Pendidikan

Emanuel Kemong : Selamat Hari Anak Nasional, Orangtua dan Pendidikan Adalah Kunci Masa Depan Anak


Emanuel Kemong, pemerhati pendidikan anak-anak Mimika dan juga Calon Wakil Bupati Mimika

MIMIKA, BM

Anak-anak Indonesia secara khusus pada hari ini merayakan hari jadi mereka yakni Hari Anak Nasional yang selalu diperingati tiap tanggal 23 Juli.

Sehubungan dengan momen ini, salah satu tokoh inspirasi dan pemerhati pendidikan anak-anak di Mimika, Emanuel Kemong, secara pribadi dan mewakili seluruh Orang Tua menyampaikan dan mengucapkan selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak-anak terutama buat anak-anak Papua.

"Secara khusus bagi anak-anakku di Mimika, dengan momen ini kedepan kita harus mampu jadi orang yang berguna baik bagi diri sendiri, orang tua, bagi Papua dan Indonesia," ujarnya kepada BM di Jalan Samratulangi, Selasa (23/07/2024).

"Semoga kalian berkembang menjadi penerus cita-cita orang tua, para leluhur bangsa, negara dan mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang perlu dikembangkan untuk hidup sehari-hari dan masa depan kalian," ungkapnya.

Kepada semua orang tua ia juga berpesan bahwa tanggung jawab orang tua bukan hanya sekedar melahirkan anak. Tanggung jawab orangtua lebih daripada itu.

"Bantu anak-anak kita, bimbing mereka, awasi agar mereka jadi manusia yang dewasa, jadi anak yang memiliki tanggung jawab, berkarakter dan berkomitmen sehingga mereka mampu memiliki daya saing dan juang, berkompetisi dan mampu mengimbangi irama-irama perkembangan dengan yang lain,” pesannya.

Emanuel Kemong yang juga merupakan Calon Wakil Bupati Mimika yang berpasangan dengan Johannes Rettob (JOEL) mengungkapkan bahwa keberhasilan seorang anak ada di tangan orangtua.

"Kalau orang tua lemah maka anak-anak kita juga akan lemah. Mereka adalah titipan Tuhan yang terindah buat kita dalam kehidupan ini," ujarnya.

Emanuel Kemong yang pernah menjabat sebagai direktur LPMAK, juga mengingatkan semua orang tua bahwa kunci utama dari keberhasilan anak di masa depan adalah pendidikan.

"Sekolah adalah sarana agar mereka mampu menjadi dewasa. Dewasa dalam ruang lingkup yang luas. Jaminan masa depan mereka semua hanya melalui pendidikan. Hanya dengan cara itu kita bisa buat mereka jadi manusia," ungkapnya.

"Sekali lagi selamat hari Anak Nasional, Tuhan memberkati kalian semua anak-anakku tercinta," ujarnya. (Ronald Renwarin)

10 Siswa SATP Mimika Tampil di Broadway Mainstage Finale Showcase

Foto bersama para siswa

MIMIKA, BM

10 murid Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) tampil dalam Broadway Mainstage Finale Showcase 2024 yang diselenggarakan oleh Camp Broadway Indonesia (CBI) di Teater Salihara, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Usai mengikuti kegiatan, 10 siswa tersebut kembali ke Timika, Selasa (2/7/2024).

Kedatangan 10 siswa tersebut di Bandar Udara Mozes Kilangan PTFI disambut langsung Kepala Sekolah SATP, Johana Tnunay, guru dan orang tua.

Kepala Sekolah, Johana Tnunay mengatakan, Broadway Mainstage Finale Showcase adalah program dari Freeport yang melihat ada potensi, bakat dan minat anak-anak sehingga ada kerja sama dengan broadway ini.

"Dari sekian banyak anak terpilihlah 10 anak yang sudah tampil di sana (Jakarta-red) dan sekarang telah kembali ini,"kata Johana.

Broadway ini adalah bagian pengembangan program ekstrakurikuler yang ada di Taruna Papua dalam bidang akting, musik dan lainnya.

"Ini merupakan program unggulan kami untuk Go Public. Jadi, sudah melihat anak-anak ke lebih luas lagi. Jadi prinsip dasar dari kami tentunya berterima kasih untuk YPAMK yang selalu mensupport YPL sebagai mitra untuk sama-sama mengelola dana kemitraan PTFI," jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana meluncurkan kegiatan ekstrakurikuler non-akademik baru pada Oktober mendatang yang akan difokuskan pada kegiatan seni dan budaya.

Program ini akan melengkapi program akademik yang mencakup partisipasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten.

“Kami terus mencari peluang untuk menampilkan talenta murid-murid kami di panggung yang lebih luas. Kami berterima kasih kepada PTFI, YPMAK, dan YPL atas dukungan yang memungkinkan anak-anak dari suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya untuk terus berkembang,”ungkapnya.

Kepala UPT Kesenian SATP, Angga Rumande mengatakan, 10 anak SATP ini bersama 20 anak di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan ini. Walau partner anak-anak ini berasal dari sekolah Internasional tidak membuat semangat siswa SATP luntur.

Angga menjelaskan, program Broadway ini adalah seni pentas. 10 anak ini berhasil membawakan seni pentas dalam full bahasa Inggris. Penampilan mereka tidak canggung atau tidak berbeda dari anak-anak dari sekolah Internasional.

"Anak-anak kami menampilkan seni pentas dari cerita film anak-anak populer “Shrek". Untuk pertunjukkannya satu hari saja," jelas Angga.

Angga mengaku, proses latihan hanya lima hari. Dirinya pun kaget sebab skrip full dalam bahasa Inggris, namun siswa SATP tidak mengalami kendala bahkan mereka bisa menampilkan dengan terbaik.

Ia mengatakan, penampilan yang ditampilkan ini akan dilihat yang mempunyai potensi besar dan dipersiapkan tampil di Broadway Internasional di New York.

"Nanti ada tim dari New York akan menyeleksi. Jadi penampilan ini langsung menjadi ajang seleksi," pungkasnya. (Shanty Sang)

Dana BOS 2024 SMAN 1 Mimika Naik, Penerimaan Siswa Justru Menurun

      Kepala Sekolah SMAN 1 Mimika, Matheus Mamo

MIMIKA, BM

SMA Negeri 1 Kabupaten Mimika menerima Dana Bantuan Operasional (BOS) sebesar 3,1 Milyar untuk tahun 2024.

Kepada BeritaMimika melalui saluran telepon, Sabtu (22/6/2024), Kepala Sekolah SMAN 1 Mimika, Matheus Mamo mengatakan tahun 2024 Dana BOS yang diterima mengalami kenaikan.

“Iya naik dan itu kami gunakan untuk kegiatan belajar mengajar, alat tulis kantor (atk), perbaikan sarana prasarana sekolah, cleaning service, satpam, pengembangan potensi guru dan kegiatan esktarkulikuler,” tuturnya.

Matheus yang akan pensiun pada 25 Juli nanti berharap melalui dana BOS ini dapat meningkatkan kompetensi guru terutama dalam lumeral dan literasi karena masih mendapatkan rapor merah.

“29 tahun saya mengabdi, sebelum pensiun yang perlu untuk kedepan adalah dibentuknya komunitas belajar (kombel) siswa. Itu yang mau diterapkan di kurikulum merdeka belajar. Itu sangat penting,” imbuhnya.

Dikatakan untuk penerimaan siswa di tahun 2024, SMAN 1 Mimika hanya menerima 320 siswa yang sebelumnya bisa mencapai 500 siswa.

“Iya , itu arahan dari dinas. 320 siswa itu 70 persen zonasi, 15 persen afirmasi, 10 persen prestasi, dan ikut perpindahan orang tua ada 5 persen. Kami hanya terima 10 kelas, jadi dalam satu kelas 32 siswa,” jelasnya.

Sementara untuk siswa yang lulus pada tahun 2024 ini berjumlah 496 siswa.

“Banyak anak-anak yang lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” tandasnya.

Sekolah ini terus mencetak generasi muda yang berprestasi dan mampu bersaing baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional salah satunya adalah Fernando Aliljaman yang berhasil ke tingkat nasional sebagai Paskibraka mewakili provinsi Papua. (Elfrida Sijabat)

Top