Punya Banyak Potensi Daerah, Wakil Bupati Kemong : Mimika Terbuka Bagi Dunia Usaha

Foto bersama para peserta kegiatan dengan narasumber dan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mimika menggelar kegiatan forum diskusi Penetapan Kebijakan Daerah Mengenai Pemberian Fasilitas/Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal Hotel Grand Tembagapura, Rabu (10/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, narasaumber dari Akademisi Jusuf Kalla School of Goverment Universitas Mudahamdiah Jogjakarta, Dr. Edi Suandana, Tenaga Ahli Fauzan Ilmar dan Konsultan Agung Krisna Bayu.

Dr. Edi Suandana, mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu melakukan koodirnasi dengan Bappenas terkait investasi lima tahunan 2025-2030.

“Investasi di tahun 2025-2020 jumlahnya 13 ribu triliun. Sebelumnya hanya 6 ribu triliun di lima tahun sebelumnya. Dengan kenaikan dua kali lipat ini maka effort kita harus kuat. Ada kekhawatiran target tercapai atau tidak? Apa yang harus dilakukan?,” ungkapnya.

Menurutnya, forum diskusi Penetapan kebijakan Daerah Mengenai Pemberian Fasilitas/ Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal yang dilakukan Pemda Mimika saat ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pencapaian investasi yang tinggi itu.

Diakui Edi Suandana, Kabupaten Mimika memiliki peluang besar dalam investasi karena potensi daerah seperti perikanan, peternakan, perkebunan termasuk keberadaan PT Freeport Indonesia dan keberadaan gunung Cartenz.

“Mimika juga punya sumber alam lainnya sepeti keberadaan pohon bakau yang keunggulannya sudah diakui dunia. Semua ini harus dikelola dan diberdayakan. Dan kami sangat meyakini kedepan investasi di mimika sesuai dengan target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Walau demikian, ia mengakui bahwa Mimika juga memiliki tantangan lain yang bisa membuat investasi berjalan tidak maksimal.

Tantangan yang dihadapi diantaranya seperti faktor keamanan, aksesibilitas pasar dan akselerasi serta perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak.

“Mimika harus menjadi daerah yang ramah investasi dan terbuka. Saran kami, terus dorong investasi tapi harus yang berkualitas dan berkelanjutan,” paparnya.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutan mengatakan pemerintah daerah sangat menyadari bahwa dunia usaha merupakan salah satu pilihan utama mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Oleh karena itu kami berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Wabup Kemong, sebagai bentuk nyata dan komitmen tersebut, pihaknya memberikan insentif dan kemudahan usaha yang dituangkan dalam berbagai kebijakan daerah baik berupa pengurangan pajak dan retribusi daerah, percepatan perizinan hingga fasilitasi investasi dan pengembangan UMKM.

“Kami ingin menyampaikan bahwa Mimika terbuka bagi dunia usaha. Kami mengundang semua pihak baik pelaku usaha lokal maupun investor dari liar daerah untuk bersama-sama membangun Mimika yang lebih maju,” ungkapnya.

Menurut Wakil Bupati Emanuel Kemong, pemerintah daerah hadir sebagai mitra, bukan hanya sebagai regulator.

“Kami ingin menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan berlandaskan keadilan dan berkelanjutan. Kami tidak bisa bekerja sendiri, kita butuh kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan semua pemangku kepentingan dalam membangun Mimika jadi lebih baik terutama dalam hal investasi,” ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Top