Loisa Imingkawak Sukses Sebagai Pembawa Baki Upacara HUT RI 81 di Mimika
Loisa Gabriel Imingkawak bersama sang mama
MIMIKA, BM
Menjadi seorang pembawa baki bendera merah putih dalam even resmi kenegaraan seperti pengibaran sang merah putih di pusat pemerintahan (puspem) Kabupaten Mimika merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Seluruh mata terpusat pada pasukan pengibar bendera (Paskibra) ketika akan memasuki detik-detik pengibaran bendera nasional Indonesia ini tepat di Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 81 pada Senin (17/8/2026).
Cuaca pagi ini begitu bersahabat, seolah mendukung derap langkah Paskibra mengiringi prosesi pengibaran bendera merah putih.
Adalah Loisa Gabriela Imingkawak (16) bertugas sebagai pembawa baki pengibaran bendera merah putih. Dengan membawa baki ia menghampiri pemimpin upacara, Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dengan hati-hati ia menaiki tangga untuk menerima bendera dari Bupati JR, begitupun saat turun tangga. Senyum manis terus terpancar dari wajahnya untuk membawa baki hingga tiba di momen penaikan bendera.
Bersama tiga rekan lainnya yang bertugas, sang merah putih terbentang dengan gagah dan sukses berkibar di halaman puspem Mimika. Tepuk tangan yang hadir mengiringi derap langkah para Paskibra meninggalkan lapangan upacara.
Usai melaksanakan tugas, kepada BeritaMimika, Loisa Gabriel Imingkawak mengungkapkan perasaannya.
“Saya lega sekali karena kami semua sudah bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar. Saya merasa sangat bangga bisa menaikan bendera merah putih dengan lancar,” ungkapnya.
Loisa Imingkawak merupakan siswi dari SMA Advent Timika yang saat ini duduk di kelas XI. Putri asli Papua dari suku Damal ini terpilih melalui proses seleksi yang tak mudah.
“Saya ditunjuk dan banyak melewati tantangan sebelum terpilih, ada sekitar empat sampai delapan orang kandidat tapi saya yang terpilih. Terimakasih sudah mempercayakan saya sebagai pembawa baki,” katanya.
Loisa menuturkan persiapan yang dijalani memerlukan waktu satu bulan dan masa karantina selama satu minggu.
“Tantangannya seperti cara pegang baki, ditaruh satu balok bata dan langkah tegak. Naik tangganya juga harus sangat teliti dan hati-hati. Juga untuk ambil bendera harus pakai peti, jadi harus tahan karena itu berat. Jadi semua itu harus terbiasa,” imbuhnya.
Menurutnya pengibaran bendera merah putih pagi ini berjalan sukses karena tekad mau belajar dari kesalahan yang terjadi saat latihan dan persiapan yang matang.
“Semua lancar karena Tuhan menyertai kita. Saya berharap bisa jadi anak yang lebih baik, mencintai tanah air dan menjadi kebanggaan orang tua. Untuk anak muda Mimika, jangan terbawa arus pergaulan yang negatif tetapi banyak mengikuti kegiatan yang positif,” tandas Loisa.
Ditempat yang sama mama dari Loisa Imingkawak, Jenny Jacquelin juga mengungkapkan rasa bangga karena melihat putrinya secara langsung sukses mengemban tugas sebagai pembawa baki.
“Pastinya, kami sebagai orang tua sangat bangga sekali. Terimakasih sudah berusaha sejauh ini. Tentunya banyak tantangan. Mereka semua menghadapi hari-hari yang melelahkan tapi puji Tuhan penampilannya sangat memuaskan. Itu semua berkat Tuhan,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)













