Politik & Pemerintahan

Upacara Pengibaran Bendera di Mimika Berjalan Khidmat

Pengibaran bendera merah putih oleh Paskibraka Mimika berjalan sukses dan khidmat

MIMIKA, BM

Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berlangsung khidmat, Minggi (17/8/2025).

Upacara yang dipusatkan di halaman Kantor Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP3 – Kuala Kencana dipimipin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, selaku inspektur upacara.

Pantauan wartawan dilapangan, upacara dimulai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta mengenang arwah pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan negara Indonesia.

Pengibaran bendera merah putih berlangsung lancar jaya di bawah pimpinan Danki Paskibra, Letda Erlangga K Aji, S. Tr. Han dari Lanud Yohanis Kapiyau Timika.

Bertindak sebagai pembawa baki, Mirekel Dracela Korey dari SMA N 1 Timika. Sedangkan pengibar bendera diantaranya Timothius Makamo dari SMA N 5, Deten Humawak dari SMK N 1 dan Joseph Hendry Imlabla Kermite dari SMA N 1.

Seusai pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih, rangkaian acara dilanjutkan dengan tari-tarian dari para pelajar, Pramuka dan yel-yel dari Paskibra 2025.

Selanjutnya penyerahan SK CPNS, pemberian tanda kehormatan berupa Satyalancana Karya Satya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Dan pemotongan tumpeng. (Ignasius Istanto) 

Disnakertrans Mimika Beri Pelatihan Sertifikasi Kompetensi bagi 600 Pencaker OAP dan Labeti

Foto bersama di sela kegiatan


MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kompetensi pencari kerja (Pencaker) di Kabupaten Mimika, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyelenggarakan pelatihan sertifikasi kompetensi bagi 600 peserta Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti).

Pembukaan pelatihan ini berlangsung di Hotel Horison Diana pada Rabu, 20 Agustus 2025 dan secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga mengatakan, bahwa jumlah peserta dari tahun lalu dan tahun ini sama yakni sebanyak 600 peserta karena budgetnya pun sama yakni sebesar Rp 16 miliar.

"Bedanya hanya tahun lalu mencakup 10 bidang keterampilan, sedangkan tahun ini hanya 9 bidang keterampilan,"kata Paulus.

Adapun, 9 bidang keterampilan yang diikuti ratusan pencaker ini yakni, barista, multimedia/photografer, elektrik/kelistrikan, K3, mekanik alat berat, operator alat berat, cetak batako, dan welder/pengelasan dan security/satpam.

Katanya, undang-undang cipta kerja mewajibkan pekerja maupun pencaker harus mempunyai sertifikasi keahlian. Untuk itu pemerintah daerah merespon ini dengan melakukan pelatihan-pelatihan ini.

"Dengan sertifikasi yang mereka miliki kami berharap mereka buka lapangan kerja baru. Dan sertifikasi ini juga menjadi jembatan untuk mereka bisa masuk dunia kerja. Jadi mereka harus manfaatkan itu baik,"ujarnya.

Pasalnya, jika pemerintah daerah tidak melakukan pelatihan maka jumlah pencaker akan terus meningkat dan bahkan bisa dibilang pemerintah daerah tidak respon.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah berupaya supaya dengan pelatihan ini menjadi jembatan antara dunia pencari kerja dengan dunia usaha.

"Pengalaman tahun pertama itu mereka masih pelatihan tapi perusahaan sudah ambil mereka. Jadi, pemerintah punya tugas mempromosikan peserta ke perusahaan-perusahaan,"ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, permasalahan pencari kerja di Indonesia pada umumnya, dan di Kabupaten Mimika pada khususnya, adalah ketidaksiapan mereka untuk memasuki dunia kerja itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja yang membutuhkαn.

Inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah, untuk mengatasi hal tersebut, perlu ada campur tangan pemerintah terkait bagaimana menyiapkan para pencari kerja yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, terampil, berkualitas, dan berdaya saing tinggi dengan demikian, generasi kita tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, tetapi mampu menjadi pelaku utama pembangunan.

"Skill yang diperoleh nantinya akan menjadi modal berharga untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Mimika, bahkan bisa menjadi bekal untuk membuka usaha secara mandiri. Inilah langkah nyata untuk menjadikan masyarakat Mimika sebagai masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,"pungkasnya. (Shanty Sang) 

Diskominfo Evaluasi Implementasi Smart City

Bupati John saat memberikan sambutan

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali melakukan rapat bersama Dewan Smart City untuk mengevaluasi implementasi Smart City.

Rapat dewan Smart City yang berlangsung di Hotel Horison Ultima, Rabu (13/8/2025) dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika Johanes Rettob.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Sekda Mimika Abraham Kateyau, Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan tamu undangan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga selaku Ketua Dewan Smart City Kabupaten Mimika mengatakan rapat evaluasi yang dilakukan setiap tiga bulan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana program-program Smart City telah mencapai target yang telah ditetapkan, baik dalam hal peningkatan kualitas hidup, efisiensi layanan publik, maupun dampak terhadap lingkungan.

“Hari ini kita kembali melakukan pertemuan untuk melihat kembali sejauh mana implementasi dari Smart City dan mengukur efektivitas, dampak, dan keberlanjutan program-program yang telah diimplementasikan dalam program smart city,” kata Bupati John.

Bupati John menambahkan Mimika masih bertahan sebagai salah satu Kabupaten dari 25 Kabupaten dan Kota sebagai Kabupaten Smart City.

Ia berharap OPD di Mimika terus melakukan inovasi-inovasi untuk memberikan kemudahan dalam urusan pelayanan kepada masyarakat dan juga terhadap semua instansi vertikal di Mimika agar dapat melakukan inovasi dan gagasan yang memudahkan masyarakat.

“Saya minta semua pihak berikan kontribusi kepada program Smart City. untuk mewujudkan Mimika sebagai kota Smart City perlu ada kolaborasi dari semua pihak. Kita harus kolaborasi dan jangan ada ego sektoral sehingga Mimika Smart City dapat diwujudkan nyatakan di Mimika,” ungkapnya.

Sementara itu, Robert Kambu dalam laporan panitia menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan adalah dapat menciptakan sinergi antar pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. (Shanty Sang)

Top