Olah Raga

Tiga Atlet Judo Jabar Bungkus Emas PON di Mimika

Pertarungan sengit dua pejudo asal Jawa Timur, Muhammad Fauzi dan Jawa Barat Imam Maulana di hari pertama pembukaan PON XX 2021 di Cabor Judo (Foto : Kristin Rejang)

MIMIKA, BM

Anggun Nurajijah, Dewa Kadek Rama Warma dan Toni Irawan merupakan tiga atlet Judo asal Jawa Barat yang berhasil menyabet emas di masing-masing nomor yang mereka ikuti pada hari pertama penyelenggaraan PON di Venue Eme Neme Yauware, Mimika, Kamis (30/90 kemarin.

Anggun Nur Ajijah di kelas -45 Kg wanita memperoleh emas setelah berhasil mengalahkan Luh Eka Meidiani Pujahasita, atlet Jawa Timur.

Di nomor ini, perunggu diraih Tiwi Anjelina atlet asal Bali usai mengalahkan Afifah Raudhiatul Jannah dari DKI Jakarta dan Nirza dari Papua yang berhasil mengalahkan Suci Febriani Atlet dari Jambi dengan persaingan sengit.

Dewa Kadek Rama Warma, di kelas -66 kg menyumbang medali emas untuk Jawa barat, setelah mengalahkan Mochammad Saiful Raharjo dari Jawa Timur (Jatim).

Untuk mencapai puncak kemenangan ini, Dewa Kadek Rama Warma harus melaluinya dengan susah payah. Ia baru mengukirkan namanya sebagai penerima medali emas bagi Jawa Barat setelah di 19 menit terakhir di golden score, mampu menaklukan Mochammad Saiful dengan kemenangan mutlak (ippon).

Sementara medali perunggu di kelas -66 kg ini diraih I Putu Sukarya Yasa asal Bali usai mengalakhkan Tubagus Dinda Maulio asal Lampung. Perunggu juga diraih oleh Budi Prasetiyo asal DKI Jakarta, yang sukses mengalahkan Rudi Firmansyah asal Jambi di babak golden score, walau tangan kanannya mengalami cedera.

Sementara Toni Irawan yang juga berhasil mengukir emas untuk Jawa barat di kelas -60 kg berhasil mengalahkan Aditya Wahyudi, judoka asal Sulawesi Selatan.

Di kelas -45 kg, Toni Irawan juga harus berjuang keras untuk memperebutkan emas karena lawannya termasuk tangguh dalam bertanding.

Kehebatan dua atlet judo cukup seimbang sehingga dalam laga ini, keduanya terus berusaha sekuat tenaga menampilkan teknik terbaik untuk mencapai kemenangan.

Baik Irawan maupun lawannya, mereka sama-sama menunjukan penguasaan dalam olahraga yang mereka guluti ini dengan menunjukan berbagai varian teknik mengunci, hingga bantingan dan beberapa teknik judo lainnya.

Selain Irawan dan Aditya Wahyudi yang mendapatkan emas dan perak, pada nomor ini, judoka asal Papua yakni Moch Kaisar Maulana dan Muhammad Alfiansyah dari DKI Jakarta berhasil meraih perunggu setelah mengalahkan lawan masing-masimg yakni Ungkap Lubis asal Aceh dan judoka Bali, Made Aryanta. (Humas PPM/ Elfrida Sijabat/Kristina Rejang/Anton Djuma)

Di Bimtek, 30 Panpel Tarung Derajat Dipesankan Tanggung Jawab Sukseskan PON XX

Bimtek Tarung Derajat, Selasa (28/09/) dan Rabu (29/09) di Diana Hotel. Foto : Humas PPM/Rahmat Januari

MIMIKA, BM

Sebanyak 30 Panitia Pelaksana (Panpel) Cabang Olahraga (Cabor) Tarung Derajat, selama dua hari Selasa (28/09) dan Rabu (29/09) telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di aula Lt.5 Horison Diana Hotel - Timika.

Bimtek ini lebih menekankan pada tanggung jawab bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Cabor Tarung Derajat pada PON XX Papua di Sub Klaster Mimika ini.

Kegiatan Bimtek Panpel Cabor Tarung Derajat ini dibuka langsung Wakil Ketua I Bidang Pertandingan  Arena dan Upacara Sub PB PON Klaster Mimika, Yulianus Sasarari.

Sasarari berpessan agar Panpel juga menjadikan momen penyelenggaraan PON XX 2021 Papua ini sebagai suatu kebanggaan, karena negara telah memberikan kepercayaan kepada Papua untuk menjadi tuan rumah.

“Seperti slogan yang kita buat, “Torang Bisa.” Kata ini harus kita pertanggung jawabkan karena dengan kata ini, seluruh daerah mulai dari Sumatera sampai Merauke yakin bahwa kita mampu menjadi tuan rumah. Untuk itu, meski dalam masa Pandemi Covid-19 kita harus tetap menjalankan amanat yang diberikan Presiden Republik Indonesia  kepada kita,” ujar Sasarari.

PON selama ini lanjut Sasarari, hanya bisa disaksikan di televisi oleh semua orang di Papua ini, tetapi kali ini, Papua menjadi penyelengaranya dan bisa terlibat langsung didalamnya.

“Jadi, kIta beryukur karena Mimika bisa menjadi tuan rumah dan kita berharap pasca PON nanti, bisa lahir atlet-atlet baru, khususnya di Cabor Tarung Derajat ini dari Kabupaten Mimika dan secara umum dari Tanah Papua,” ucapnya memberi semangat.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Panwasrah Sub PB PON Klaster Mimika, Dr Alman Hudri M.PD, yang mengatakan bahwa PON XX Papua tahun 2021 merupakan satu kebahagiaan, karena Papua khususnya Klaster Mimika menjadi tuan rumah pertandingan Cabor Tarung Derajat ini.

Dirinya berharap semua bisa berjalan lancer dan setiap prestasi bisa dicapai dengan maksimal. Tidak hanya Papua yang akan bangga tetapi juga negara NKRI karena PON XX bisa terlaksana dengana baik dan sukses.

“Tentu kita harapkan dari pertandingan ini adalah pretasi yang akan membanggakan provinsi masing-masing, khususnya negara dan bangsa kita. Selain itu kami juga berharap agar olaraga ini bisa mendunia,” ungkapnya.

Alman Hudri juga mengingatkan, jika ingin semuanya terwujud maka melalui PON XX 2021 Papua ini sedini mungkin sudah dapat dilakukan prospek terhadap event-event besar, kejuaraan multi event seperti Olimpiade, Asian Games, ataupun Sea Games.

Ketua Cabor Tarung Derajat Provinsi Papua, dr. Nikodemus Kogoya berharap agar Delegasi Teknikal (TD) Tarung Derajat Klaster Mimika memberi dukungan penuh, agar Papua bisa menjadi Juara Umum.

“Kita melakukan Bimtek agar saat pertandingan nanti masing-masing Panpel dapat mengetahui, apa yang harus dilakukannya, tingkat koordinasinya seperti apa jika terjadi hal-hal yang tidak dingingkan. Dengan Bimtek ini semua Panpel dapat melihat dengan jelas bagaimana tupoksinya” jelas Nikodemus.

Karenanya, tugas utama Panpel harus bisa dijaga agar situasi pertandingan nanti dapat dibantu agar berjalan baik dan tetap kondusif, namun tetap pada koridornya.

Hal senada juga disampaikan Delegasi Teknikal Cabor Taring Derajatm  H Noves Narayana, SE., M.Si bahwa kegiatan Bimtek ini telah dibatasi karena alasan Pendemi Covid-19.

“Kita semua harus perlihatkan semanggat kita untuk saling mengingatkan agar pertandingan Cabor Tarung Derajat nanti bisa berjalan baik,” tuturnya.

Kegiatan tidak bisa berjalan baik jika masing-masing Panpel tidak mengetahui tugasnya masing-masing.

“Intinya, semua harus mengetahui tugasnya masing-masing jika ingin event ini sukses,” tegas Noves mengingatkan. (Humas PPM/Indriyani Pariuri/Rina/Ronald)

 

Atasi Jateng Dengan Susah Payah, Tim Basket Putra Jabar Perhitungkan Kekuatan DKI Jakarta



Pemain Jateng saat berusaha menghalangi pemain Jabar (Foto: Humas PPM/Joseph Situmorang)

MIMIKA, BM

Pertandingan bola basket 5x5 putra Jawa Barat (Jabar) vs Jawa Tengah (Jateng) pada babak penyisihan grup A PON XX Papua, Rabu (29/9/2021) berlangsung sengit.

Pada quarter pertama, Jabar unggul lima poin dari Jateng 23-18. Namun hal ini tidak membuat Habib Tito Aji sang kapten Jateng dan teman-temannya menyerah.

Mereka terus mengejar. Sayangnya, permainan Yudha Saputra CS jauh lebih baik, sehingga berhasil menyelesaikan quarter kedua dengan poin 46-37.

Pada kuarter ketiga permainan Jateng semakin apik. Habib Tito Aji CS berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan 65-65.

Masuk quarter keempat, ritme permainan sangat ketat. Kedudukan poin kedua tim terus bergantian. Riuh suporter keduanya membuat gedung MSC bergemuruh. Lima menit jelang akhir pertandingan Jateng sempat unggul 75-73.

Namub, kedudukan ini tidak bisa dipertahankan Habib Tito Aji CS hingga pertandingan usai Jabar malah unggul lima poin 88-83.

Pelatih tim Jabar, Ricky Gunawan mengatakan permainan anak asuhnya kali ini belum begitu konsisten. Pasalnya di quarter ketiga, tempo permainan Yudha Saputra Cs mulai menurun. Padahal start awal sangat baik.

“Permainan hari ini sebenarnya startnya kita bagus. Cuma ternyata masuk quarter berikut kita masih naik turun. Itu yang mungkin harus dibenahi untuk permainan berikutnya. Kami belum konsistenlah,” ungkapnya saat diwawancarai di ruang press conference.

Meski telah dikalahkan di babak penyisihan, namun Ricky mengakui jika Jateng adalah lawan terberat timnya.

“Kalau di PON semua tim berat. Cuma mungkin Jawa Tengah sama DKI Jakarta lawan paling berat,” tuturnya.

Ia pun menargetkan akan kembali mendapatkan medali emas, mempertahankan juara dua kali berturut-turut.

Yudha Saputra mengakui di quarter keempat Jateng begitu tangguh, namun karena niat dan kemauan timnya untuk menang begitu besar, sehingga mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik.

“Jadi karena semangat kita yang pengen menang akhirnya kita jauh lebih unggul. Pertandingan ini sangat menguntungkan, karena kita starnya sudah bagus. Kedepannya kita harus lebih bagus lagi karena kita punya start bagus,” ungkapnya.

Sedangkan Pelatih Tim Jateng, Xaverius Wiwid mengatakan akan kembali memperbaiki strategi permainan Habib Tito Aji Cs dalam game berikutnya melawan Kalimantan Selatan pada Jumat (1/10/2021).

“Anak-anak penampilannya bagus. Tapi kitakan ketemu juara bertahan. Sisa permainan kita akan perbaiki lagi. Target kita yah medali emas,” ungkapnya.

Adapun pencetak poin terbanyak di tim Jabar adalah Yudha Saputra 24 poin sementara di tim Jateng, poin terbanyak dicetak sang kapten Habib Tito Aji 44 poin. (Anti Patabang/Stefanus Ambing)

Top