486 Peserta Ikut Live In Pra Indonesia Youth Day di Timika

Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Maximilianus Dora OFM saat memberikan keterangan pers di aula Paroki St. Stefanus Sempan

MIMIKA, BM

Sebanyak 486 peserta dari 6 dekenat wilayah pegunungan dan wilayah Mimika mengikuti live in Pra Indonesia Youth Day di Keusupan Timika yang mana berlangsung sejak Rabu (14/6/2023) hingga Sabtu (17/6/2023).

6 dekenat itu diantaranya, Mimika-Agimuga, dekenat Paniai, dekenat Kammu-mapia, dekenat Puncak Jaya, dekenat Teluk Cenderawasih dan dekenat Iagi.

Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan Timika Maximilianus Dora OFM selaku ketua Komite Komisi Kepemudaan di Keuskupan Timika menyampaikan bahwa peserta yang hadir sebenarnya ditargetkan 700 sampai 1000 namun ada beberapa dekenat seperti dari dekenat puncak sedikit megalami kesulitan sehingga mereka hanya mengutus 18 peserta.

"Jadi 486 peserta ikut live in ini menyebar di lima paroki dengan masing-masing kuota 130 peserta. Untuk rundown acaranya itu sudah dibuat oleh panitia besar ," ungkapnya saat jumpa pers di aula Paroki St. Stefanus Sempan, Rabu sore (14/06/2023).

Sedangkan untuk peserta yang akan mengikuti Indonesia Youth Day 2023 di Palembang nanti, kata Pastor Maximilianus akan diikutkan sebanyak 53 peserta dari masing-masing dekenat.

"53 peserta ini sebenarnya sudah lebih dari ketentuan dewan uskup, karena ketentuan dari dewan uskup itu 45 orang saja dari setiap keuskupan tapi ini karena banyak yang mau ikut,” kata Pastor.

Disampaikan juga bahwa pada saat berangkat ke Palembang nanti mereka akan membawa Salib IYD. Salib IYD ini ada dua, yakni Salib IYD dari pegunungan dan Salib IYD dari Mimikawe.

"Kita opsi pertama itu rencananya kita hanya bawa Salib IYD dari pegunungan yang mana ciri khas pakiannya pakai koteka dan opsi berikutnya itu kita rencana bawa kedua-duanya,"ujar Pastor Max.

Dalam kesempatan tersebut, Pastor Maximilianus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah membantu dalam memberikan anggaran untuk mengikuti kegiatan ini.

"Kami ucapkan terimakasih kepada pemda karena donator yang paling besar, selain itu juga ada donatur-donatur lainnya dan dari keuskupan sendiri juga ada," ucap Pastor.

"Kalau anggaran awal kami untuk dua kegiatan ini sebetulnya kita anggarkan Rp 2,5 miliar tetapi dari pemda mau bantu Rp 1,3 miliar. Kemudian ditambah dengan setiap peserta wajib kumpulkan Rp15 juta, tapi kalau ada peserta yang tidak mampu kita akan bantu. Sehingga dengan anggaran ini kami harus betul-betul pres dana untuk sesuai kebutuhan saja,"sambung Pastor Maximilianus. (Ignasius Istanto)

Top