Budaya

10 Anak Asli Mappi Akan Bertemu Presiden Jokowi, Tampilkan Kemampuan Berhitung GASING

10 anak Mappi ini kini telah berada di Merauke dan akan di terbangkan ke Jayapura

MAPPI, BM

Hasil pelatihan berhitung dengan metode GASING atau Gampang Asyik dan Menyenangkan yang digagas oleh Pemkab Mappi bekerjasama Yayasan Teknologi Indonesia Jaya gagasan Prof Yohanes Surya mulai menunjukkan hasil.

Sebanyak 10 anak terpilih yang merupakan murid SD anak asli Mappi diundang untuk tampil di depan Presiden Joko Widodo. Mereka akan tampil menunjukkan kemampuan berhitung yang cepat dengan metode GASING.

Pj Bupati Mappi, Michael Rooney Gomar mengungkapkan 10 anak terpilih sudah diberangkatkan dari Kepi menuju Merauke kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Jayapura untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Jayapura pada Rabu (5/7/2023) mendatang dimana salah satu agendanya adalah bertemu dengan anak-anak, dimana 10 diantaranya merupakan anak asli Mappi.

"Sebagai wujud komitmen pengembangan numerasi maka Pemkab Mappi telah merencanakan anggaran untuk kegiatan Pembiasan Pelatihan Berhitung Metode GASING pada SD yang berada di distrik pedalaman pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023," ujar Pj Bupati Mappi. (Red)

Keluarga Jalankan Pesan Terakhir Tom Beanal, Lemasa Harus Bersatu

Istri Almarhum Tom Beanal, Bertha Beanal

MIMIKA, BM

Keluarga mulai menjalankan pesan terakhir mendiang Tokoh Amungme Tom Beanal yang meninggal dunia di Singapura pada Mei 2023 lalu.

Istri mendiang Tom Beanal, Bertha Beanal bersama anak dan kerabat lainnya mengadakan rapat bersama tokoh Amungme lainnya untuk menentukan masa depan Lemasa.

“Lemasa ini sudah banyak blok tidak bersatu karena ada banyak kubu,” kata Bertha kepada wartawan, Kamis (20/7/2023) di Hotel Horison Diana Timika.

Lembaga ini bukan untuk orang-orang tertentu, tetapi lembaga dibuat oleh mendiang Tom Beanal untuk masyarakat kecil, para janda dan orang-orang tidak mampu.

Bertha mengatakan, sebelum meninggal, Tom berpesan untuk mempersatukan kembali lembaga masyarakat yang kini berkubu-kubu.

“Lembaga ini dan itu ditiadakan dan bersatu seperti bapak sendiri punya cita-cita saat bentuk lembaga ini untuk masyarakat Amungme,” kata Bertha.

Katanya, mendiang suaminya Tom Beanal meninggalkan dua pesan, yaitu lembaga ini harus bersatu tidak boleh ada dua, tiga dan selebihnya. Pesan kedua, lembaga ini harus punya rumah dan pemimpin.

“Jadi Bapak pesan bahwa anak ini (Florentinus Beanal) harus jadi pimpinan tertinggi (toren negel) ganti bapak, nanti yang orang-orang tua bina anak ini,” ujarya.

Florentinus Beanal adalah anak dari mendiang Tom dan istrinya Bertha Beanal.

“Bapak sudah pergi rumput belum naik di kuburan, tapi ini tujuan bapak kedepan untuk generasi penerus,” tuturnya.

Bertha mengatakan, lembaga yang saat ini berbeda-beda harus bersatu kembali. Nanti akan dilakukan pertemuan selanjutnya lagi. (Shanty Sang)

Johanes Rettob : Selamat Idul Adha Masyarakatku, Jaga Terus Tali Persaudaraan

Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Walau ditengah badai persoalan hukum yang sedang dijalaninya, Johanes Rettob tidak pernah lupa untuk selalu memberikan ucapan dan salam serta pesan kasih di setiap momen keagamaan.

Di malam ini, Rabu (28/6/2023), melalui pesan suara kepada BM, John Rettob secara khusus mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah kepada seluruh umat muslim di Mimika.

"Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat idul Adha. Dengan semangat Idul Adha ini, saya berharap seluruh masyarakat Mimika tetap jadi satu, tetap berbagi kasih, dan berkurban untuk mereka yang membutuhkan" ujarnya.

John Retob berharap dengan momentum hari Hari Raya Idul Adha ini, seluruh masyarakat Mimika tetap menjaga toleransi beragama, hidup berdampingan dan saling menghargai di tengah perbedaan dan tetap menjunjung tinggi solidaritas antar umat beragama.

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga telah menganggarkan dan memberikan hewan kurban yang dibagikan secara khusus kepada mereka yang membutuhkan.

"Kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk kita dapat berbagi, namun saya mohon maaf apabila tidak semua kelompok, tidak semua kerukunan dan tidak semua masjid bisa kita penuhi" kata John Rettob. (Red)

Top