DLH gelar Sosialisasi IRLH dan Launching Program Mitra Hijau Mimika Rumah Kita
Foto bersama di sela kegiatan
MIMIKA, BM
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika menggelar Sosialisasi Indeks Respon Lingkungan Hidup (IRLH) dan Launching Program Mitra Hijau Mimika Rumah Kita pada Senin (8/12/2025).
Sekretaris DLH Michael Alik Lembang mengatakan IRLH dirancang untuk mengukur efektivitas upaya daerah dalam memperbaiki kualitas lingkungan.
“Penilaian ini tidak sekedar mencatat kegiatan administratif atau seremonial melainkan berfokus pada hasil konkrit seperti membaiknya kualitas udara, meningkatnya tutupan lahan hijau atau menurunnya beban pencemar di sungai dan pesisir,” katanya.
Lanjutnya, dengan IRLH setiap daerah akan dinilai dari dua sisi utama yakni upaya yang dilakukan dan hasil yang dicapai.
Adapun indikator dasar penilaian yakni perencanaan, kebijakan, alokasi anggaran, kapasitas sumber daya manusia (sdm), pelaksanaan kegiatan hingga inovasi dan keterlibatan publik.
“Yang lebih penting lagi, hasil penelitian ini akan dipublikasikan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana pemda serius melindungi lingkungannya,” ujarnya.
“IRLH Mimika baru mencapai 4.80 persen yang menunjukkan masih perlu meningkatnya responsivitas dan keterlibatan seluruh pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup,” imbuhnya.
Dari sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang IRLH sebagai alat ukur kinerja lingkungan daerah, mendorong pemda (provinsi, kabupaten/kota) untuk lebih responsif terhadap isu lingkungan dan menjadi dasar evaluasi dan penentuan arah kebijakan lingkungan kedepan.
Pada hari ini juga diluncurkan Program Mitra Hijau Mimika Rumah Kita sebagai komitmen pemda Kabupaten Mimika melalui DLH dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan keindahan kawasan perkotaan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika Inosensius Yoga Pribadi.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Mimika Inosensius Yoga Pribadi mengatakan IRLH merupakan instrumen strategis untuk mengukur seberapa cepat dan efektif pemerintah daerah merespon persoalan lingkungan hidup sekaligus melengkapi indikator Indeks Kualitas Lngkungan Hidup (IKLH) yang selama ini menjadi dasar evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan.
Adapun yang menjadi tujuan utama IKLH yakni meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, memperkuat capaian IKLH, mendorong sinergi pembangunan lingkungan dan ekonomi masyarakat serta membangun sistem pemantauan kualitas lingkungan yang akurat untuk pengambilan keputusan dan edukasi publik.
“Pada tahun 2024, IKLH Mimika capai nilai 82,12 persen (kategori baik). Namun, IRLH kita baru capai 4,80 persen, yang menunjukkan masih perlunya peningkatan responsivitas dan keterlibatan seluruh pihak dalam pengelolaan lingkungan hidup,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, ia berharap akan muncul kesadaran, pemahaman dan komitmen bersama untuk memperbaiki kondisi lingkungan kita. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
“Hari ini juga menandai lahirnya sebuah momentum perubahan, sebuah langkah besar menuju Mimika yang lebih indah, bersih, sehat, tertib dan berkelanjutan,” tandasnya.
Ditambahkan Staf Ahli Yoga sebagai salah satu pilot project Smart City, Mimika berkomitmen mewujudkan tata kota yang modern dan humanis melalui pilar smart enviroment, dimana pembangunan lingkungan harus berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu tantangan nyata kita adalah kondisi median jalan yang selama ini masih banyak yang gersang, tidak tertata dan kurang memiliki nilai estetika.
“Melalui penataan yang baik, median jalan dapat menyerap air hujan, mengurangi panas dan polusi, menjadi wadah habitat vegetasi kota serta memperindah tampilan kota Timika,” tukasnya.
Lanjujtnya, inilah semangat yang melahirkan program Mitra Hijau Mimika Rumah Kita. Sebuah gerakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha (CSR) dan masyarakat dalam mewujudkan ruang hijau median yang tertib, indah dan edukatif.
“Program bukan sekedar penghijauan, tetapi simbol kepedulian kolektif bahwa kita mencintai dan merawat kota ini bersama-sama,” ucapnya.
“Atas nama pemerintah saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi aksi perubahan ini. Program ini sejalan dengan “Mimika Rumah Kita” dan mendukung arah kebijakan pembangunan hijau serta transformasi Smart City,” imbuhnya.
Ia mengajak seluruh opd, perusahaan, lembaga sosial, hotel dan masyrakat untuk terlibat aktif dalam gerakan ini. Jadikan penataan median jalan sebagai pilot project yang dapat direplikasi di distrik dan kampung lainnya.
“Mari kita wujudkan ruang-ruang kota yang tertib, rindang, bersih dan indah sehingga Mimika dikenal bukan hanya sebagai kota industri tetapi sebagai kota modern yang nyaman dan ramah bagi semua,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)



