Nasional

Momen HUT TNI ke-75, Polres Mimika Berikan Surprise Tumpeng Raksasa

Kapolres Mimika saat menjelaskan makna tumpeng yang ia berikan

MIMIKA, BM

Di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-75 tepatnya hari ini, Senin 5 Oktober 2020, Polres Mimika memberikan hadiah ulang tahun berupa berupa tumpeng raksasa ukuran 2x1 meter.

Hadiah ulang tahun berupa 75 tumpeng ini merupakan salah satu bentuk perhatian Polres Mimika sekaligus menunjukan sinergitas baik yang selama ini terjalin antara polisi dan TNI.

Sebelum memberikan surprise, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata bersama anggotanya membawa tumpeng dengan berjalan kaki dari kediaman kapolda Papua menuju Mako Brigif 20/3 tempat dilangsungkan upacara HUT.

Selain tumpeng yang dibawa 8 personil Polres Mimika dan Brimob Den B Mimika, spanduk ucapan selamat ulang tahun berukuran besar dari kapolres Mimika bertuliskan 'Dirgahayu TNI Sinergi untuk Negeri' juga terpampang di depan rombongan.

Setibanya di depan pintu gerbang Mako Brigif 20/3 Kostrad, rombongan kapolres Mimika menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang kemudian disambut Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dalam sambutan menyampaikan bahwa tumpeng yang diberikan ini merupakan 4 gunung yang melambangkan 4 satuan TNI-Polri.

"Jadi 4 satuan ini melambangkan mengamankan Garuda di tengah. Jadi semua tumpeng ada 75 yang mana melambangkan HUT TNI tahun ini," ungkapnya.

Menerima surprise spesial ulang tahun dari Polres Mimika pada hari ulang tahun ke 75, Asops Kaskogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas perhatian dan kebersamaan Polres Mimika di momen ini.

"Kami ucapkan terimakasih kepada kapolres yang sudah berkenan memberikan hadiah surprise tumpeng raksasa ini. Semoga momen ini semakin menyatukan dan menguatkan kita semua TNI Polri, pemerintah dan masyarakat. Kami juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Wakil Bupati Mimika, Johannes Retob beserta tamu undangan lainnya yang turut hadir bersama kami merayakan momen ini," ungkapnya.(Ignas)

Selamat Ulang Tahun TNI-Ku, Kami Bangga Memilikimu (Redaksi BeritaMimika)

Kenang Jasa Para Pahlawan, TNI-Polri Tabur Bunga di PPI Poumako

Penaburan bunga dilakukan dalam suasaan penuh khidmat

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober besok, satuan TNI-Polri di Mimika menabur bunga di Pelabuhan Perikanan Poumako, Distrik Mimika Timur, Minggu (4/10).

Penaburan bunga dilakukan sebagai salah satu bentuk pengormatan kepada semua pahlawan bangsa yang gelah gugur dalam memerdekakan negara ini.

Tabur bunga kini telah menjadi tradisi yang wajib dilakukan di beberapa hari raya nasional lainnya termasuk perayaan HUT RI.

Seluruh satuan TNI Polri di Mimika ikut melaksanakan giat ini

Momen ini dilakukan dalam suasana khidmat dan penuh haru yang mendalam karena bangsa ini merdeka oleh pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.

Pelaksanaan tabur bunga ini didahului dengan upacara yang dilanjutkan dengan penghormatan arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta yang dipimpin Danlanal Timika, Letkol Laut Yadi Mulyadi, S.E.

Selain satuan TNI-Polri di Mimika, kegiatan tabur bunga dihadiri juga oleh Syahbandar Perikanan Poumako dan PSDKP.

Sementara itu, untuk kegiatan dan upacara HUT TNI ke-75 tahun ini akan dilakukan secara virtual di Brigif 20/IJK/3 Kostrad, Senin (5/10) besok. (Ignas)

Universitas Papua Ungkap Manfaat Ekstrak Tailing PTFI bagi Peningkatan Produksi Pangan Lokal

Hasil pemanfaatan ekstrak tailing yang telah dilakukan PTFI

MIMIKA, BM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Papua telah menyelesaikan penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak tailing PTFI sebagai komponen pupuk formula.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2015 ini menemukan bahwa kandungan unsur hara mikro[1] pada ekstrak tailing PTFI dapat meningkatkan kesuburan tanaman, termasuk di antaranya adalah tanaman keladi atau talas yang termasuk kategori bahan makanan pokok di Papua.
 
“Ekstrak tailing PTFI memiliki kandungan seng, tembaga, mangan, dan besi dengan kadar cukup sebagai sumber unsur hara mikro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman keladi. Pupuk formula kotoran sapi sebagai amelioran atau penambah kesuburan tanah yang diperkaya ekstrak tailing sebagai sumber hara mikro pada komposisi 90 persen kompos dan 10 persen ekstrak tailing, dapat membuat anakan keladi tumbuh dengan lebih baik,” ujar Dr. Bertha Mangallo, peneliti Jurusan Kimia FMIPA Universitas Papua yang terlibat dalam penelitian ini.
 
Hasil penelitian tersebut akan semakin meningkatkan pemanfaatan keladi sebagai bahan makanan pokok alternatif bagi masyarakat.

Pemanfaatan ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat Papua yang menjadikan keladi sebagai salah satu bahan makanan pokok di Papua, selain beras dan sagu, karena kandungan karbohidrat, protein, dan mineralnya yang tinggi dan seimbang.

Tidak hanya itu, masyarakat Papua juga kerap mengolah keladi menjadi keladi tumbuk dan keripik keladi, sehingga penerapan hasil penelitian ini akan mampu meningkatkan hasil pangan masyarakat serta mempercepat kemandirian pangan di Mimika.
 
“Penelitian yang dilakukan oleh FMIPA dan FAPERTA UNIPA telah membantu PTFI agar dapat terus menjalankan komitmen kami, untuk tidak hanya mengurangi dampak kegiatan operasi perusahaan terhadap lingkungan, namun juga untuk terus menciptakan nilai tambah dari setiap kegiatan kami bagi masyarakat di berbagai bidang, termasuk pertanian. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin baik ini,” kata Senior Manajer Lingkungan Hidup PTFI Gesang Setyadi.
 
Selain melakukan kerja sama dengan UNIPA, seperti dengan mengirimkan media tailing untuk penelitian, PTFI juga secara berkelanjutan bermitra dengan sejumlah institusi pendidikan lainnya, seperti Universitas Cendrawasih, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Lambung Mangkurat untuk melakukan berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan, mulai dari reklamasi, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di sekitar area tailing.
 
Hingga tahun 2020, PTFI telah mereklamasi lebih dari 1.000 Ha area tailing di Mimika, menjadikan area reklamasi ini sebagai ekosistem yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.

Melalui kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala, PTFI mencatat bahwa area reklamasi lahan tailing telah mampu menjadi ekosistem yang berfungsi bagi lebih dari 500 jenis tumbuhan, 116 jenis burung, 64 jenis kupu-kupu, 22 jenis reptil, serta 11 jenis mamalia yang hidup melalui proses suksesi alami.
 
Di bidang lainnya, penelitian yang dilakukan bersama berbagai perguruan tinggi juga telah meningkatkan pemanfaatan lahan bekas pengendapan tailing sebagai lahan peternakan dan perikanan, misalnya melalui upaya budidaya berbagai jenis ikan yang dapat mendukung kegiatan perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi PTFI di dataran rendah.

“Kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi akan terus kami lakukan agar upaya pelestarian lingkungan yang kami lakukan dapat dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya bagi lingkungan namun juga bagi masyarakat Mimika,” tutup Gesang (Ronald)

Top