Kran Air dan Sabun Sering Dicuri, Kadis BPBD Minta Warga Jangan Jahil

Salah satu tangki air yang ditempatkan di Jalan Busiri, keran airnya dicuri warga
MIMIKA, BM
Kepala BPBD Mimika, Yosias Losu membantah anggapan sebagian orang yang menyebutkan bahwa pihaknya jarang mengisi air di tangki air yang disediakan sebagai tempat mencuci tangan akibat pandemi Covid-19.
Hal ini ia sampaikan kepada BeritaMimika, Senin (2/11) melalui telepon. Menurutnya, pengisian air selalu rutin mereka lalukan. Bahkan ada beberapa tempat yang rutin mereka lakukan pengisian dua hari sekali.
Sayangnya, ada sebagian oknum warga yang tidak bertanggungjawab menjaga keberadaan tangki air yang ditempatkan di beberapa tempat seputaran kota Timika.
"Kami selalu mobile untuk isi air dan tidak ada unsur sengaja untuk tidak mengisi. Tapi sayang ada yang selalu curi kran dan sabun. Bahkan ada yang sengaja buka kran air sampai habis di tong padahal tidak dipakai. Sabun paling sering hilang. Kami juga minta masyarakat turut membantu menjaga tong air yang sudah kami sediakan," ungkapnya.
Walau berulang terjasi, pihaknya terus melakukan perbaikan dan menggantinya jika kran air dan sabun pencuci tangan dicuri.
"Selama pandemi ini, kami pasang 120 tong air yang tersebar dari Poumako hingga SP 12. Terbanyak di seputaran kota dan tempat-tempat keramaian. Yang rusak dan dicuri kami selalu ganti walau ini sering sekali terjadi. Jika memang ada yang tidak terisi, kami harap warga laporkan karena ketika ada laporan petugas damkar kami langsung pergi lakukan pengisian," jelasnya.
Bukan hanya pengisian tangki air. BPBD Mimika selama pandemi ini juga mobile melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa tempat yang diminta.
"Sejauh ini paling sering kami lakukan di kantor-kantor. Jadi jika ada yang minta dilakukan penyemprotan, buat surat saja ke kami dan kami langsung ke TKP," ungkapnya. (Ronald)



