Disperindag Desak Pedagang Eks Pasar Swadaya dan Gorong-Gorong Segera Relokasi

Tim gabungan dibawah pimpinan Kadisperindag Michael R Go Marani saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat

MIMIKA, BM

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, mendesak para pedagang di eks pasar Swadaya dan pasar Gorong-gorong untuk segera relokasi ke pasar Sentral.

Sebagai langkah awal, Disperindag menggelar sosialisasi kepada para pedagang di dua lokasi tersebut yang lansung dipimpin oleh Kadisperindag Mimika, Michael R. Go Marani didampingi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Paulus Dumais, Selasa (8/9).

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim gabungan Pemkab Mimika dalam hal ini Disperindag, Satpol PP, dan TNI Polri tersebut guna memberikan tengat waktu kepada para pedagang agar dapat merelokasikan diri ke Pasar Sentral secepatnya.

Para pedagang di eks Pasar Swadaya yang selama menggelar dagangannya hingga ke badan jalan diperintahkan untuk segera berpindah ke Pasar Sentral.

Sementara yang boleh tetap berdagang di lokasi itu yaitu pedagang sembako atau kios-kios. Mereka juga dilarang menjual sayur-sayuran ataupun pangan lokal lainnya.

Para pedagang di dua lokasi itu diberi waktu tiga hari atau hingga Jumat pekan ini untuk segera pindah ke pasar Sentral.

“Hari ini kami sampaikan kepada para penjual ikan, sayur dan buah yang ada bahwa selama tiga hari ke depan semua harus kosongkan tempat dan segera tempatkan lapak yang ada di pasar Sentral. Ini sesuai Instruksi Bupati Mimika. Kami berikan waktu tiga hari ke depan. Jika tidak maka hari Jumat mendatang tim akan kembali dan melakukan penertiban,” tegas Kadisperindag, Michael R. Go Marani kepada para pedagang.

Penataan Kota Menuju PON XX

Michael yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Mimika, mengatakan penertiban pedagang di dua lokasi ini juga guna mendukung penataan kota menuju PON XX tahun 2021 mendatang. Selain itu juga agar penataan Kota Timika ini menjadi indah.

Pantauan BeritaMimika.com di lapangan saat proses sosialiasi diberikan di eks Pasar Swadaya dan Pasar Gorong-gorong sempat ada protes dari para pedagang. Mereka menolak untuk direlokasi ke pasar sentral dan tetap ingin berjualan di dua pasar ini.

Mama-Mama Papua mengaku akan bertahan di tempatnya masing-masing lantaran tidak mendapatkan tempat di Pasar Sentral dan juga biaya transportasi yang dinilai mahal.

“Kami ke pasar Sentral di usir. Kami ditempatkan di lapak yang bagian belakang. Siapa yang mau datang beli kita punya sayur? Pasar Sentral juga terlalu jauh, penghasilan kami tidak cukup untuk biaya ojek,” kata seorang mama di eks Pasar Swadaya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa pedagang di pasar Gorong-gorong, menurut mereka, lokasi pasar Gorong-gorong dinilai mudah dijangkau oleh pembeli dan jarak dari rumah ke pasar juga tidak jauh. (Shanty)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top