Olah Raga

Empat Atlet Judo Provinsi Banten Target Emas di PON Papua

 

Empat atlet judo asal Banten terlihat ceriah usai latihan di kompleks Venue Judo di Graha Eme Neme Yauware, Minggu (26/9). Foto: Humas PPM/Elfrida

MIMIKA, BM

Empat atlet Judo asal Provinsi Banten menargetkan merengkuh medali emas pada PON XX Tahun 2021 Papua.

Empat altet ini meyakini mampu meraih emas lantaran memiliki jam terbang terbilang cukup tinggi dengan torehan prestasi yang tak terhitung lagi.

Empat pejudo tersebut adalah Amanah Nur Istiqomah. Ia merupakan seorang Kopassus yang akan turun di kelas 52 Kg.
Kemudian Syerina turun di 63 Kg, Dicky Zulfikar di kelas 50 Kg dan Nadiah Husniah turun di kelas 57 Kg.

Pelatih Judo Banten Haerviner mengatakan anak asuhnya sudah masuk tiga besar di Banten.

“Kami tiba tanggal 25 September kemarin. Kondisinya akibat pandemi covid-19 PON XX Papua yang seharusnya digelar tahun lalu (2020-red) tertunda jadi tahun ini. Tentu saja, persIapan memang terganggu karena program diubah lagi tapi semua berjalan lancar. Target kami satu medali emas,” katanya saat ditemui media di sela-sela latihan di kompleks Venue Graha Eme Neme Yauware pada Minggu (26/9).

Haerviner menuturkan Amanah Nur Istiqomah merupakan atlet Pelatnas yang pernah main di Asian Games 2018 langsung menghadapi juara dunia, meskipun belum meraih prestasi.

Sementara, Syerina pernah mewakili Indonesia di Sea Games 2019 di Filipina untuk kelas beregu keluar sebagai juara dua.

“Saya optimis mereka bisa, dengan latihan rutin walaupun pandemi pasti bisa. Kami latihan mandiri dan TC di Tangerang sejak tahun kemarin. Ini pertama kali ke Papua. Bagus, tapi kalau siang panas sekali, kita berkeringat tanpa lari. Gerak sedikit sudah keringat,” ungkapnya.

Haerviner menerangkan dalam olahraga judo menggunakan sistem ranking.

“Karena PON event-nya setiap empat tahun, jadi mereka bisa main kalau masuk ranking delapan atau sepuluh besar dari Panitia Besar (PB) PON. Kumpulan poin adalah dari setiap mereka juara event nasional, tinggal diakumulasi setelah empat tahun barulah poinnya keluar,” jelasnya.

Ia menambah atlet utusan dari Banten hanya memberangkatkan yang masuk tiga besar alasan keterbatasan anggaran.

"Kami berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk Banten. Tim kuat yang patut diwaspadai adalah Jabar, DKI Jakarta dan Bali,” pungkasnya. (HumasPPM/Elfrida)

PON Papua Jadi Insipirasi Rakyat Indonesia, Bangkit dari Pendemi Covid-19

Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), membuka pertandingan Cabor Panjat Tebing PON XX di Jalan SP 2 Poros SP 5 Kabupaten Mimika, Senin (27/9/2021). Foto : Humas PPM/Marselinus Nara

MIMIKA, BM

Zannuba Ariffah Chafsoh atau lebih familiar Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Periode 2019-2023, mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sebagai inspirasi untuk bangkit dan pulih dari pandemi Covid-19 masih mewabah secara global, termasuk di wilayah nusantara ini.

"Kita berharap PON kali ini bisa jadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit dari Covid 19. Hanya dengan disiplin dan komitmen kuat dan  hanya dengan kekompakan kita bisa mengatasi pandemi,"kata Yenny dalam sambutannya saat membuka pertandingan  Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing PON XX di Venue Panjat Tebing Jalan SP 2 Poros SP 5 Kabupaten Mimika, Senin (27/9/2021).

Menurut Yenny, PON XX Papua sangat istimewa.

“Ada tiga keistimewaan PON XX Papua, pertama, PON XX Papua dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Ditengah tantangan yang dihadapi secara global, Indonesia tetap memiliki tekad yang kuat dan bisa menyelenggarakan PON XX.

Kedua, istimewanya PON XX karena baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia Timur dan sangat luar biasa.

Ketiga, fasilitas stadion yang luar biasa, termasuk Venue Panjat Tebing menjadi salah satu fasilitas olahraga paling megah di Indonesia.

Dari keistimewaan ini, diyakni pertandingan di Mimika akan mengukir sejarahnya sendiri.

“Kita berharap dari pertandingan kali ini ada juga atlet tuan rumah yang mampu mengukir prestasi yang luar biasa dan secara berjenjang sampai ke olimpiade nantinya," harap Yenny.

Hal menarik lainnya, 27 kontingen dari seluruh Indonesia,yang akan memperebutkan 16 medali emas dalam kejuaraan ini diikuti atlet-atlet Indonesia yang  sudah memiliki  prestasi, tidak hanya di tingkat nasional, tapi sudah mendunia.

Adapun ke 27 kontingen  yang akan bertarung pada Cabor Panjat Tebing PON XX, diantaranya Jawa Timur,Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah,Banten, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, serta Jambi.

Lainnya, Riau, Sumatra Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Bali, Papua, NTB , Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (Humas PPM/Marsel Balawanga)

 

 

Reynold Ubra : Jika Masih Mau Ada Penonton PON XX di Mimika, Jangan Lagi Terulang Hal Ini

Koordinator Bidang Kesehatan PB PON Cluster Mimika, Reynold Ubra didampingi Koordinator Bidang Pemasaran, memberikan keterangan pers di Media Centre, Minggu (26/9) 

MIMIKA, BM

Dua even pertandingan PON XX sedang berlangsung yakni futsal dan terbang layang untuk Cluster Mimika.

Namun Cabang Olahraga (Cabor) Futsal mendapatkan sorotan yakni pada laga Maluku Utara vs Sulewesi Selatan dan Papua vs NTB.

Hal ini karena pada saat dua laga ini dipertandingkan, sejumlah hal yang menjadi perhatian terkait penerapan protokol kesehatan jadi perhatian serius.

Dalam Press Conference yang dilaksanakan di Media Centre, Minggu (26/9), kepada awak media Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang adalah Koordinator Bidang Kesehatan PON, Reynold Ubra menanggapi hal tersebut.

Menurut Reynold, sejak berlangsungnya dua even tersebut Mimika sudah menjadi tuan rumah yang baik hanya saja masih ada beberapa catatan yang perlu untuk dievaluasi.

“Dari dua even yang dilaksanakan yang penting ditindaklanjuti yakni futsal. Pertama, ketika kontingen Sulawesi Utara tampil melawan Maluku Utara euforianya sangat tinggi. Kedua saat laga NTB vs Papua, antusias masyarakat tinggi sehingga kami tidak bisa melarang masyarakat menonton,” katanya.

Ia melihat bahwa protokol kesehatan (prokes) saat dua laga tersebut mungkin dilaporkan panpel sudah berjalan baik namun sebenarnya tidak berjalan secara maksimal.

“Membeli tiket secara online dan ketika masuk dilakukan pemeriksaan, hanya saja yang disyaratkan oleh Kemenpora adalah prokes pada indoor harus ketat dimana penonton seharusnya 25 persen saja namun kemarin lebih,” ungkapnya.

Ia menegaskan agar panitia penyelenggara juga memperhatikan hal ini. Reynold mengatakan jarak duduk harus 2 meter dengan kapasitas penonton 25 persen atau hanya 375 orang untuo Venue Futsal.

“Yang sudah berjalan tidak ada penonton yang boleh bawa air minum, makanan dan rokok. Alat musik tidak boleh dibawa tetapi beberapa ada yang bawa termasuk poster. Itu tidak boleh dibawa,” imbuhnya.

Reynold kembali menegaskan bahwa penonton indoor sesuai prokes, tidak boleh berteriak dan masker tetap harus terpasang.

Selain itu, dalam pertandingan indoor tidak disyaratkan untuk penonton yang memiliki komorbid, lanjut usia, anak-anak dibawah usia 12 tahun dan ibu hamil.

“Selama duduk tempat yang sudah ditentukan tidak boleh berpindah sampai pertandingan selesai. Di malam hari tidak boleh ada konvoi,” ujarnya.

Reynold mengingatkan bahwa masyarakat Mimika sudah menjadi tuan rumah yang baik dan prokes di Mimika bisa menjadi contoh. Hanya saja jika kejadian seperti dua pertandingan kemarin terulang lagi maka pertandingan terancam tanpa penonton.

“Ada reward untuk supporter yang menerapkan prokes. Jika kita masih ingin tetap mendapatkan euforia namun prokes diabaikan maka kasihan kalau atlet kita bertanding tanpa ada dukungan atau penonton," tandasnya. (Elfrida)

Top