Kesehatan

60 Aparatur Kampung Ikuti Sosialisasi Riset Kesehatan Dasar


 Manajer External Corporate Communication PT Freeport Indonesia Kerry Yarangga saat menyampaikan arahan pada giat Riskesdas

MIMIKA, BM

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari kepala kampung, ketua RT, aparat kelurahan, aparat kampung dan aparat puskesmas mengikuti sosialisasi Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

Pelaksanakan Ridkesdas Kabupaten Mimika tahun 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) berlangsung di Hotel Horison Diana pada Jumat (29/10) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Rizal Ubra dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau mengatakan, sosialisasi ini secara khusus ditujukan kepada kepala desa dari 19 kampung.

Menurutnya, sosialisasi ini penting untuk memberikan penjelasan tentang tujuan Riset Kesehatan Dasar dan peran serta para aparat kampung untuk mendukung terselenggaranya survey di lapangan.

Riset Kesehatan Dasar yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika, 31 kampung dari 18 distrik terpilih yang menjadi sampel dalam pengambilan data riset yang memiliki orang asli Papua (OAP).

"Untuk itu saya meminta kepada seluruh pihak terkait agar dapat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya data dan informasi dari hasil Riskesdas, nantinya perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan serta intervensi yang dilaksanakan akan semakin terarah, efektif dan efisien.

"Saya minta agar segenap pengelola dan pelaksana pembangunan kesehatan memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkan Riskedas dalam merumuskan kebijakan dan mengembangkan program kesehatan, demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya serta terwujudnya masyarakat Mimika cerdas, aman, damai, dan sejahtera,”jelasnya.

Menurutnya, peran dan dukungan para Kepala Kampung dan Tokoh Agama sangat penting dalam mendukung upaya menyempurnakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja Pembangunan kesehatan 5 tahun kedepan di Kabupaten Mimika.

Semoga dalam pelaksanaan Riset merupakan Langkah positif serta dapat memberikan terobosan terbaru di Provinsi Papua khususnya Kabupaten Mimika.

"Ucapan terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada pihak Freeport, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika serta semua pihak yang terlibat dalam Riskesdas tahun 2021 ini,”ungkapnya. (Shanty)

Sambut HUT ke-144, Karantina Pertanian Timika Gelar Donor Darah

Peserta saat melakukan donor darah di Kantor Pertanian Timika

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut hari Karantina Pertanian ke 144 yang jatuh pada tanggal 18 Oktober, Karantina Pertanian Timika bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Timika menggelar aksi donor.

Kegiatan sosial ini berhasil mengumpulkan sebanyak 30 kantong darah.

Acara ini mengusung tema "Darahmu Sangat Berharga, Donorkan, Selamatkan Kehidupan dan Jadikan Itu Istimewa".

Pelaksanaanya tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Kegiatan aksi donor darah ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama serta bermanfaat juga bagi kesehatan.

Seperti yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah yang berbunyi upaya mewujudkan derajat kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari TNI AD, TNI AU, maskapai Garuda Indonesia, dan masyarakat setempat.

"Kami berterima kasih untuk para peserta donor darah yang hari ini begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan, semoga kedepannya apa yang kita lakukan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan sebagai wujud menumbuhkan nilai–nilai kemanusiaan”, tutur Kepala Karantina Pertanian Timika, Tasrif saat ditemui, Jumat (15/10).

Tambahnya, dengan donor darah, tentu dapat mengecek kondisi kesehatan, membuat aliran darah menjadi lebih lancar serta menyelamatkan saudara-saudara yang membutuhkan. (Shanty)

Dinkes dan Freeport Kolaborasi Lakukan Riset Kesehatan Agar Mimika Punya Profile Kesehatan Lengkap


Foto bersama usai melakukan launching Riskesdas 2021

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia melaunching kegiatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2021.

Riset yang mulai dilakukan terhitung Kamis (7/10) akan dilakukan selama 4 bulan hingga minggu ketiga Februari 2022.

Launching Riskesdas dilakukan di Hotel Diana Timika oleh Asisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari, Kepala Dinas Kesehatan Reynod Ubra dan Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Ronald Wamafma.

Reynold Ubra mengatakan, riset kesehatan dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana situasi dan kondisi wilayah yang sesunguhnya dari pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.

Riset kesehatan menjadi tanggungjawab semua kabupaten kota yang dilakukan secara berkala dengan tujuan melakukan evaluasi sejauh mana kemajuan pelayanan kesehatan yang diamanatkan dalam rencana pembangunan daerah.

"Kalau riset kesehatan nasional memotret sejauh mana RPJMN sementara riset kesehatan di tingkat kabupaten kota kita untuk mengevaluasi apakah visi dan misi kepala daerah, khususnya dalam bidang kesehatan yang selalu menjadi prioritas investasi, angaran dan biaya yang dialokasikan sebagimana arah kebijakan pemerintah daerah, tercapai atau tidak?," jelasnya.

Reynold Ubra mengatakan Kabupaten Mimika merupakan salah satu dari ratusan kabupaten di Indonesia yang secara mandiri dapat melakukan riset kesehatan daerah ini.

"Kami berterimakasih kepada bupati Mimika, PT Freeport Indonesia atas dukungan dan kerjasama ini," ujarnya.

Dijelaskan Ubra, Pemda Mimika dan PT Freeport Indonesia adalah mitra kerja yang sejak lama telah melakukan koordinasi dan kerjasama dalam bidang kesehatan.

"Kita akan melihat secara bersama-sama (PTFI), tidak dalam rangka membanding-bandingkan, tetapi apakah kemitraan ini memberikan dampak positif terhadap derajat kesehatan masyarakat di Mimika?," terangnya.

Menurutnya, semua hasil riset ini nantinya akan menjadi masukan bagi Pemda Mimika, DPRD termasuk PT Freeport Indonesia untuk melihat bagaimana menetapkan arah kebijakan yang baru dalam RPJMD Mimika 2019-2024.

"Artinya data yang dihasilkan dari hasil riset ini akan digunakan oleh pemda dan DPRD untuk memonitoring bagaimana arah kebijakan dan program yang akan dilakukan oleh dinas kesehatan dan semua unsur yang terlibat dalam melakukan pelayanan kesehatan," jelasnya.

Di akhir, Reynold Ubra juga mengatakan dalam melakukan riset ini pihaknya selain disuport oleh PT Freeport Indonesia, juga akan meminta pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi, Litbangkes dan Kementerian Kesehatan.

Claus Oscar Ronald Wamafma mengatakan, PT Freeport Indonesia berbangga karena dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan Mimika.

Selama hampir 54 tahun Freeport ada, PTFI juga memiliki kepentingan yang sama dengan pemda untuk memastikan program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Salah satu dari semua program pembangunan yang dilakukan PTFI selama ini adalah program kesehatan.

"Kita ingin melakukan evaluasi secara bersama sejauh mana keberhasilan, tantangan atau kegagalan dalam programkesehatan sehingga nanti kita bisa bekerja sama memikirkan mitigasi dan intervensi untuk memperbaiki dan mempercepat tujuan pembangunan kesehatan di Mimika," ujarnya.

Claus menjelaskan, selain PT Freeport Indonesia, partner PTFI yakni YPMAK sejauh ini juga telah terlibat aktif menjadi bagian dan mitra pemerintah dalam melakukan pembangunan di Mimika terutama dalam bidang kesehatan.

"Lewat riset kesehatan daerah ini kita akan sama-sama memotret kondisi hari ini untuk pembangunan kesehatan yang lebih baik ke depan," ungkapnya.

Terkait riset ini, ia mengatakan Freeport memiliki kepentingan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar are tambang serta untuk mengetahui bentuk intervensi program-program sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Kita sudah punya beberapa studi terkait profile pendidikan dan ekonomi, akan lengkap kalau kita juga punya profile kesehatan. Dengan riset kesehatan ini kita lebih spesifik. Kami sudah berikan komitmen kami untuk mendukung kegiatan yang fundamental dan strategi untuk melihat sejauh mana arah kegiatan kesehatan," terangnya.

"Terimakasih pak kadis dan pemda untuk studi yang penting sekali bagi kita bersama ini. Kami sudah berkomitmen untuk terlibat dan semoga semua berjalan sesuai rencana dan semoga Februari tahun depan kita sudah memiliki profile kesehatan di Mimika secara lengkap," lanjutnya.

Sementara itu Sasarari mengatakan informasi situasi kesehatan merupakan masukan yang penting dalam pengembangan kebijakan keaehatan.

Informasi ini haruslah bersifat tepat dan aktual agar dapat mengarahkan pemangku kebijakan dan pihak-pihak terkait mengenai kebijakan terbaik yang dapat diambil.

"Ada 13 Distrik yang terpilih menjadi sampel dalam pengambilan data riset yang memiliki orang asli papua (OAP). Untuk itu saya meminta kepada seluruh pihak terkait agar dapat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan," harapnya.

Diharapkan dengan adanya data dan informasi hasil Riskesdas maka perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan serta intervensi yang dilaksanakan akan semakin terarah, efektif dan efisien.

Perlu diketahui, riset ini akan dilakukan di 30 kampung dimana prioritasnya adalah 11 kampung di wilayah pesisir dan pegunungan dengan target 1 hari dapat menyentuh 52 kepala keluarga. (Ronald)

Top