Reynold : Corona Jangan Terlalu Ditakuti Namun Takutlah TB dan Malaria
Plt Dinas Kesehatan, Reynold Ubra
MIMIKA,BM
Masuknya virus corona ke Indonesia membuat tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus ini semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang membeli dan memborong masker.
Pelindung mulut dan hidung ini dianggap ampuh mencegah dan membatasi peredaran virus corona. Seperti yang terjadi di Mimika, warga mulai memborong masker sebagai stok untuk antisipasi penyebaran virus tersebut.
Akibatnya banyak apotek-apotek di Timika mulai kehabisan stok karena masyarakat membelinya dalam jumlah yang banyak.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra menghimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan virus corona tetapi yang perlu di khawatirkan adalah TBC dan malaria.
Ia meminta warga Mimika jangan panik dan dan gusar karena virus corona tidak mudah membunuh orang. Penyebarannya juga tergantung imunitas tubuh.
“Tetapi ketika kita berhadapan dengan penderita TB yang resisten karena penularan maka kita akan terinfeksi kemudian di suntik selama 12 bulan. Jadi, mestinya masyarakat Mimika memilih jangan terkena TB resisten dan juga malaria,"tutur Plt Kadinkes Reynold Ubra saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (4/3).
Untuk pencegahan penularan virus corona, Reynold meminta masyarakat jangan hanya membeli masker tetapi juga membeli liserin untuk mencuci tangan, kemudian etika batuk juga perlu diperhatikan dengan baik.
Lanjutnya, kalau masker tidak ada atau tidak tersedia di apotek maka yang perlu dilakukan adalah menghindari atau jangan berdekatan dengan orang yang lagi batuk pilek, jangan bertatap muka kurang dari satu meter, tidak berciuman dan tidak berjabat tangan.
"Menggunakan masker itu bagus, masker habis karena itu kesadaran masyarakat saja. Apalagi di Mimika kita sangat mudah mengakses informasi sehingga muncul kesadaran. Kesadaran seperti inilah yang diharapkan,"tutur Reynold.
Reynold juga menghimbau, agar warga Mimika tidak perlu takut terhadap orang yang terinfeksi virus corona, namun kewaspadaan dini harus dibangun dari diri sendiri.
Reynold juga menyebutkan bahwa kondisi alam di Mimika menjadi alasan mengapa warga Mimika tidak boleh terlalu gusar dengan penyebaran virus ini.
“Kalau apotek menaikkan harga masker itu adalah privat bisnis tetapi bagaimana dengan stok di Dinkes? stoknya masih ada tetapi itu bukan untuk apotek melainkan untuk semua penyakit respiratori dan petugas di gudang obat,” ujarnya.
"Cara mudah mencegah virus corona selain mengjindari orang yang batuk pilek dan menjaga imunitas adalah dengan istirahat cukup, makan teratur dan olahraga teratur minimal sehari 15 menit,"ungkapnya. (Shanty)



