Dir RSUD : Pasien Yang Pingsan Tadi Sudah Pulang dan Tidak Ada Gejala Covid-19
Banyak warga terlihat berkimpul menyaksikan kejadian ini
MIMIKA, BM
Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu mengatakan lelaki paru baya yang pada sore tadi diantar ke RSUD akibat terjatuh pingsan di depan Koperasi Koramil Kota, sudah dibawa pulang oleh keluarganya ke rumah.
Dikonfirmasi terkait kondisinya, melalui telepon seluler oleh BeritaMimika, Sabtu (18/4) malam, dr Anton mengatakan ia kelelahan akibat terlalu memaksakan diri berolahraga.
“Menurut data riwayatnya dia melakukan joging tiba-tiba di jalan kelelahan sehingga jatuh. Tadi dokter jada IRD sarankan untuk observasi sampai betul-betul pulih tapi keluarga dan pasien merasa sudah sehat sehingga minta pulang. Kemudian dia juga tidak ada gejala Covid setelah diperiksa dan ditanyakan riwayat kontak dan perjalanan. Walau sudah pulang kami sarankan untuk tetap isolasi diri di rumah sesuai himbauan pemerintah,” jelasnya.
Perlu diketahui lelaki paruh baya yang akhirnya diketahui berinisial DM ini sempat membuat geger masyarakat Mimika.
Pasalnya dalam keadaan pendemi Covid-19 sedang melanda Mimika, warga dibuat panik dengan beredarnya foto serta videonya usai ditemukan terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Bahkan proses pertolongannya juga seperti penanganan pasien terinfeksi Virus Corona. Ini terlihat dengan hadirnya sejumlah petugas medis yang berpakaian APD lengkap untuk membawanya ke RSUD.
Direktur RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu meminta warga Mimika agar belajar dari kejadian ini.
Menurutnya apa yang dilakukan DM menunjukan bahwa dia tidak menaati himbauan pemerintah daerah terkait Stay At Home dan Social Distancing.
“Kejadian ini menjadi pengalaman dan memperlihatkan bahwa memang masih banya warga Mimika yang tidak patuh terhadap anjuran pemerintah tentang himbauan berdiam di rumah,” ujarnya.
Ia mengatakan himbauan jelas tertera bahwa setelah pukul 14.00 Wit, warga sudah harus berada di rumah dan tidak diperbolehkan melakukan aktifitas di luar.
Akibat kejadian ini, secara tidak langsung membuat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut sehingga membuat resiko timbulnya mata tantai penularan Virus Corona.
“Selain itu menambah beban bagi perawat karena kasihan mereka tadinya dipersiapkan untuk tangani pasien covid akhirnya menambah tugas tambahan yang tidak perlu akibat dari kelalaian tidak taat terhadap himbauan pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa masih melihat adanya warga Mimika yang hingga kini masih berkeliaran di luar rumah.
Demi keselamatan pribadi, keluarga dan orang lain, ia secara khusus meminta semua orang untuk melakukan instruksi Stay At Home dan Social Distancing.
“Kemarin saya juga lihat masih ada yang balap-balap di jalan. Coba bayangkan kalau mereka alami kecelakaan, mereka datang ke rumah sakit dengan situasi transmisi lokal ini maka penanganan perawat terhadap dia juga harus memakai APD yang betul-betul siap. Saya berharap kita semua hindari yang seperti ini supaya petugas medis fokus mengobati pasien yang terindikasi Covid-19,” ujarnya berharap kepada warga Mimika. (Ronald)



