Kasihan, Seorang Petugas Kesehatan Diusir Pemilik Kost Karena Tangani Covid-19
Jumpa pers Tim Gugus Tugas beberapa waktu lalu
MIMIKA, BM
Saat ini Mimika, Papua, Indonesia dan dunia sedang memerangi Virus Corona. Para medis, baik dokter maupun perawat merupakan garda terdepan dalam memerangi virus ini.
Namun sayangnya, di saat dunia sedang bersatu melawan Covid-19, salah seorang petugas kesehatan di Mimika diusir pemilik kost (rumah kontrakan) karena aktif berperan menangani virus ini untuk menyelamatkan warga Mimika.
Tidak disebutkan petugas kesehatan ini bekerja di fasilitas kesehatan mana, baik rumah sakit, puskesmas maupun klinik termasuk siapa oknum pemilik kost dan letaknya di jalan apa, namun kejadian ini terjadi Kamis (2/46) kemarin.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Reynold Ubra kepada BeritaMimika mengiyakan bahwa kejadian ini benar terjadi.
“Kejadian ini memang ada dan seharusnya menjadi evaluasi bagi kami tetapi hal paling mendasar adalah keluarga atau pemilik kosan belum mengerti dan memahami bagaimana cara penularan virus ini,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa masih banyak warga Mimika yang belum teredukasi tentang bagimana penanganan, pencegahan dan penularan Covid-19 sehingga terkadang ada yang memiliki stigma negativ terhadap pasien maupun perawat.
“Saya berharap dengan publikasi masiv dari kami dan rekan-rekan media, masyarakat Mimika bisa memahami secara mendasar bahwa penularan covid-19 bisa dikendalikan. Masyarakat juga jangan takut terhadap orang yang merawat (petugas medis) atau pasien ODP atau OTG. Jangan membuat stigma negativ tentang mereka. Yang kita butuh saat ini adalah dukungan semua orang dan bagaimana kita semua mengikuti instruksi pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini,” tegasnya.
Perlu diketahu, berdasarkan penjelasan Jubir Reynold Ubra kepada BeritaMimika beberapa waktu lalu, Virus Corona ditularkan melalui percikan atau tetesan (droplet) ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara.
Ia mengatakan ada dua cara penularan virus corona melalui droplet yakni secara langsung dan tidak langsung.
Secara langsung penularan virus ini terjadi apabila seseorang yang terpapar virus ini kemudian batuk, bersin atau berbicara dan percikannya langsung mengenai orang lain. Situasi ini biasa terjadi dalam jarak dekat (1 meter).
Tidak heran untuk mencegahnya pemerintah melalui Tim Gugus Tugas meminta warga Mimika menerapkan physical distancing atau jaga jarak 2 meter dengan orang lain.
Sementara itu penularan secara tidak langsung terjadi apabila kita menyentuh permukaan atau benda apapun yang sudah terkontaminasi dengan orang yang terpapar Corona Virus.
Pasalnya Covid-19 ini dapat bertahan dengan waktu yang berbeda ketika berada di plastik, tembaga, kaca, kayu, baja hingga kertas.
Penularannya akan terjadi jika tanpa sadar usai menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi, kita menyentuh hidung, mulut dan mata tanpa terlebih dahulu menyentuh tangan. Bisa dipastikan jika ini terjadi maka virus ini sudah berada dalam tubuh.
Makanya selain sosial atau physical distancing, mencuci tangan yang bersih dengan sabun sangat disarankan dilakukan oleh semua warga Mimika. (Ronald)



