Akhirnya Pemda Mimika Berhasil Tertibkan Pedagang di eks Pasar Swadaya

Tim gabungan saat memberikan pemahaman kepada pedagang
MIMIKA,BM
Setelah bertahun-tahun, para pedagang di eks Pasar Swadaya akhirnya dapat dipindahkan ke Pasar Sentral.
Pemindahan ini merupakan bukti keberhasilan pemerintah melalui tim gabungan yang yang terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satpol PP, TNI/Polri dan Dinas Perhubungan.
Dibawah koordinator Kepala Dinas Perindag Mimika, Michael R Go Marani, pada Selasa lalu, tim gabungan telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Lama. Saat itu mereka dikasih kesempatan tiga hari agar segera pindah ke Pasar Sentral.
Dan pada hari ini, Jumat (11/9) merupakan hari terakhir sehingga tim gabungan langsung turun mulai menertibkan para pedagang.
Walaupun ada penolakan dari mama-mama Papua namun tim dapat mengatasinya dengan memberikan pemahaman yang baik sehingga pasa akhirnya semua pedagang dapat dipindahkan ke Pasar Sentral.
Di Pasar Sentral, Disperindag sudah menyiapkan dan membagi lapak untuk para pedagang yang direlokasi dari Pasar Lama.

Kepala Dinas Disperindag, Michael R Go Marani saat memberikan pemahaman kepada pedagang
Kepala Disperindag, Michael R Go Marani saat diwawancarai mengatakan, Disperindag sendiri sudah stand by di Pasar Lama dan mulai bekerja sejak pukul 05.00 Wit.
Mereka hadir duluan untuk melakukan blokade agar para pedagang yang hendak berjualan tidak mendapatkan akses itu.
"Kita sudah blok duluan sehingga tidak ada lagi yang masuk ke dalam Pasar Lama untuk melakukan aktifitas penjualan dan mereka semua yang ada kita sudah siapkan transportasi untuk diantar ke Pasar Sentral," jelasnya.
Gomar mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana di Pasar Sentral telah mumpuni terutama lapak dan meja jualan sehingga mereka ketika dipindahkan sudah langsung bisa berjualan di tempat-tempat yang telah tersedia.
Michael juga mengatakan, setelah fokus pada pedagang di Pasar Lama, selanjutnya mereka akan melakukan hal serupa terhadap pedagang-pedagang di Pasar Gorong-gorong.
"Kita sudah sepakati akan berlanjut terus sampai dengan bulan Desember dan di tahun 2021 akan berlanjut terus sehingga para pedagang yang ada di Pasar Lama maupun Gorong-gorong tidak boleh lagi melakukan aktifitas penjualan, semua harus kembali dan berpusat semua di Pasar Sentral. Kita menjaga untuk tidak kembali lagi dan tim gabungan sudah bersepakat untuk tetap menjaga dan melakukan pengawasan sampai dengan bulan Desember," jelasnya.

Transportasi telah disediakan untuk mengangkut pedagang ke Pasar Sentral
Lanjut Go Marani, pihaknya sudah melakukan sosialisasi 2 kali dan pada sosialisasi ke 2 juga sudah diberikan jangka waktu selama 3 hari untuk mengosongkan Pasar Lama dan Pasar Gorong-gorong.
Diharapkan juga, ada kesadaran pribadi dari para pedagang agar kembali untuk menempati lapak yang tersedia di Pasar Sentral karena sangat memadai.
"Khusus untuk gedung mama-mama Papua sangat memadai bahkan lebih. Saat ini kita belum bisa pastikan jumlah pedagang karena setiap hari selalu ada penambahan,"ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban dan Ketrentaman Umum Dinas Satpol PP, Anton Bugaleng mengakui saat penertiban dilakukan terjadi pro dan kontra terlebih dari mama-mama Papua yang mana mereka mengeluhkan masalah transportasi. Namun, hal tersebut telah diakomodir oleh tim dan sudah disediakan transportasi untuk pedagang.
“Untuk membantu mengamankan ketertiban ini, kami Satpol PP menurunkan 30 orang, ditambah tim gabungan dari TNI-Polri, Dishub maupun Disperindag," ungkapnya. (Shanty)



