Keluarga Korban Pencabulan Tutup Panti Asuhan Bunda Mulia, Ada Bukti Baru Terkuak

Penutupan panti yang berada di SP4 ini dilakukan pada Senin (30/5)
MIMIKA, BM
Keluarga korban pencabulan mendatangi dan menutup panti asuhan Bunda Mulia yang menjadi tempat kejadian pencabulan oleh pengurus panti beberapa waktu lalu.
Panti asuhan yang berlokasi di SP 4 itu ditutup secara paksa oleh keluarga korban pada Senin (30/5). Namun sayangnya, pemilik panti atau biasa disapa Saharia, tidak berada di lokasi.
Keluarga korban pada saat akan melakukan penutupan juga menemui Ketua RT setempat guna meminta agar yang masih berada di panti untuk dipulangkan ke rumah masing-masing.
Pada aksi ini, korban yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar (SD) ikut bersama keluarganya guna mengambil pakaian korban yang masih ada di panti asuhan.
Aparat keamanan dari Polres Mimika sesaat kemudian tiba di Panti Asuhan. Setelah berkomunikasi mereka juga membiarkan panti tersebut ditutup.
Panti ini di tutup gunakan papan yang di paku menutup semua pintu dan jendela serta dipilox dengan tulisan panti asuhan ditutup dan stop kekerasan terhadap anak.
Polisi juga memasangkan garis polisi pada panti asuhan tersebut.
Salah satu perwakilan keluarga, Akza, mengatakan penutupan panti asuhan dilakukan karena keluarga merasa penanggungjawab lalai dalam menjaga anaknya.
“Kami sangat sesalkan karena ini sudah lama terjadi dan tidak mungkin pihak yayasan tidak tau karena sudah dari bulan Maret,” tegasnya.
Bahkan menurut keluarga korban, kejadian pencabulan telah dialami korban berkali-kali. Bahkan “bunda” yang adalah pemilik panti ini juga mengetahui hal itu dan bahkan pernah memarahi korban.
“Ada satu anak panti yang sempat melihat trus kasih tau bunda itu, tapi dia malah marah korban dan bilang korban memang biadab,” tambahnya.
Bahkan diketahui bahwa pemilik panti (Bunda-red) membuat laporan polisi palsu. Pelaku pencabulan ternyata bukan suaminya, namun ia malah melapor suaminya sebagai pelaku.
“Dia lapor suaminya, suaminya juga mengaku. Padahal pelakunya itu Bahri (ponakan bunda),” ungkapnya. (Shanty)



