pertama atau dua kali, oleh karena itu dengan dibongkarnya camp saat sweeping diharapkan kedepannya tidak ada lagi.

"Hanya satu camp yang kami temukan dan langsung kami bongkar," ujar Iptu Firman. (Ignasius Istanto)

340 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Potensi Bencana

Personel gabungan saat ikut apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

MIMIKA, BM

Dalam rangka tanggap darurat bencana hidrometeorologi tahun 2025, sebanyak 340 personel gabungan telah disiagakan untuk melakukan antisipasi.

"Untuk personel itu kita siapkan sebanyak 340 personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Basarnas, BMKG, PMI, Senkom dan instansi lainnya," kata Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Rabu (05/11/2025) lalu.

Menurut Kapolres bahwa untuk wilayah Timika sampai saat ini belum ada potensi yang menunjukkan kedaruratan.

"Tapi kita tetap waspada terutama untuk gelombang tinggi di wilayah perairan, juga bencana longsor juga. Dan banjir menjadi atensi, " ujar AKBP Billy.

Disampaikan Kapolres bahwa sesuai dengan data, ada beberapa wilayah yang diwaspadakan seperti Tembagapura, Poumako dan wilayah kota untuk antisipasi terjadinya bencana banjir.

"Kita semua siaga dalam hal ini karena sekarang sudah memasuki musim penghujan dan curah hujannya juga cukup tinggi," kata AKBP Billy.(Ignasius Istanto)

 

.

Perkembangan Dugaan BBM Ilegal, Polisi Masih Tunggu Antrian Untuk Uji Lab

Foto Dok/Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria.

MIMIKA, BM

Terkait dengan perkembangan barang bukti 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal terus dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Mimika.

Salah satunya yaitu akan dilakukan pengiriman sampel ke Pertamina untuk dilakukan uji lab. Namun sampai saat ini Sat Reskrim Polres Mimika masih menunggu antrian.

"Kita belum kirim sampelnya, ini agak lama dan tidak bisa langsung, karena bukan cuman dari kita saja. Sampai saat ini kita masih tunggu antrian," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, Jumat (24/10/2025) kemarin.

Menurut Kasat Reskrim bahwa akan dilakukan uji lab itu pihaknya sudah memberitahukan terlebih dahulu dengan menyurati.

"Kita sudah menyurati bahwa kita akan melakukan uji sampel," ujar AKP Rian.

Disampaikan Kasat Reskrim bahwa pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi juga pemilik BBM.

"Kita juga sudah periksa para saksi juga pemilik BBM dan sekarang kita membuktikan dengan cara uji lab. Dari keterangan pemilik itu BBM akan dipakai untuk pekerjaan proyek, belum ada indikasi yang lain," ujar Rian.

Perlu diketahui bahwa terkait dengan barang bukti 9 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal itu pertama kali terkuak pada tanggal 19/08/2025 lalu di Kampung Uta ketika ditemukan saat dimuat dalam long boat.(Ignasius Istanto)

Top