Bangganya Kita "Qasidah Majelis Taqlim Ar- Rahma" Warnai Pembukaan Pesparawi XIII di Timika

Menag Yaqut Cholil Qoumas melalui video testimoninya menyanpaikan dukungan terhadap penyelanggaraan Pesparawi XIII di Timika
MIMIKA, BM
Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XIII Tahun 2021 Se-Tanah Papua secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua Lukas Enembe yang diwakili oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng di MSC Timika, Sabtu (30/10) malam.
Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan tifa oleh Bupati Eltinus Omaleng didampingi Ketua LPPD Papua, Elia Laupatty dan Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribun.
Pesparawi yang mengusung tema "Aku Hendak Bernyanyi Bagi Tuhan Selama Aku Hidup" juga dihadiri oleh sejumlah bupati dan walikota di Papua, selain peserta dari 21 kabupaten kota dan tamu undangan lainnya.
Semangat toleransi terasa begitu kental dalam acara ini. Bagaimana tidak, kegiatan kerohanian umat kristen yang merupakan denominasi gereja ini diawali dengan lantunan qasidah yang dilantunkan oleh ibu-ibu Majelis Tawlim Ar-Rahma.
'Toleransi... mari kita bertoleransi. Hidup rukun dan damai bersama umat' demikian penggalan lirik ini dinyanyilan berulangkali disertai lirik 'jangan lihat suku, jangan lihat golongan karena kita semua warga Papua'
Lagu toleransi yang dibawakan mencirikan kedamaian antar suku dan golongan yang selama ini hidup menyatu di Papua.
Diharapkan, lewat momen Pesparawi ini, persatuan dan kesatuan serta keberagaman ini tetap terpelihara untuk Papua.
Pesan ini juga menjadi sangat kental dengam sub tema Pesparawi XIII yakni 'Dari Mimika untuk Kedamaian Indonesia.
Sebelum penampilan qasidah oleh Majelis Ar-Rahman, pembukaan Pesparawi XIII diawali dengan Ibadah bersama yang dipimpin oleh Ketua Klasis GPI di Papua, Pdt. Donald Salima.
Dalam khotbahnya, Pdt. Donald memberikan julikan sirene-sirene kehidupan kepada para peserta untuk menyebar kedamaian dan cinta kasih dengan berseruh kepada Tuhan dengan nyanyian.
Ia mengatakan melalui puji-pujian, maka tirai-tirai kehidupan akan dibuka.
"Kamu harus tampil menjadi sirene-sirene kehidupan untuk menyelamatkan orang. Kita harus menjadi berkat untuk orang lain,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video-video testimoni oleh Menteri Agama, Gubernur Jawa Tengah, Gubernus Papua, LPPD Papua, presiden PTFI hingga sejumlah pimpinan daerah lainnya di Indonesia, artis dan penyanyi serta toko agama.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan penampilan qasidah, acara dilanjutkan dengan defile kontingen yang membuat suasana di gedung MSC bergemuruh.
Defile kontingen tidak hanya memperkenalkan kepesertaan tiap kontingen namun juga mengenalkan profile tiap daerah yang mengikuti Pesparawi XIII Se-Tanah Papua di Mimika.
Setelah ilakukan pengibaran bendera Pesparawi, acara dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir dari juara umum Pesparawi XII, Kabupaten Biak.
Penyerahan piala bergilir yang adalah piala baru menggantikan piala lama diserahkan kepada Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.
Bupati Omaleng kemudian memberikan piala tersebut kepada Ketua Panitia Pesparawi XIII Se-Tanah Papua, yang juga adalah Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob agar diperebutkan kembali oleh tiap kontingen.
Selanjutnya, dilakukan pengambilan janji para juri serta pengukuhan oleh Pendeta Donald Salima.
Ketua Panitia Pesparawi XIII se-Tanah Papua, Johannes Rettob, dalam laporan panitianya merasa bersyukur karena kegiatan yang sempat diundur satu tahun akibat pandemi covid-19 akhirnya bisa terlaksana.
Ketua Umum John Rettob melaporkan sebanyak 21 kabupaten kota mengikuti Pesparawi XIII. Jumlah peserta mencapai 2.731 orang. Peserta laki-laki berjumlah 1.254 orang sementara perempuan 1.477.
Wabup John juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pesparawi ini sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Bidang kesehatan juga melakukan pemeriksaan malaria kepada semua peserta dan ditemukan 14 orang terkena malaria dan langsung diberikan penanganan kesehatan. Kondisi mereka juga dalam keadaan baik.
"Semua rentetan kegiatan kita siarkan langsung melalui YouTube dan TV kabel dengan maksud agar semua masyarakat Indonesia dapat menyaksikan pesta paduan suara ini di semua tempat," ungkapnya.
Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Jannus Pangaribuan berpesan agar melalui Pesparawi ke-XIII semua bisa menegakkan tema dan sub tema untuk melayani umat Tuhan, serta mengembangkan kreativitas budaya dalam tata ibadah umat Kristen.
"Kementerian agama menyambut baik Pesparawi ini. Pelaksanaan Pesparawi ini berjalan dengan tujuan meningkatkan kualitas peran hidup beragama. Sesuai dengan ajaran yang diajarkan Tuhan kepada kita. Semoga ini bukan hanya sekedar lomba saja,” harapnya.
Jannus juga memuji kesiapan Mimika dalam menyelenggarakan Pesparawi. Dengan fasilitas yang dimiliki, ia yakin Papua khususnya Mimika bisa menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional.
"Papua sekarang sudah luar biasa. Saya turun dari pesawat masuk di bandara saya bangga karena saya melihat semua perubahan ini,” ujarnya kagum.
Sementara itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat membacakan sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe menyambut baik pelaksanaan Pesparawi XIII karena akan meningkatkan nilai-nilai berbangsa dan bernegara.
Dengan Pesparawi bisa membangun sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa serta memperkokoh kesatuan bangsa melalui denominasi gereja.
"Pesparawi ini dijadikan dalam bentuk nyanyian dan pujian kepada Tuhan, saya mengutip firman Tuhan aku akan menyanyi dan memuji dengan roh tetapi aku akan menyanyi dengan akal budiku," kara bupati.
Menurutnya, Pesparawi bukan lagi kegiatan yang baru namun sudah biasa diadakan dan diikuti oleh umat kristiani.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak termasuk masyarakat Mimika yang ikut andil demi terselenggaranya Pesparawi di Mimika.
"Harapan kita semua kegiatan Pesparawi dan Konferensi Kingmi diberkati Tuhan dan berjalan baik dan sukses serta dapat bermanfaat bagi negara dan bangsa dan tentunya gereja-gereja di Papua," harapnya. (Shanty)



