Pendidikan

Kunjungi Polsek, Anak-anak Dikenali Tugas-tugas Polisi

Terlihat anak-anak sekolah minggu dari Gereja Protestan Indonesia di Papua Klasis Mimika Jemaat Tiberias nampak serius mendengarkan pembekalan dari anggota Polsek Miru.

MIMIKA, BM

Anak-anak sekolah minggu dari Gereja Protestan Indonesia di Papua Klasis Mimika Jemaat Tiberias mengunjungi Polsek Mimika Baru Minggu kemarin (27/10/2024).

Kedatangan anak-anak ini didampingi pengurus persekutuan anak dan remaja jemaat Tiberias Timika.

Kegiatan yang dikemas dalam Darmawisata berbentuk edukasi ini dengan maksud untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada Polisi dengan memperkenalkan tugas dan profesi Polisi.

"Kegiatan ini sangat positif dan baik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa untuk dapat lebih memahami dan mengerti tentang Profesi Polisi," ungkap Kapolsek Miru AKP J J Limbong, SH, Senin (28/10/2024).

Dengan memberikan edukasi bagi anak-anak sekolah minggu, Kapolsek berharap kedepannya hal ini terus dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian bagi anak-anak generasi penerus bangsa.

"Terima kasih kepada pihak Gereja Tiberias Timika atas kepercayaannya kepada kami dalam memberikan edukasi kepada anak-anak,"ucap AKP Limbong.

Perlu diketahui selain diperkenalkan tugas-tugas polisi, anak-anak sekolah minggu dalam juga mendapatkan pembekalan secara teknis fungsi Kepolisian dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan pentingnya menjaga etika dalam berlalu lintas.

Serta tentang ketentuan hukum atau pidana dalam pelanggaran berlalu lintas sesuai perundang-undangan yang berlaku yakni Undang-undang nomor 22 tahun 2009.

Hal lainnya juga anak-anak dituntut untuk lebih peka dan mawas diri dengan tantangan kedepannya, terlebih untuk menjauhi hal-hal yang dapat merusak atau membayakan jiwa seperti penggunaan zat adiktif, lem Aibon, rokok sintetis maupun narkoba, pergaulan bebas dan lainnya.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, anak-anak juga diberikan himbauan untuk tidak bermain meriam spiritus, hal ini dikarenakan sangat membahayakan bagi diri maupun orang lain serta mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

Disisi lain, anak-anak juga diberikan pemahaman tentang pengenalan lingkungan Mako Polsek Miru serta fasilitasnya.(Ignasius Istanto)

Terkait Tawuran Pelajar, Kapolres Mimika : Harus Ada Koordinasi Dari Sekolah dan Dinas untuk Pencegahan


Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha.

MIMIKA, BM

Tawuran antar pelajar yang terjadi berapa hari ini dinilai masyarakat sangat meresahkan, pasalnya para pelajar harus fokus untuk pendidikan bukan menguji kekuatan atau mau menguji kehebatan.

Menanggapi adanya aksi tawuran antar pelajar, Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha berharap dari pihak Sekolah atau dari Dinas Pendidikan harus berkoordinasi dengan kepolisian.

"Minimal sekolah yang bersangkutan memberikan surat permintaan resmi ke kita dan kita bisa jaga sekolah. Kita juga bisa berikan edukasi yang baik buat pelajar agar tidak tawuran,"ujarnya.

Selain Sekolah, Dinas Pendidikan juga harus berkoordinasi dengan kepolisian supaya bersama-sama lakukan sharing atasi tawuran.

"Tawuran pelajar itukan dampaknya besar dan itu dikategorikan kenakalan remaja yang kelewatan. Tugas orangtua itu mendidik anak-anak di rumah dan tugas guru itu yang memberikan edukasi pendidikan di jam sekolah,"kata Kapolres.

Menurut Kapolres, koordinasi itu sangat perlu dilakukan mengingat tawuran inikan bukan satu sekolah tapi antar sekolah dan ini membahayakan gangguan kamtibmas secara keseluruhan diwilayah itu.

"Dan kalau pulang juga nanti mengganggu lagi diwilayah mereka masing-masing, hal seperti ini dampaknya akan berkelanjutan. Setidaknya kepala dinas mengundang kita rapat untuk bagaimana mencegah agar tidak terjadi lagi tawuran,"ujar AKBP I Komang. (Ignasius Istanto)

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, SATP Gelar Berbagai Lomba

Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro Membuka Kegiatan Ditandai Dengan Pemukupan Tifa

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati bulan bahasa yang jatuh pada tanggal 28 Oktober sekaligus peringatan Sumpah Pemuda, Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar berbagai lomba tingkat SD dan SMP se Kabupaten Mimika.

Adapun tema yang diusung "Bersama Majukan Indonesia" dan sub tema "Cintai Budaya Lokal di Era Digital Melalui Seni dan Bahasa".

Lomba ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro ditandai pemukulan tifa, Rabu (16/10/2024).

Untuk diketahui, perlombaan yang digelar antara lain, tutur cerita, musikalisasi puisi, melukis, lomba solo vokal dan speech contest yang akan berlangsung hingga tanggal 18 Oktober mendatang.

Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.

Tujuan dari lomba ini untuk meningkatkan cara berpikir atau juga memberikan pengetahuan yang lebih baik lagi terkait dengan budaya-budaya yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Mimika.

"Saya senang di hari ini dari jumlah 22 SD dan 25 SMP yang terlibat di dalam kegiatan lomba ini, anak-anak berbusana Papua walaupun dia adalah kulit putih, rambut lurus tapi dia sudah menyatu dan mencintai budaya yang ada di Kabupaten Mimika,"kata Ifa.

Menurutnya, ini satu hal yang luar biasa karena anak-anak menjadi lebih paham bahwa mereka ada di lingkungan mana dan mereka harus belajar tentang budaya walaupun mereka punya budaya di daerah mereka.

Namun, karena tinggal di Kabupaten Mimika maka siswa harus juga mencintai dan tahu akan budaya dan tradisi yang ada di Kabupaten Mimika terutama budaya Amungme dan Kamoro.

"Banyak kegiatan yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dari pada anak-anak ini yang sudah sering di SATP lakukan. Jadi saya pikir di SATP tetap mereka meningkatkan pendidikan secara profesional itu kepada anak-anak dengan segala macam kegiatan yang mereka libatkan agar mereka punya perkembangan dari pada pendidikan ini memang betul-betul baik," jelasnya.

Ia berharap, agar tetap meningkatkan kualitas dari pada etika dan attitude anak-anak karena pendidikan itu harus seimbang. Dengan demikian menurutnya anak-anak bukan lagi dibilang bahwa ada rotan akarpun jadi, tapi harus rotan ya rotan, akar ya akar.

"Kami harap anak-anak kita ini orang akan melihat karena kemampuan berdasarkan diri sendiri, attitude dan profesional ataupun kemampuan mereka dalam diri masing-masing jadi tidak dinilai lagi karena suku tapi karena kualitasnya dia sehingga dia duduk di situ,"ungkapnya.

Sementara, Kepala Perwakilan Yayasan Pendidikan Lokon, Andreas Ndityomas mengatakan, kegiatan ini untuk melihat minat bakat siswa.

“Kalau Bulan Mei itu lebih pada Olimpiade sains, kalau bulan Agustus itu lebih pada perayaan kemerdekaan, kalau bulan Oktober sebagai bulan bahasa,” ujarnya.

Namun, semua itu bukan hanya di SATP saja tetapi juga mengajak seluruh sekolah dasar maupun SMP supaya benar-benar berjuang bersama.

"Ini bukan perjuangan seseorang atau sebuah lembaga tapi melalui YPMAK pengelola dana kemitraan PT Freeport kita menggerakkan sebuah sistem pendidikan Kurikulum nasional yang mengakar pada budaya, kultur, kearifan lokal Papua yang betul-betul hidup yang bisa memajukan kesejahteraan generasi muda SDM Papua untuk Indonesia dan dunia,"pungkasnya.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SATP Timika Johana Tnunay mengatakan, kegiatan ini merupakan program unggulan tetap untuk menanamkan sikap nasionalisme kepada anak-anak di SATP, tetapi, pada tahun 2024 ini dibuka untuk umum.

“Sebenarnya ini program rutin unggulan kami internal saja, tapi saat ini saya mencoba untuk membuka untuk umum agar bersama teman-teman sekolah lain melihat dan mewujudkan pendidikan bermutu, dimana tidak hanya akademik tetapi non akademik juga untuk mengembangkan potensi anak didik,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Top