Ekonomi dan Pembangunan

Semakin Cantik, Bandara Mozes Kilangin Makin Diminati Maskapai Penerbangan

Bandara Mozes Kilangin Timika

MIMIKA, BM

Progres pengerjaan Bandara Mozes Kilangin secara keseluruhan diupayakan rampung tahun ini. Sejumlah fasilitas terus diupgrade guna memenuhi standar kapasitas pelayanan bandar udara.

Semakin cantiknya bandara kebanggan warga Mimika ini, membuat beberapa maskapai melirik dan berencana beroperasi di Timika dengan membuka rute penerbangan baru.

Terkini, ada dua maskapai yang akan membuka rute penerbangan di Timika yakni Batik Air dan Super Air Jet.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Soekarjo saat ditemui BM di ruang kerjanya, mengatakan, Batik Air sebenarnya selama ini sudah melakukan penerbangan di Timika dengan rute penerbangan Jayapura dan Makassar.

"Namun mereka akan membuka rute baru untuk layanan penerbangan Jakarta - Surabaya - Timika - Jayapura," ujarnya.

Bahkan sesuai rencana, pelaksanaan penerbangan rute baru ini mulai dilakukan pekan ini namun ditunda pekan depan karena masih menunggu izin rute penerbangan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

"Sementara maskapai Super Air Jet rencananya membuka rute Timika - Makassar - Jakarta.
Tapi kalau Super Jet masih wacana. Kalau Batik untuk rute baru tinggal tunggu ijin rute dari Kemenhub,” tutur Soekarjo.

Dijelaskan, terminal yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan ini sudah mengaktifkan penggunaan lantai satu sementara untuk lantai dua sedang disiapkan untuk dihubungkan dengan terminal yang dibangun oleh Pemda Mimika guna pemakaian garbarata.

"Jadi terminal bandara kita ini nantinya akan dilengkapi dengan tiga unit garbarata," ujarnya.

Sementara itu, rencana penerbangan untuk rute Timika - Denpasar yang sempat terhenti akibat covid-19 dan dulunya dilayani oleh Garuda, nantinya akan dilayani oleh maskapai Batik Air dan Sriwijaya Air.

Informasinya, kedua maskapai ini tengah melakukan pengurusan izin penerbangan langsung atau direct fligh dan diperkirakan dalam sebulan ke depan sudah dapat terlayani. (Shanty)

Warga Diingatkan Berhenti Jualan Di Trotoar

Petugas Satpol PP saat mendatangi mama-mama yang menjual buah diatas trotoar (Foto Istimewa)

MIMIKA, BM

Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika terus memberikan himbauan agar para pedagang kaki lima dan penjual buah tidak berjualan di atas trotoar.

"Kegiatan tadi itu kita fokuskan dilokasi jalan-jalan yang ramai pedagang jualan di atas trotoar. Tadi kita sudah berikan himbauan dan arahkan untuk berjualan ditempat yang layak misalnya di pasar central, karena disanakan masih luas,"ungkap Plt Kepala Seksi Operasi Pengendalian Dinas Pol PP Kabupaten Mimika, Anton Lesomar saat dihubungi melalui via telepon, Rabu (22/6).

Dalam memberikan himbauan, kata Anton, pihaknya tidak langsung melakukan penindakan karena mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

"Satu sisi kita terapkan atuaran ini, tapi satu sisi kita lihat dari sisi kemanusian. Memang ada alasan dari mereka karena akses ke pasar untuk berjualan itu jauh. Kasihan ada mama-mama yang sudah tua hanya jualan 3 atau 4 buah saja," ungkapnya.

"Kita tidak larang berjualan tapi jangan diatas trotoar dan kami tetap berikan himbauan terus untuk patuhi aturan,apalagi kedepannya jalan itu ramai otomatis akan terhalang kalau jualan diatas trotoar," katanya.

Disampaikan juga,selain memberikan himbauan pihaknya juga melakukan pendataan lokasi jalan mana yang rawan adanya PKL. Laporan ini nantinya akan disampaikan ke pimpinan.

"Supaya pada saat ada pertemuan dengan dinas-dinas lain mereka juga bisa lihat langsung,"kata Anton.

Lanjutnya,"Kita juga bangun komunikasi dengan ke kepala distrik, lurah dan kepala kampung supaya lihat dan mengetahui keluhan tentang keadaan ini, karena itu warga mereka ,"sambungnya. (Ignas)

Penerimaan Negara di Kabupaten Mimika dan Sekitarnya Terealisasi Rp3,3 T



Kepala KPPN Mimika Iwan Megawan saat memaparkan rilis APBN Periode Januari sampai Mei tahun anggaran 2022

MIMIKA, BM

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mimika, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika, dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C  Timika memaparkan Angggaran Pendapatan Belanja Negara terhitung dari Januari sampai Mei 2022.

Pemaparan APBN ini ditujukan untuk memberikan informasi terkait penyerapan  "Timika Pu APBN 2022" yang disampaikan Kepala KPPN Mimika Iwan Megawan, Jumat (17/6)

bahwa untuk Penerimaan negara di Kabupaten Mimika dan sekitarnya terealisasi sebesar Rp3,3 triliun atau mencapai 72 persen dari target sebesar Rp4, 6 triliun.

Penerimaan negara ini didapatkan dari penerimaan Pajak Dalam Negeri sebesar Rp1,12 triiun atau 30 persen, Pajak Perdagangan internasional Sebesar Rp2,16 atau triliun atau 248 persen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp26,7 miliar atau 109 persen.

Berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN, dan PPnBM, PBB (P3L) dan pajak lainnya pada bulan Januari hingga Mei 2022 berhasil mencapai Rp1.122.551.329.572 atau sekitar 32,88 persen dari target tahun 2022.

Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2021 pada masa yang sama yaitu sebesar Rp1.011.374.071.504,  maka penerimaan pajak bulan Januari hingga Mei 2022 mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,99 persen

Sedangkan berdasarkan jenis pajaknya, kata Iwan, penerimaan Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mimika bulan Januari sampai dengan Maret 2022, kontribusi terbesar adalah PPh gas yang terealisasi sebesar Rp1.009.233.427.480.

Di urutan kedua adalah PPN Dalam Negeri dengan realisasi penerimaan sebesar Rp109.804.973.330 dan urutan terakhir adalah Pajak Lainnya dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp2.624.424.000.

Kemudian dari sektor usaha, capaian kinerja penerimaan pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Timika bulan Januari hingga dengan Mel 2022, sangat ditunjang oleh sektor kontruksi pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 53,00 persen.

Diikuti sektor Konstruksi dengan kontribusi sebesar 17,84%, disusul sektor jasa rersewaan, ketenagakerjaan, agen lerjalanan dan penunjang usaha lainnya dengan kontribusi sebesar 6,28%.

Sementara itu untuk penerimaan Bea Masuk terealisasi sebesar Rp 57,94 milyar atau mencapai 53, persen  dari target yang ditetapkan.

Penerimaan Bea keluar terealisasi sebesar Rp 2,1 triliun atau mencapai 275,31 persen dari target yang ditetapkan. Dan Penerimaan Pabean lainnya sebesar Rp3,05 milyar.

Sementara untuk PNPB dari Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) terealisasi sebesar Rp26,7 miliar atau mencapai 109 persen dari taget tahun 2022.

Belanja Negara dari APBN yang disalurkan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Timika telah terealisai sebesar Rp359,17 miliar atau 22 persen dari alokasi belanja sebesar Rp1,6 triliun.

"Jadi belanja negara tersebut terdiri dari Belanja pemerintah pusat yang terealisasi sebesar Rp256,94 miliar atau 31 persen dan Belanja TKDD yang terealisasi sebesar Rp102,23 miliar atau 13 persen," ungkapnya.

Sementara itu, belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja pegawai terealisasi sebesar Rp129,33 miliar atau 40 persen, belanja barang Rp111,57 miliar atau 32 persen dan belanja modal 16,02 miliar atau 9,2 persen.

"Sedangkan untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya bagi ASN instansi vertikal telah direalisasikan seluruhnya sebesar Rp10,29 miliar bagi 3.318 ASN, dan TNI-Polri," katanya.

Untuk belanja TKDD yang terdiri atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Non Fisik serta Dana Desa, kata Iwan, saat ini DAK fisik belum ada realisasi dengan total pagu sebesar Rp391,1 miliar, sedangkan Dana Desa telah terealisasi Rp62,3 miliar atau 19,9 persen.

"DAK non fisik berupa penyaluran dana BOS, BOP Paud, dan BOP Kesetaraan di Kabupaten Mimika juga sudah banyak terealisasi. Kalau untuk Dana BOS telah direalisasikan sebanyak 5 kali pencairan kepada sekolah dengan nilai Rp33,26 miliar. BOP PAUD dan BOP Kesetaraan telah direalisasikan kepada 117 sekolah di Kab. Mimika dengan nilai Rp3,9 miliar," katanya.

Ia menambahkan, penyaluran Dana desa dan BLT Desa pada semester satu telah dilakukan 1 tahap dengan rincian dana desa tahap I senilai Rp. 29,7 miliar dan BLT tahap I senilai Rp14,5 miliar.

"Kalau penyaluran kredit ultra mikro (UMi) untuk periode semester I 2022 telah disalurkan ke 41 debitur melalui PT Pegadaian dengan nilai penyaluran Rp181,94 juta. Sedangkan penyaluran kredit usaha rakyat disalurkan kepada 1.695 debitur dengan nilai Rp103,5 miliar," ungkapnya.(Ignas)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top