Digagas Oleh Anak Muda Mimika, TIFA 2023 Kian Semarak Dengan Family Fashion Show, Live Drawing dan Tabur TIFA

Panitia TIFA III beserta founder TIFA Alfo Kan Smith

MIMIKA, BM

Timika Inside Festival of Art (TIFA) kini telah memasuki tahun ketiga. Even yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Amuta Wipuri Noken Star Papua ini untuk kali pertama diselenggarakan pada tahun 2019. Namun, akibat pandemi Covid-19, TIFA II baru dapat diselenggarakan pada tahun 2022.

Memasuki tahun ketiga even TIFA III akan diselenggarakan bukan hanya sehari namun tiga hari yakni pada 25-27 Mei 2023 di Graha Eme Neme Yauware dengan tema “Balutan Nusantara dari Timur Indonesia”.

Menariknya, pada TIFA III disetiap even atau modeling dan performa wajib membawa tifa sebagai ciri khas alat musik Papua.

Kepada BeritaMimika Selasa (9/5/2023) malam di sudut Jalan Budi Utomo, Ketua Panitia Dina Yudith Kornelia Merani mengatakan TIFA 2023 akan lebih menarik dan berlangsung spektakuler.

“Rangkaian acara baru akan ditampilkan seperti Family Fashion Show dan Live Drawing dengan mendatangkan secara langsung seniman drawing dari Belanda Noel Rush, juga dari Amerika dan Malaysia,” katanya.

Selain hal itu, di TIFA III nanti kegiatan akan dilaksanakan secara outdoor dan menampilkan bazaar serta pameran dengan melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Tahun kemarin ada terobosan Papua Plus Size untuk perempuan big size dan Papua Culture Week untuk anak usia 5-17 tahun. Dan, tahun ini terobosan barunya adalah Family Fashion Show untuk menunjukkan kasih sayang orang tua dan anak yang ditunjukkan diatas panggung,” ungkapnya.

Merani yang merupakan lulusan Universitas Montana Amerika Serikat ini menjelaskan Karnaval Budaya akan digelar pada acara opening atau hari pertama.

“Hari pertama akan ada karnaval budaya dimana mereka akan berjalan mulai dari Diana Supermarket menuju jalan Belibis dan tiba di gedung Eme Neme. Karnaval budaya ini free (gratis-ted) jadi siapa saja bisa ikut. Yang sudah mendaftar ada 500-700,” tuturnya.

Di hari kedua, ada penampilam dari komunitas-komunitas sanggar dan sekolah-sekolah, juga akan diadakan Live Drawing.

“Hari ketiga atau penutupan akan lebih meriah ada tabur TIFA dan bazaar yang akan tetap berjalan selama tiga hari. Kemudian, pemutaran karya film. Semua bisa berubah tapi ini yang kita rencanakan. Ada artis lokal yang mengisi acara di hari terakhir,” ucap Merani.

Even TIFA III akan dihadiri oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Perlu diketahui warga Timika, TIFA III menjadi salah satu rekomendasi Even Indonesia Mei 2023 versi Kemenparekraf.

“Yang ditonjolkan lebih ke budaya seperti pahatan atau ukiran, makanan khas Papua seperti sagu. Kita melihat TIFA lebih ke art (seni-red) dan budaya, memang tetap ke modelling. Kita fokus di luar gedung. Sejauh ini persiapan sudah 80 persen. Banyak antusias dari masyarakat yang ingin bergabung,” terangnya.

“Kami berharap tahun ini lebih baik dan spektakuler. Untuk panitia ada 35-40 orang yang terdiri dari anak sekolah mulai dari kelas 6 hingga yang berusia 28 tahun seperti saya dan founder TIFA Alfo Kan Smith,” lanjutnya.

“Jika tidak ada even budaya atau tidak ada TIFA maka budaya akan hilang. Kami mau mengangkat ini agar kita lebih mencintai dan tidak melupakan budaya Papua terlebih nusantara. Selain untuk kembali mengingat budaya kita, juga memberikan pengalaman kepada adik-adik panitia yang masih sekolah bisa memiliki pengalaman berorganisasi,” seru Merani.

Dikatakan even ini adalah kesempatan untuk anak muda bisa berkarya dan melakukan kegiatan positif.

“Untuk anak-anak muda yang ada di Timika, kakak, ade, mama, papa Mei 2023 kami akan mengadakan TIFA III. Buat keluarga dong semua bisa mengambil bagian karena festival ini memberikan banyak manfaat bagi kita semua terutama akan budaya,” tandasnya.

Penasaran akan se-spektakuler apa nantinya TIFA III nanti? ayo datang dan saksikan sendiri kemeriahannya di Eme Neme Yauware pada tanggal 25-27 Mei 2023 karena ini free untuk semua orang. (Elfrida Sijabat

Top