Ekonomi dan Pembangunan

Dinas PU Lebarkan Jalan C Heatubun Dengan Biaya 30-an Miliar

MIMIKA, BM

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika, tahun ini akan melalukan pelebaran Jalan C Heatubun dari Kantor Imigrasi hingga depan Kantor Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mimika.

Pelebaran dilakukan guna memperluas akses keluar masuk ke jalur penerbangan bandara baru Moses Kilangin sisi selatan.

Kepala Dinas PU Robert Mayaut kepada BeritaMimika di Pondopo Rumah Negara, Senin (3/2) mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemasangan patok dan inventarisir tanah dan bangunan yang terkena dampak pelebaran.

“Desainnya nanti lebar aspal 10 meter ditambah box 2 meter. Jadi mungkin kita perlu bidang 16 meter termasuk pasang lampu diluar box. Saat ini lagi diinventarisir supaya kita tahu sisi luarnya, bidang mana yang diperlukan untuk jalan, luas dan lebarnya serta berapa bangunan yang terkena dampak nanti,” jelasnya.

Dikatakan pekerjaan ini menelan biaya APBD Mimika sebesar Rp 30-an miliar. Namun ia belum dapat memastikan apakah besaran dana ini dapat menyelesaiakan keseluruhan pengerjaan nanti.

“Tergantung uangnya. Artinya kalau belum selesai maka dilanjutkan tahun depan seperti pengerjaan Jalan Cenderawasih,” ungkapnya.

Selain Jalan C Heatubun, tahun 2020 Dinas PU juga akan melanjutkan pekerjaan lanjutan tembusan bundaran Petrosea ke Jalan C Heatubun.

“Bundaran petrosea ke jalan C Heatubun menuju bandara tahun ini 700 meter. Kemarin kita sudah rapat dengan pemilik lahan. Tinggal menunggu dari bagian pertanahan. Saat ini lagi dalam proses komunikasi dengan pemda. Kalau petrosea juga sama tapi saya belum tahu apakah mereka setuju arel mereka di depan diganti dengan dibagian belakang atau tidak. Untuk hal ini nanti komunikasikan dengan bagian pertanahan,” jelasnya. (Nal)

Tahun Ini Tidak Ada Pemasangan Cat Eye dan Convex Mirror

MIMIKA, BM

Beberapa ruas jalan di Kabupaten Mimika perlu diberikan tanda fasilitas keselamatan (faskes) terutama di jalan protokoler. Tujuannya untuk mengingatkan para pengguna kendaraan agar berhati-hari ketika melintasi areal tersebut.

Dua fasilitas keselamatan jalan yang seharusnya dipasang tahun ini oleh Dinas Perhubungan adalah Paku Jalan (cat eye) dan Cermin Cembung (convex mirror). Namun sayangnya pemasangan dua faskes ini tidak diakomodir dalam APBD 2020.

“Itu sangat penting untuk beberapa ruas jalan dan kami sudah usulkan namun tidak disetujui untuk dianggarkan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Yan Slamet Purba kepada BeritaMimika.

Dijelaskan, paku kucing fungsinya sebagai reflektor marka jalan yang dilengkapi dengan pemantul warna yang menjadi penunjuk arah bagi para pengguna kendaraan.

“Cahayanya itu yang menjadi patokan. Di Timika sudah dipasang di beberapa ruas jalan salah satunya dari SP 1 menuju Mapurujaya,” ujarnya.

Begitupun dengan cermin cembung. Faskes ini sebenarnya telah dipasang di beberapa tikungan-tikungan kampung di Mapurujaya hanya saja sudah dirusakin warga yang tidak bertanggungjawab.

“Sebanyak apapun kita pasang tapi kalau tidak dijaga baik oleh masyarakat maka sama saja. Fasilitas itu diperuntukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan berlalu lintas tapi ada masarakat yang tidak mengerti tentang fungsinya jadi dirusakin,” ungkapnya.

“Untuk kondisi Mimika menuju Pesparawi dan PON 2020, dua faskes ini sebenarnya sangat penting tapi memang tidak diakomodir. Kita akan komunikasi dan meminta petunjuk dari bapak bupati,” ujarnya. (Nal)

Keren, Perempuan Timika Bawa Citilink Rute Denpasar-Mimika

MIMIKA, BM

Menjadi pilot bagi kaum adam mungkin bukan lagi menjadi cerita yang paling menarik walau profesi ini tetap menjadi profesi impian bagi banyak orang.

Namun ketika seorang wanita menjadi pilot, kisah itu akan memiliki kebanggan lebih dalam kehidupan sosial terutama bagi keluarga dan para sahabat.

Irjayanti, perempuan 35 tahun asal Timika SP 1 kini menjadi ikon penerbangan dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Mimika.

Dia adalah seorang pilot salah satu maskapai penerbangan besar di Indonesia yakni Citilink. Irjayanti bahkan menjadi pilot yang menerbangkan pesawat Citilink tujuan Denpasar-Timika dan Timika-Denpasar.

Wanita bernama lengkap Raden Roro Iin Irjayanti ini lahir di Jayapura (4/11/1985). Ia lulusan SD Inpres Timika 1 SP1, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1 Timika.

Ada raut kegembiraan dan senyum penuh sukacita saat ia mengisahkan perjalanan hidupnya ke BeritaMimika di Bandara Moses Kilangin usai landing dari Denpasar, pukul 14.30, Rabu (5/2).

“Saya terharu dan sedikit gementar ketika mau landing tadi di Timika. Akhirnya saya bisa pulang ke rumah setelah 2012 lalu yang terakhir, tapi saat itu masih sebagai penumpang,” ujarnya sambil berkaca-kaca.

Bukan hanya kembali ke rumah, namun kedatangannya dirasa begitu spesial karena Irjayanti disambut teman-temannya, alumni SMA 1 Negeri Timika angkatan 2003.

“MasyaAllah, saya gak sangka disambut seperti ini oleh teman-teman saya. Sa sayang kam semua,” ungkap Irjayanti kepada teman-temannya.

Irjayanti merupakan anak dari Bapak R Suryadharma dan Ibu Aminah Tawil. Namanya diberikan kedua orangtuanya dari nama Irian Jaya. Irjayanti mulai berkarir di dunia penerbangan ketika ia melanjutkan studi di Sekolah Penerbangan Tinggi di Curuk Tahun 2004.

Setelah 2006 lulus pendidikan, selama 7 tahun (2006-2013) ia berkarir di Batavia Air. Tahun 2013 hingga 2017 ia kemudian berkarir di Calstar Aviation. Mulai September 2017 hingga saat ini Irjayanti bergabung di Citilink.

“Saya dan co-pilot saya yang terbangkan pesawat ke Timika. Ini penerbangan perdana saya ke Timika dan untuk tujuan Denpasar-Timika saya yang jadi pilotnya,” ungkapnya.

Hal yang paling membanggakan, Irjayanti merupaka pilot perempuan satu-satunya di Citilink yang telah berpangkat kapten. Cita-citanya juga sangat sederhana, hanya ingin membahagiakan orang-orang terdekatnya terutama keluarga dan teman-teman.

“Karir saya saat ini sudah yang paling puncak. Alhamdulilah saya sudah jadi kapten. Dan kebetulan kapten perempuan di Citilink baru saya. Indonesia udah ada 6-7 orang kalau di citilink baru saya sendiri,” ujar wanita yang sudah memiliki 12-13 ribu jam terbang ini.

Ia juga mengutarakan bahwa menjadi pilot bukan merupakan impian masa kecilnya. Ada kisah menarik dibalik perjalannya menjadi seorang pilot.

“Saya gak punya cita-cita dari kecil untuk jadi pilot tapi karena saya pernah ikut pramuka dan selalu berlatih di bandara (Moses Kilangin-red), tiap hari sering lihat pesawat, lama-lama saya tertarik dengan dunia penerbangan,” ungkap pilot lulusan jurusan IPA SMA Negeri 1 tahun 2003.

Di akhir wawancaranya dengan BeritaMimika, Kepada generasi muda Indonesia khususnya anak muda Mimika, Kapten Irjayanti berpesan bahwa jangan pernah berhenti bermimpi. Mimpi harus dikejar.

“Karena kita gak pernah tahu mimpi apa yang akan tercapai. Tapi bermimpi juga harus dengan usaha karena kalau tidak berusaha maka sama saja nihil. Tetap semangat dan terus kejar impian kamu. Dan jangan lupa berdoa karena kita gak pernah tahu doa mana yang akan terkabul. Jadi kalau kita mau berusaha untuk menjadi sesuatu yang lebih baik maka berjuanglah,” ungkapnya berpesan. (Ronald)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top