Nasional

Kelola Rp7 Miliar, Kepala Imigrasi Mimika Tegaskan Hal Ini

Suasana rapat di Kantor Imigrasi Mimika

MIMIKA, BM

Kantor Imigrasi Mimika tahun ini mengelola anggaran DIPA sebesar Rp7 miliar. Anggaran ini nantinya digunakan untuk belanja pegawai, belanja modal dan barang.

Penyampaian besaran DIPA dan rencana program kerja tahun 2021 Kantor Imigrasi Mimika ini disebutkan dalam Rapat Disbursment Plan dan Kalendar Kerja Tahun 2021.

Rapat dipimpin Kakanim Mimika Jesaja Samuel Enock dan dihadiri Kasubag TU, Kasi Inteldakim, Kasi Tikim, Kasubsi Lantaskim, Kasubsi Intelijen serta Kasubsi Penindakan dan Kaur Keuangan.

Pembukaan rapat diawali dengan penyampaian Rencana Kerja dan Disbursmen Plan dari Bagian Tata Usaha yang disampaikan oleh Kasubbag TU, Salomina Rumbiak.

Selanjutnya oleh seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim). Dari dana Rp7 miliar, disebutkan bahwa seksi ini akan mengelola Rp1,4 untuk membiayai beberapa kegiatan.

Diantaranya koordinasi timpora, operasi mandiri, operasi gabungan, penyelidikan intelijen, Tindakan Administratif Keimigrasian pendetensian, pendeportasian serta penyidikan keimigrasian.

Pada tahun ini seksi Inteldakkim juga berencana menambah satu kegiatan yakni koordinasi penguatan penegakan hukum antar instansi, guna memperkuat dan mengimplementasikan hasil perjanjian kerjasama dengan Kejari Mimika tahun lalu .

Pemaparan selanjutnya dari Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim). Seksi Tikkim pada tahun ini mengelola Rp470 juta.

Program kegiatan yang dilakukan adalah pemeliharaan kesisteman, instalasi jaringan kesisteman, pemeliharaan hardware, pembelian tinta dan printhead paspor, pengelolaan website, pengukuran indeks kepuasan masyarakat serta pengembangan aplikasi KAMI IWAKA (Kanim Mimika Informasi Whatsapp Keimigrasian).

Ditegaskan pula, karena masih berada dalam suasana pandemi Covid-19 maka penyebaran informasi akan lebih dioptimalkan melalui media online. Kegiatan sosialisasi Paspor maupun Izin Tinggal juga akan dilaksanakan secara daring, baik melalui meeting zoom maupun media sosial.

Sementara dalam hal pengelolaan website akan dilakukan update layout dan konten yang lebih informatif dan lebih menarik, selanjutnya untuk survey indeks kepuasan masyarakat akan dilanjutkan seperti tahun sebelumnya.

Pemaparan program kerja 2021 di Kantor Imigrasi Mimika yang terakhir disampaikan dari Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan (Lantaskim).

Di 2021, Seksi Lantaskim akan melakukan 6 kali layanan Eazy Paspor setiap 2 bulan sekali dan akan melaksanakan layanan Paspor Simpatik setiap akhir bulan. Untuk Eazy Paspor akan dilaksanakan di Distrik Kuala Kencana dan Kantor Pemda Mimika.

Setelah semua seksi selesai memaparkan program kerja mereka, Kepala Kantor Imigrasi Mimika, Jesaja Samuel Enock menegaskan beberapa hal yang harus digarisbawahi jajarannya.

"Saya ingin agar semua seksi dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam mencapai target kinerja. Setiap kegiatan yang sudah direncanakan harus dapat dikembangkan dan direalisasikan terkait perjanjian kerjasama dalam meningkatkan fungsi pengawasan," ungkapnya.

Terkait penegakan hukum catatan keimigrasian, Jesaja mengingatkan jajarannya agar segera meminta pengesahan dari pengadilan terkait barang bukti yang selanjutnya dibuatkan dalam bentuk blanko.

Ia juga meminta pengasawan keimigrasian untuk memfokuskan pengawasan di bandara terhadap orang asing yang masuk dengan pesawat komersial.

Kakanim menambahkan dalam melaksanakan penegakan hukum kaitannya dengan UU Nomor 6 tahun 2011, Projustitia dan Tindakan Administratif Keimigrasian prosesnya harus cepat diatangani sehingga ada kepastian.

Selain itu Kakanim meminta bidang teknologi informasi agar terus mengembangkan penyebaran informasi di media sosial dan website Imigrasi Mimika.

"Penyebaran informasi Imigrasi harus dilakukan secara update dengan inovasi yang baik sehingga mudah dimengerti dan tersampaikan kepada masyarakat," ujarnya sambil menutup rapat awal tahun. (Red)

Gunawan Sampaikan Makna Shio Kerbau Logam pada Imlek 2021

Shio Kerbau, Tahun Baru Imlek 2021 (Foto Google)

MIMIKA, BM

Warga keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Mimika hari ini, Jumat (12/2) merayakan Perayaan Gong Xi Fa Cai atau Tahun Baru Imlek Tahun 2021.

Momentum perayaan tahun ini tidak seperti tahun kemarin karena pandemi Covid-19 sehingga di Mimika tidak dirayakan secara bersama-sama.

Gunawan, Ketua Kerukuanan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) Kabupaten Mimika menyampaikan makna Gong Xi Fa Cai tahun ini kepada BeritaMimika.

Dikatakan melalui sambungan telepon siang ini, ia mengatakan menurut penanggalan shio, tahun 2021 merupakan tahun Shio Kerbau Logam.

"Shio ini menandakan bahwa tahun ini kita harus hati-hati dengan kondisi yang ada, kita harus efisien dan esktra kerja keras," ungkapnya kepada BeritaMimika.

Selain karena situasi covid, Gunawan juga menuturkan bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok pada perayaan Imlek tahun ini.

Dikatakan, setiap akan memasuki Tahun Baru Tionghoa, tanda alam yang selalu terlihat nyata adalah turunnya hujan disertai angin. Namun sejak dua hari lalu hingga Imlek hari ini, di Mimika hal ini tidaklah terjadi.

"Sebab menurut penanggalan sejarah, sering turun hujan tapi untuk tahun ini saya amati di Mimika ini tidak terjadi, bahkan sejak kemarin hingga hari ini, panasnya begitu menyengat. Ini merupakan sebuah pertanda alam," ujarnya.

"Hanya saja sebagai orang beriman, kita harus tetap berdoa dan bersyukur dengan kondisi yang ada. Kita mau percaya atau tidak, tapi biarkan semua mengalir apa adanya. Tetap syukuri semuanya dengan iman yang kita miliki," ungkapnya.

Pada momen Imlek tahun ini, Gunawan juga menyampaikan beberapa hal terkait perayaan dan harapan HPKT Kabupaten Mimika khususnya kepada warga Tionghoa.

"Saat ini dunia sedang mengalami pandemi Covid-19. Sesuai keputusan bersama pengurus HPKT untuk Imlek ini tidak dirayakan tetapi sebelumnya kami rayakan dengan melakukan kegiatan sosial memberikan bantuan sembako, bagi masker, APD serta obat-obatan," ujarnya.

Gunawan menghimbau seluruh masyarakat Mimika terutama masyarakat Tionghoa agar selalu mematuhi anjuran pemerintah pusat dan daerah tentang 3M yakni mencuci tangan, jaga jarak dan gunakan masker.

"Khusus kepada warga Tionghoa, kami hampir 80-90 persen di Timika adalah pengusaha. Saya himbau kita tetap jaga kestabilan harga sembako, bangunan dan eletronik. Kita harus menaati dan memenuhi semua aturan Perda maupun perizian yang menyangkut masalah perpajakan. Jangan lupa untuk membayar SPPT karena ini adalah kewajiban kita sebagai WNI," himbaunya.

Ia juga mengingatkan warga Tionghoa di Mimika agar tetap menjaga kebersamaan, kantibmas dan kekompakan dengan setiap kerukunan yang ada di Mimika. HPKT juga tergabung dalam Forum Pambaruan Kebangsaan.

"Selamat merayakan Impek, semoga apa yang dikerjakan dan dicita-citakan di taun ini sukses dan berhasil. Tuhan memberkati Kita semua," doanya. (Ronald)

'Tukar Guling Jabatan' Terjadi di Kantor SAR Timika

Pemberian cinderamata dari kepala SAR Timika yang baru kepada kepala SAR yang lama

TIMIKA, BM

Kepala SAR Timika, kini dijabat oleh George Leo Mercy Randang, SIP MAP menggantikan Monce Brury SIP. Monce kini ditunjuk menjabat sebagai Kepala SAR Manokwari menggantikan George yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Acara serah terima dilakukan berdasarkan surat keputusan Badan SAR Nasional bernomor KBSN-02/KP.03.06/1-BSN/2021 tertanggal 13 Januari 2021.

SK ini tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Dari dan Dalam Jabatan di Lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional.

Kepada wartawan, Monce Brury mengatakan, Sertijab ini dikenal dengan nama “tukar guling” dimana ia berpindah ke Manokwari, begitupun sebaliknya.

Ia berharap Kakansar Timika yang baru, dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik selama berada di Timika terutama dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Monce juga berpesan bahwa Mimika merupakan salah satu wilayah yang cukup kompleks dengan bencana.

“Di Timika hal yang berkaitan dengan kecelakaan pelayaran, hal yang membahayakan manusia sampai dengan penerbangan itu ada. Jadi perlu ada koordinasi dengan stakeholder termasuk TNI-Polri dan pemerintah daerah agar dapat menunjang pelaksanaan operasi,” ujarnya.

Kepada pegawai dan masyarakat Mimika, Monce yang telah lima tahun bertugas sebagai kepala SAR Timika, mengaku memiliki kekurangan dan keterbatasan sebagai seorang pimpinan maupun warga biasa.

"Kepada semua saya minta maaf jika selama bertugas di sini masih banyak kekurangan. Saya bersyukur atas semua support yang selama ini diberikan ke saya dari semua pihak. Saya mohon pamit dan restu dari semua masyarakat Mimika untuk tempat tugas yang baru," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SAR Timika George Leo Mercy Randang mengatakan, setiap pemimpin SAR, pastinya akan menyiapkan rencana matang dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik terkait dengan tugas pokok pencarian dan pertolongan.

"Di Manokwari juga banyak kecelakaan kapal, kondisi membahayakan, orang hilang di hutan, perbukitan juga perahu atau long boat hilang. Itu cukup banyak di Manokwari karena ibukota Provinsi Papua Barat,” ungkapnya.

George berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi di Mimika yang berkaitan dengan Basarnas, selama menjabat sebagai kepala SAR Timika.

"Ini akan saya lakukan agar ke depan langkah apa yang bisa disinergikan, bisa lebih tajam lagi. Saya percaya, apa yang sudah dilaksanakan pemimpin sebelumnya sudah baik dan luar biasa," ujarnya.

Lanjutnya, tidak hanya di Timika namun kantor SAR dimana-mana selalu kekurangan personel. Walau demikian hal ini tidak akan mengurangi kinerja pegawai SAR karena dalam melakukan operasi bencana akan didukung TNI-Polri.

"Kekurangan ini bagian dari dinamika operasi. Untuk itu kami akan menyiapkan langkah-langkah untuk menindaklanjuti apa yang pimpinan sebelumnya telah lakukan,” tutupnya. (Ignas)

Top