Olah Raga

Walau Menang, Tim Futsal Kepri Pulang Kampung! Pelatih Minta Maaf

Mananajer Tim Futsal Kepulauan Riau, Sandro Megio saat conference pers /Foto : Alqodri Muhammad/humasPPM

MIMIKA, BM

Tim Futsal Kepulauan Riau tidak dapat berbuat banyak pada perhelatan PON XX Papua Tahun 2021 sehingga walaupun menang melawan Sumatera Utara (6-4) pada Selasa (28/9) kemarin, mereka tetap pulang kampung tanpa prestasi.

Pasalnya selama empat kali pertandingan, di tiga pertandingan awal, mereka selalu kalah. Bahkan, Tim Futsal Kepri merupakan salah satu tim yang paling banyak menerima kebobolan.

Bagaimana tidak, saat meladeni NTB di pertandingan awal, mereka kalah 1-9. Melawan Kalimantan Barat, Kepri malah kalah hingga 4-10.

Asa menjaga setitik harapan, Tim Futsal Papua malah membunuh harapan anak-anak Kepri untuk melaju ke babak semi final akibat kalah 3-6 di pertandingan ketiga.

Tersingkir dari grup A, Mananajer Tim Futsal Kepulauan Riau, Sandro Megio meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mendukung dan menaruh harapan pada tim ini.

"Maaf, dari kami (tim futsal Kepri) hanya bisa memberikan tiga poin selama pertandingan (PON XX) ini," kata Aris saat Jumpa Pers usai menang melawan Sumatera Utara di babak akhir penyisihan grup, Selasa, (28/9) di Gor futsal Timika.

Manager Sandro Megio mengatakan, segala upaya telah dilakukan agar timnya beprestasi di PON Papua, namun semua tidak berjalan sesuai harapan.

"Meskipun kita sudah tidak berpeluang lagi tetapi di laga melawan Sumut ini kita tampil habis-habisan dan tanpa beban, sehingga hasilnya menang," ujarnya.

Untuk diketahui, klasemen futsal grup A PON XX 2021 kini dipimpin tim Futsal Provinsi Papua. Mereka menempati posisi teratas dengan raihan sempurna 9 poin.

Hasil sempurna diraih berkat kemenangan 2-1 atas tim Futsal Sumatera Utara (Sumut), menang 6-3 atas Kepri dan memang 3-2 melawan tim Futsal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah tiga kali bertanding, Tim Futsal Papua masih menyisahkan 1 laga lagi yakni menghadapi Tim Futsal Kalimantan Barat (Kalbar), hari ini Rabu (29/9).

Posisi kedua di grup A ditempati NTB dengan 6 poin, disusul Kalbar dengan 3 poin, Sumatra Utara 3 poin dan Kepulauan Riau juga 3 poin namun hasil dari empat kali bertanding.

Sedangkan di Grup B, Jawa Barat berada di posisi teratas dengan 9 poin, disusul Sulsel  7 poin, Jawa Timur 5 poin, Banten 1 poin dan Maluku Utara yang berada di dasar buncit dengan belum mengoleksi poin dari 3 kali bertanding. (Humas PPM/Kodir/Ronald Renwarin)

Besok Digunakan Tanding, Arena Pertandingan Cabor Judo di Mimika Berstandar Internasional

Arena pertandingan judo telah siap untuk digunakan (Foto : Humas PPM/Elfrida Sijabat)

MIMIKA, BM

Arena pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) judo pada PON XX Papua tahun 2021 di Graha Eme Neme Yauware berstandar internasional.

Tim Technical Deligate (TD) dan Panitia Pelaksana (Panpel) Judo menyatakan persiapan telah 100 persen untuk digunakan.

“Memasuki Graha Eme Neme Yauware, kita dapat melihat arena pertandingan yang mengagumkan dan ini berstandar internasional,” ujar Perry Pantouw, Technical Deligate (TD) Judo saat ditemui media di venue judo, Selasa (28/9).

Perry mengatakan matras yang digunakan untuk atlet didatangkan langsung dari Cina.

“Matras ini sudah di-approve oleh International Judo Federation (IJF). Matras nomor satu termasuk panggungnya. Arena ini sudah standar internasional sehingga Mimika bisa gelar kejuaraan dunia. Ini memenuhi syarat internasional,” katanya bangga.

Selain matras, dalam arena juga disediakan empat tribun, yakni satu VIP, dua untuk penonton dan satu untuk atlet yang belum bertanding.

“Saya harap judo di Papua maju dan dapat menggelar kejuaraan dunia di sini. Barangnya sudah ada dan nantinya menjadi milik Mimika, sehingga semoga dapat dimanfaatkan dengan baik,” harapnya (HumasPPM/Elfrida Sijabat/ Antonius Juma)

Api PON Panasi Kota Timika, Bupati Mimika: Kita Tunjukkan Papua Bisa Jadi Tuan Rumah

Legenda atlet nasional sekaligus pemegang rekor nasional Dasalomba Yulius Uwe menyerahkan api PON XX Papua 2021 ke Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Pendopo Rumah Negara Kabupaten Mimika, Selasa (28/9/) Foto: Humas PPM PB PON XX /Sevianto Pakiding

MIMIKA, BM

Setelah mendarat di Bandara Mozes Kilangin pada Selasa (28/9/2021), api PON yang dibawa dari Biak langsung dibawa ke Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mimika, Kelurahan Karang Senang SP 3.

Tarian Ipuya dari Suku Kamoro, menyambut rombongan kirab api PON saat memasuki halaman pendopo pukul 12.35 WIT.

Pasukan kirab api PON XX Papua 2021 terdiri dari dua pasukan yakni atlet nasional dan atlet legendaris.

Mereka adalah Sntia Tri Kusuma, atlet balap sepeda, Muhammad Bima Abdi Negara, atlet tenis meja dan Julius Uwe, atlet legendaris Mimika yang pernah membawa obor di SEA Games serta Maria Natalia Londa, atlet atletik.

Selain itu ada juga pasukan inti yang merupakan gabungan TNI dan Polri dan pasukan tim terbang kirab api PON.

Julius Uwe, selanjutnya menyerahkan obor api PON kepada Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH didampingi Wakil Sekretaris Umum PB PON Papua, Karolus Boli.

Setelah menyalakan obor berukuran besar berbentuk tifa, Bupati Omaleng kembali menyerahkan obor api PON untuk pelepasan pasukan kirab PON XX Papua 2021 guna melanjutkan kirab di seputaran Kota Timika.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH mengatakan, masyarakat Papua khususnya Mimika sedang menyaksikan sejarah bagi Papua, dimana pesta olahraga terbesar di Indonesia dilaksanakan.


Yulius Uwe saat membawa api PON XX. (Foto Humas PPM/Sevianto Pakiding) 

"Rakyat Papua patut berbangga karena kepercayaan yang diberikan negara untuk menyelenggarakan PON di tengah dinamika keraguan berbagai pihak, terlebih di tengah pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia,” jelasnya.

Keraguan ini ditegaskan Bupati Mimika, harus dijawab dengan bukti nyata bahwa Papua bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh masyarakat di Indonesia, yang datang ke Bumi Cenderawasih.

PON di Papua lanjutnya, bukan sekadar pesta olahraga, tetapi juga untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemerataan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Indonesia timur.

“Dengan semangat sportivitas, mari kita tunjukkan bahwa Papua juga bisa menjadi tuan rumah yang baik, dalam melaksanakan Pekan Olahraga Nasional, yang baru pertama kalau dilaksanakan di luar Pulau Jawa dan Sumatera ini,” ujar Bupati Omaleng.

Api PON yang sudah tiba di Mimika dikatakan Bupati, melambangkan semangat, keberanian dan tanggungjawab seluruh rakyat Papua, agar wajib menyukseskan jalannya PON XX di Papua.

Sebab menurutnya, kesuksesan pelaksanaan PON akan mengangkat harkat dan martabat rakyat Papua dalam menjawab keraguan, yang selama ini disematkan berbagai pihak, apalagi dilaksanakan di tengah berbagai persoalan dan pandemic Covid-19.

“Kesuksesan pelaksanaan PON khusus di Kabupaten Mimika akan membuka mata semua pihak, bahwa pembentukan Provinsi Papua Tengah dengan ibukota Timika tidak perlu diragukan lagi. Silahkan anda menilai layak atau tidak,” tandas Bupati.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat menyampaikan sambutan (Foto Humas PPM/Sevianto Pakiding)

Wakil Sekretaris PB PON, Karolus Boli sangat mengapresiasi bupati Mimika, sebagai salah satu bupati di Papua yang sangat semangat mempersiapkan PON Papua.

Api PON sudah tiba di Kabupaten Mimika sebagai perwakilan wilayah adat Mee Pago. Ia mengungkapkan, api PON dikirab di lima wilayah adat yakni di Biak untuk Saireri, Timika – Mee Pago, Wamena – La Pago, Merauke – Anim Ha dan Jayapura – Tabi.

Rute perjalanan udara menempuh jarak 3.367 kilometer. Sedangkan darat 191 kilometer dan melewati danau 20 kilometer sebelum memasuki Stadion Lukas Enembe.

Kirab secara harafiah adalah, perjalanan beriring-iringan secara teratur. Kirab api PON adalah sebuah tradisi perjalanan api abadi dari satu kota ke kota selanjutnya, dengan tujuan menyebarkan kobaran semangat dan simbol kehangatan dalam berkompetisi secara sportif.

Bentuk obor PON XX Papua 2021 merupakan perwujudan dari kebudayaan khas Papua yang bermakna kesetaraan, kemurnian dan kekuatan. Bentuknya terinspirasi dari alat musik kebanggaan Papua yaitu Tifa yang mengartikan sikap keteguhan dan keberanian masyarakat Papua.

Di bagian atas obor terdapat motif segitiga berwarna kuning keemasan. Ini menggambarkan sebagai gunung yang membawa pesan, karena Papua dikaruniai sumber kekayaan alam yang melimpah. Warna kuning melambangkan kejayaan. Serta dihiasi motif atau ukiran khas Papua untuk mewakili keberagaman budaya Papua.

Selain obor, ada juga lentera api abadi yang berfungsi menyimpan api cadangan, dalam pelaksanaan kirab yang didampingi pasukan kirab terdiri dari pasukan inti, pasukan terbang dan atlet.

Di setiap kabupaten/kota rangkaian kirab api PON ditempatkan sebuah tungku yang dinyalakan dengan api dan obor PON sebagai simbolnya semangat persaudaraan dan olahraga di seluruh wilayah Papua, sebagai daerah penyelenggara PON XX Papua Tahun 2021. (HumasPPM/Selvi/Sianturi)

Top