Thermo Scanner Dari Jepang Dipasang Di Bandara Mozes Kilangin

Alat thermo scanner sudah dipasang di ruangan masuk bandara 

MIMIKA, BM

UPBU Mozes Kilangin telah memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermo scanner) dan desinfektan kotak untuk mengantisipasi masuknya virus corona melalui para pelaku perjalanan dengan pesawat terbang. Alat ini dipasang di pintu kedatangan UPBU Mozes Kilangin.

Alat tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang didatangkan dari Negeri Samurai, Jepang.

Kepala UPBU Mozes Kilangin, Ambar Suryoko memberikan apresiasi kepada Pemda Mimika karena dengan tersedianya fasilitas ini, sangat membantu pihaknya dalam mengantisipasi peredaran covid-19 khususnya dari luar Mimika.

"UPBU Mozes Kilangin di sisi selatan saat ini mendapat fasilitas desinfektan tember dan kemarin sudah ada termo scanner. Alat ini memberikan fungsi pengawasan lebih baik terhadap semua yang melewati area ini karena suhu mereka akan langsung terdeteksi," ungkap Ambar Suryoko.

Ambar mengatakan keberadaan alat ini menggantikan pengukuran suhu manual (termogun-red) yang selama ini mereka gunakan di bandara. Ketika terdeteksi suhu penumpang di atas rata-rata maka langsung memudahkan tim gugus tugas melakukan lokalisir.

Sementara Kasubag Program dan Keuangan BPBD Mimika, Ida Adriani kepada BeritaMimika mengatakan alat ini juga akan di pasang di pintu masuk Pelabuhan Paomako.

"Alat ini di pesan dari Jepang, pemesanan sudah dilakukan dari 3 bulan lalu namun pengirimannya yang terlambat. Ada 3 unit kami pesan untuk bandara lama, UPBU dan di pelabuhan, jadi nanti alat ini kita hibahkan," tutur Ida.

Thermo scanner mendeteksi suhu tubuh penumpang tanpa menyentuhnya. Suhu tubuh secara otomatis akan terbaca langsung di depan layar. Alarm alat ini akan langsung berbunyi jika suhu tubu penumpang melebihi suhu batas normal.

Alat ini ke depan akan dioperasikan langsung oleh petugas di bandara dan pelabuhan. Namun saat ini tim teknisi dari penyeria alat yakni BPBD masih mengoperasikannya sambil memberikan sosialisasi penggunaan alat tersebut.

"Jadi nanti alat ini akan dikelola langsung oleh UPBU Mozes Kilangin untuk di bandara," ungkapnya. (Shanty)

Top