Ekonomi dan Pembangunan

Pembukaan Bulan K3 Nasional 2024 Freeport Indonesia 'Keselamatan Kerja di Mulai dari Diri Saya’

Pembukaan Bulan K3 Nasional di SAG Mill #3 Pabrik Pengolahan Konsentrat MP 74 PT Freeeport Indonesia

MIMIKA, BM

Segenap jajaran manajemen dan karyawan di area operasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) memeringati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) yang dipusatkan pada area SAG Mill #3 area Pabrik Pengolahan Konsentrat MP 74 Distrik Tembagapura.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PTFI, Carl Tauran dalam sambutannya pada upacara peringatan BK3N mengatakan peringatan dan pelaksanaan kampanye BK3N di area kerja PTFI bertujuan untuk menyebarkan informasi praktik-praktik positif keselamatan dan kesehatan kerja kepada seluruh karyawan, serta mendorong perilaku aman di tempat kerja.

“Diperlukan kerja sama seluruh karyawan agar kita bisa bekerja dengan sehat dan selamat, agar kita dapat terus berkontribusi untuk perusahaan, stakeholder, dan berdampak langsung kepada masyarakat dan negara,”kata Carl.

Ia juga mengajak seluruh karyawan menerapkan “Keselamatan dimulai dari diri saya” dalam melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari.

“Jika kita tidak menyadari keselamatan dimulai dari diri kita, maka kita tidak akan pernah mencapai keselamatan untuk kita semua,” ujarnya.

Adapun BK3N Tahun 2024 mengusung tema "Budayakan K3 Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha".

Upacara pembukaan BK3N 2024 juga dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika dan Sekretaris Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Tengah.

Kadisnakertrans Kabupaten Mimika Paulus Yanengga mengapresiasi sinergitas PTFI bersama Pemerintah selama ini.

“Provinsi Papua Tengah sebagai provinsi DOB baru pertama kali ini bersama-sama dalam pembukaan kegiatan Bulan K3 Nasional. Kehadiran pemerintah berkomitmen terus mendukung perkembangan investasi, kontribusi dan menjaga sinergitas kerja sama dengan para stakeholder di Papua termasuk PTFI,” tuturnya.

Paulus mengapresiasi Freeport Indonesia atas kontribusi yang mengantar Pemprov Papua Tengah menjadi salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) dengan PAD tertinggi ketiga nasional berkat sinergitas bersama PTFI.

Sementara, Ketua Panitia BK3N PTFI 2024 Wisnu Hartomo menyampaikan fokus kampanye keselamatan di Bulan K3 Nasional PTFI tahun ini yang akan berlangsung selama dua bulan hingga 9 Maret 2024.

“Kami mengajak seluruh karyawan memberi perhatian khusus terhadap potensi bahaya keselamatan saat karyawan berinteraksi dengan peralatan bergerak di seluruh area PTFI guna menekan potensi bahaya keselamatan,” ujar Wisnu.

BK3N PTFI juga diisi dengan beberapa aktivitas yang bersifat strategis, promotif dan implementatif di area perusahaan. Seperti seminar, lokakarya, pameran, kampanye kesadaran K3, hingga berbagai kompetisi khas BK3N yang akan diikuti oleh seluruh karyawan PTFI. (Red/Shanty Sang)

Dinas Ketahanan Pangan Sebut Sagu di Mimika Alami dan Tidak Ada Budi Daya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga

MIMIKA, BM

Sagu sebagai salah satu makanan pokok di Kabupaten Mimika biasa ditemui dalam bentuk papeda maupun makanan olahan berupa kue kering dan kue basah.

Kepada BeritaMimika Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga di ruang kerjanya Kamis (18/1/2024) mengatakan sagu yang ada di Mimika merupakan alami dan tidak ada budi daya.

“Kami tidak berbicara budi daya tetapi hasil panennya. Jadi kalau hasil misalnya dari teman-teman rumpun ekonomi seperti perikanan atau peternakan, mereka punya binaan kalau ada hasilnya silahkan kerjasama dengan kami,” katanya.

Lanjutnya, untuk pengiriman tepung sagu dari Kabupaten Mimika keluar belum bisa untuk ditangani.

“Kalau hasil sagu kami biasa pemasaran selain disini juga kami titip seperti di Sharon Mart dan Freeport. Kalau produksi secara besar belum, masih benahi banyak hal termasuk mesin dan sumber daya manusia (sdm)-nya harus bagus,” ungkapnya.

Yulius menyebut pihaknya menyiapkan mesin untuk membuat tepung sagu karena dari enam kelompok binaan yang ada digunakan untuk membuat kue kering dari tepung sagu.

“Kami juga harus siapkan pasarnya supaya produksi tetap jalan untuk membuat olahan kue kering, kue basah atau es krim. Tergantung cuaca kalau panas satu hari bisa menghasilkan 10-20 bungkus per kilogram,” ucapnya.

Sementara itu, pada tahun 2023 ada penambahan untuk pembangunan rumah produksi sagu di Iwaka kampung dan Kaugapu, Mapurujaya. Pembangunan tersebut dikatakan sudah selesai dan berasal dari dana otonomi khusus (otsus).

“Mangkanya kita fokus ke orang asli Papua (OAP). Di Iwaka pembangunan rumah produksinya 400juta dan di Mapurujaya sebesar 500juta. Kalau pengadaan mesinnya sudah duluan,” terangnya.

Dalam waktu dua atau tiga bulan lagi, pihaknya akan mendatangkan teknisi dari Jayapura untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai merakit dan menperbaiki mesin.

“Karena kita punya pengalaman tahun sebelumnya, mesin rusak masyarakat tidak bisa perbaiki. Kalau yang di Irigasi dulu sama-sama kita tapi ketika mesin rusak mereka bisa perbaiki sehingga produksi jalan terus. Sekarang sudah bisa kirim ke Surabaya sagu basah. Karena sudah mandiri hampir dua tahun kami sudah lepas,” katanya.

“Mangkanya kelompok lama kita arahkan untuk produksi tepung sagu. Karena peralatan sudah lama rusak kita usahakan tahun ini kita beli peralatannya saja,” imbuhnya.

Yulius menyebut pembeli tepung sagu sendiri kebayakan berasal dari kabupaten lain, masyarakat Mimika lebih suka sagu basah.

“Sagu adalah pengganti tepung justru itu lebih bagus. Kalau empat rumah produksi sudah normal, kita bisa kas (kirim-red) keluar;” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Tidak Patuhi Aturan Karantina, Enam Box Benih Sayuran Ditolak

Dua petugas Karantina Amapare saat menunjukan bukti berupa 2 box sayuran yang disita

MIMIKA, BM

Mengawali tahun 2024, Pejabat Karantina Papua Tengah wilayah kerja (wilker) Pelabuhan Amamapare melakukan tindakan penolakan terhadap 6 box benih sayuran asal Kabupaten Purwakarta.

Penolakan ini dilakukan setelah melewati masa penahanan sejak ditahan pada Bulan Desember 2023.

Awalnya dari informasi yang diterima petugas saat melakukan pengawasan dan pemeriksaan pemasukan media pembawa berupa buah dan sayuran di Warehouse milik PT. MPP

“Pada saat pemeriksaan ditemukan 2 box benih tomat, 1 box benih bawang merah, 1 box benih mentimun, 1 box benih seledri, dan 1 box benih bayam yang tidak disertai sertifikat karantina," kata Louissa Petronela Wacano.

Penahanan dan penolakan dilakukan karena melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 35 yang menegaskan bahwa setiap orang yang memasukkan dan/atau mengeluarkan media pembawa dari suatu area ke area lain dalam wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) wajib melampirkan sertifikat.

Kepala Karantina Pertanian Timika, Ferdi, ditempat terpisah menegaskan, kepada seluruh pejabat Karantina Pertanian Timika di semua wilayah kerja untuk menjalankan tindakan karantina sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019 dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai upaya penegakan patuh karantina di wilayah Provinsi Papua Tengah. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top