Mimika Siapkan Instruksi Larangan Mendatangkan Ternak Babi Karena Virus ASF

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriyani
MIMIKA, BM
Menghindari maraknya penyebaran kasus virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika di Indonesia timur, tepatnya di Gowa, Sulawesi Selatan, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai menyiapkan instruksi larangan pengiriman ternak babi ke Mimika.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan Mimika, Sabelina Fitriyani, saat ditemui di pelataran Pusat Pemerintahan, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/2/2023).
"Surat instruksinya tinggal tunggu tanda tangan dari Plt Bupati. Kalau sudah tanda tangan, berarti sudah stop (pengiriman)," ujarnya.
Kata Sabelina, terkat hal ini, Pemda Mimika juga sedang berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Papua Tengah.
"Kemudian kami juga sudah koordinasi dengan Balai Besar Veteriner Maros untuk meng-update sejauh mana penyebarannya di Kabupaten Gowa itu. Artinya secara keseluruhan di Sulawesi Selatan itu sudah sejauh mana," ungkapnya.
Selain itu, ada juga surat yang telah disiapkan untuk dilayangkan kepada pihak Karantina dan Bandara Makassar untuk mewanti-wanti penyebaran virus ASF ini.
"Kenapa untuk Karantina dan Bandara Makassar, karena kadang-kadang kita punya masyarakat yang ke Timika ini bawa oleh-oleh, baik daging segar maupun sudah dalam bentuk dendeng dan lain-lain. Itu yang kami antisipasi," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses penularan ASF ini sangat cepat dan tingkat kematiannya sangat tinggi yaitu 90–100 persen sehingga sulit untuk dikendalikan jika sudah masuk ke kawasan Kabupaten Mimika.
"Karena kan virus ASF ini sementara belum ada vaksinnya. Kemudian pengobatan juga tidak ada. Jadi, hanya tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing ternak," tuturnya.
"Ditambah lagi sebagian besar masyarakat kita di Papua ini masih memelihara babi secara tradisional. Kadang ada juga yang malah dilepas saja begitu. Ini yang memang agak riskan," imbuhnya.
Oleh karena itu, Sabelina mengimbau kepada para peternak babi di Mimika untuk terus menjaga kebersihan kandang dan ternaknya.
"Kemudian yang kedua soal makanan. Kalau mereka ambil makanan di hotel atau pun di warung-warung, lakukan pemanasan sampai mendidih kurang lebih 30 menit," imbaunya.
"Dan yang pasti lakukan disinfeksi kandang. Nanti dari dinas kita akan coba. Disinfektan yang ada, kita akan coba bagi ke masyarakat," pungkasnya. (Endy Langobelen)



