Penjual Miras Lokal di Wilayah Kota Semakin Banyak, Polisi Lakukan Razia, Tiga Orang Diamankan

Salah satu barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian saat menggelar razi dan penangkapan pelaku 

MIMIKA, BM

Razia gabungan dalam memberantas minuman keras (miras) lokal oleh Polsek Mimika Timur dan Polsek Mimika Baru pada Selasa (9/11) lalu berhasil mengamankan tiga orang pengedar.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Boby Pratama saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (11/11) mengatakan ketuga orang tersebut diamankan berdasarkan hasil pengembangan di Polsek Miktim.

"Untuk di wilayah kota yang telah ada barang bukti (BB) itu ada empat tempat, yakni di Jalan Baru ada dua tempat dengan satu orang pemilik. Sedangkan di Nawaripi juga ada dua tempat dan di Budi Utomo ujung satu tempat," ungkapnya.

Kata Boby, berdasarkan informasi dari warga di Mimika Timur, miras lokal itu dibelinya di wilayah Mimika Baru namun digunakan untuk mabuk di Mimika Timur.

Berdasarkan informasi inu, Polsek Mimika Timur dan Polsek Mimika Baru kemudian melakukan koordinasi dan bersama-sama mengamankan para pengedar yang ada di wilayah kota.

"Para pengedar ini menjual dalam jumlah yang besar karena memiliki banyak kios. Untuk satu pengedar saja dijual di beberapa kios. Dari lima tempat yang ada di kota itu ada empat yang pemiliknya satu orang,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah barang bukti telah diamankan namun untuk takaran minumannya, belum dapat dipastikan berapa banyak.
"Karena yang diamankan sebanyak 10 kantong, tiga jergen ukuran 20 liter serta 20 baskom besar yang isinya tersisa setengah baskom," ungkap Boby.

Sementara itu Kapolsek Miru, AKP Oscar Fajar Rahadian saat ditemui di kantor Polsek menjelaskan bahwa razia gabungan ini sebagai upaya penindakan Polsek Miru dan Polsek Miktim.

“Ada tiga orang yang telah diamankan, selain itu sudah ada dua yang berstatus saksi,” jelasnya.

Berdasarkan petunjuk, Oecar mengatakan penanganan kasus ini dilimpahkan dan ditangani Satresnarkoba Polres Mimika.

“Kita akan lebih tingkatkan lagi untuk mengungkap masyarakat yang menjual minuman alkohol produksi lokal,” katanya. (Ignas)

Top