Pendidikan

Dua Kelas SD Santa Maria Lakukan Outing Class di Pizza Hut Timika

Para murid kelas 1B Santa Maria didampingi ibu guru mengabadikan momen di pelataran Pizza Hut Timika

MIMIKA, BM

Sekolah Dasar (SD) Santa Maria Timika melakukan kegiatan Outing Class ke Pizza HUT Timika pada Kamis (14/3/2024).

Outing Class ini diikuti oleh dua kelas yakni kelas IB dan kelas IA SD Santa Maria yang dilakukan secara terpisah. Kelas 1B dimulai pukul 09.00 Wit sementara kelas 1A pukul 11.30 Wit.

Pada giat ini, khususnya anak-anak kelas IB SD Santa Maria yang terpantau BeritaMimika, mereka dikenalkan bagaimana membuat Pizza Hut dengan beragam bahan.

Didampingi karyawan Pizza Hut yakni Alwi, Indah dan Noris, anak-anak ini terlihat sangat antusias dan bahagia mengikuti giat tersebut dari awal hingga akhir.

Raut kebahagaiaaan sudah sangat terasa ketika mereka dipersiapkan untuk masuk dalam ruangan Pizza Hut khususnya bagian dapur.

Mereka secara berkelompok diajarkan membuat pizza hut secara profesional menggunakan bahan-bahan seperti sosis sapi, sosis ayam, beaf topping, beff burger, keju mozzarella hingga menggunakan saos universal.

Tidak hanya itu, pihak Pizza Hut Timika juga menyediakan permainan puzzle dan menggambar bagi anak-anak sembari menunggu giliran mereka membuat pizza hut.

Pada intinya, kegiatan outing class tadi pagi memberikan kebahagiaan lebih pada anak-anak.

Mereka seakan menemukan hal baru yang tidak hanya dikemas dalam bentuk belajar namun juga bermain dengan suasana baru yang menyenangkan.

Kepada BeritaMimika, Wali Kelas Ibu Johana Batcori menjelaskan bahwa Outing Class dan kerja proyek dilakukan untuk menggantikan ulangan tengah semester yang tidak dilakukan di semester ini namun sudah di laksanakan di tahun ajaran sebelumnya.

"Semester-semester sebelumnya kita lakukan Ujian Tengah Semester. Tapi untuk kurikulum baru (merdeka) ini, tidak lagi secara tulisan tapi langsung praktek seperti outing class ini. Jadi diganti," ujarnya.

Ia mengatakan tujuan outing class dilakukan agar anak-anak dilatih mandiri dan bisa mengembangkan pengetahuan serta dapat melakukan hal baru selain dalam kelas (pelajaran).

"Agar agar anak-anak bisa membaur dan beradaptasi dengan dunia luar dan tidak hanya belajar saja di sekolah. Ini merupakan bagian dari program kurikulum merdeka," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa sekolahnya saat ini sedang beradaptasi dengan perubahan kurikulum K13 menjadi kurikulum merdeka.

"Di tahun pelajaran ini kita tidak sepenuhnya menggunakan kurikulum merdeka namum kita adopsi sedikit (penyesuaian) dari kurikulum merdeka. Nanti di tahun ajaran baru kita sepenuhnya menggunakan kurikulum merdeka," ungkapnya.

Sementara itu, Shift Manager Pizza Hut Timika, Abdul Hakim Dimar, via telepon malam ini mengatakan kepada BeritaMimika bahwa anak-anak sangat antusias mengikuti outing class di tempatnya.

"Mereka sangat bahagia dan ini merupakan kunjungan kedua dari Sekolah Santa Maria ke Pizza Hut. Kami juga sangat senang dengan adanya kunjungan ini," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa manajemen Pizza Hut Timika sangat terbuka bagi sekolah TK dan SD yang mau mengunjungi dan belajar di tempatnya.

Menurutnya selain Santa Maria, ada juga beberapa sekolah lainnya yang juga melakukan kunjungan serupa ke Pizza Hut Timika.

"Kami sangat terbuka dan mendukung pihak sekolah untuk pembelajaran seperti ini terutama bagi anak TK dan SD," ujarnya.

"Harapannya, anak-anak ini bisa mandiri ke depan, bisa berinteraksi secara sosial terutama dengan industri makanan sehingga mereka juga mengenal kuliner yang ada dan bisa beradaptasi dengan lingkungan luar sekolah," ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Cara Keren SD Santa Maria Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Market Day

Para siswa nampak antusias menjual barang dagangannya

MIMIKA, BM

Ada pemandangan yang berbeda ketika pengambilan raport para siswa di Sekolah Santa Maria pada Sabtu (16/12/2023).

Nampak siswa-siswa kelas satu hingga tiga menjajakan makanan dan minuman mereka di depan kelas.

Sekolah Santa Maria khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) menggelar Market Day, dimana anak-anak sedari dini diajarkan untuk berwirausaha.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepada BeritaMimika Kepala Sekolah SD Santa Maria, Huberta Rumangun mengatakan kegiatan Market Day merupakan bagian dari kurikulum merdeka belajar.

“Kami belum sepenuhnya menggunakannya, masih 2013. Akan tetapi, kami sudah mengadopsinya di sekolah. Salah satunya adalah Market Day yang merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),” katanya.

Lanjutnya, kurikulum ini sudah berjalan tiga tema yakni bangun jiwa dan raga, bhineka tunggal ika dan kewirausahaan.

“Disitulah kami padukan semua dalam proses, terakhir itu ada Market Day, jadi lebih mengarah kewirausahaan. Hal ini sekaligus membangun dalam diri anak-anak lebih jujur, mandiri dan bertanggungjawab. Jadi, dari proses jual beli bisa melatih mereka menghitung dan bersosialisasi dengan orang lain,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, orang tua turut dilibatkan mengingat para siswa kelas satu hingga tiga merupakan kelas kecil sehingga masih memerlukan bimbingan orang tua dalam proses pembuatan makanan dan minuman.

“Kami mau mereka buat dan menjual sendiri namun mengingat ini kelas kecil, kelas besar yang membeli. Pastinya, ada bantuan dari orang tua untuk pengolahan dan pengemasan, sebagai proses pembelajaran agar anak-anak dari rumah tahu proses pembuatan kuenya,” terangnya.

Kepsek Bertha menuturkan melalui program P5 dapat membangun inovasi untuk membuat apa saja baik makanan, minuman maupun kerajinan seperti anting, gelang atau tempat sampah dari tutup minuman botol bekas.

“Saya dan para guru berharap orang tua mendukung sehingga kita tetap continue  (berlanjut-red) melakukan kegiatan seperti ini. Saat ini kita masih bergerak di Market Day, mungkin kedepan bisa lebih besar dan bukan hanya di lingkungan sekolah tetapi bisa muncul diluar sana, sehingga anak-anak bisa lebih bersosialisasi dengan banyak orang,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

UKW Angkatan I di Mimika Resmi Digelar, Didukung Penuh Oleh Pemkab Mimika

Foto bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Anace Hombore bersama Kabesbangpol Yan S. Purba, perwakilan Kejari Mimika dan TNI beserta Tim penguji PWI pusat bersama Ketua PWI Papua dan Plt Papua Tengah

MIMIKA, BM

Sebanyak 34 orang wartawan yang ada di Kabupaten Mimika mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I yang dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak Rabu (13/12/2023) hingga Kamis (14/12/2023) di Ballroom Hotel Cartenz.

Dari jumlah tersebut, untuk jenjang muda diikuti oleh 21 orang yang dibagi menjadi empat kelas.

Kemudian, jenjang Madya diikuti 8 orang yang dibagi menjadi dua kelas dan jenjang utama diikuti 5 orang.

Ketua Panitia Selviani Bu’tu mengatakan UKW merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh wartawan sehingga hal ini yang mendorong untuk dibentuknya kepanitiaan.

“Untuk pendanaan atau pembiayaan sepenuhnya disupport oleh pemerintah Kabupaten Mimika, dalam hal ini melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Jadi kami ucapkan terimakasih kepada pak Kaban (Kepala Badan-red) sehingga kegiatan kita bisa terlaksana,” katanya singkat.

Mewakili pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Anace Hombore menuturkan UKW bukan hanya sekedar proses evaluasi, tetapi juga merupakan pijakan fundamental dalam membangun jurnalisme yang berintegritas dan bermanfaat.

“Melalui uji kompetensi ini kita dapat merangkul masa depan yang lebih cerah bagi profesi jurnalistik di tanah air khususnya di Kabupaten Mimika,” ucapnya.

Lanjutnya, Pers memiliki peran dan fungsi mewujudkan kemerdekaan pers untuk mewujudkan kedaulatan rakyat Indonesia dan pers yang profesional tidak lepas dari visi dan misinya membangun Indonesia.

“Uji kompetensi merupakan alat untuk mendorong profesionalisme yang konsisten di kalangan wartawan dengan menjalankan uji kompetensi secara berkala. Wartawan diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaannya mengikuti perkembangan etika dan standar jurnalistik terkini,” imbuhnya.

Ia menambahkan dalam konteks kemerdekaan pers, UKW memegang peranan penting dalam memastikan bahwa informasi yang disajikan kepada publik adalah akurat, berimbang dan tidak berat sebelah sehingga masyarakat dapat merasa lebih yakin dan percaya akan informasi yang disampaikan oleh wartawan.

“Saya menilai pers merupakan bagian terpenting dalam proses pembangunan di Kabupaten Mimika, tanpa pers pembangunan ini tidak bisa tersampaikan,” ujar Anace.

Sementara itu, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, M Noeh Hatumena mengatakan atas nama pengurus PWI pusat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Mimika dan Bakesbangpol atas terselenggaranya UKW ini.

“Dalam penyelenggaraan ini peserta yang ikut lebih kurang 30, tetapi memang ada yang absen dan mudah-mudahan mereka semuanya yang mengikuti uji kompetensi angkatan I dan diselenggarakan di ujung tahun ini mereka semua lulus. Doa kita mengiringi itu. Dengan demikian berarti sebuah prestasi besar untuk Kabupaen Mimika, Provinsi Papua Tengah,” tandasnya.

Pelaksanaan UKW hari pertama baik untuk jenjang muda, madya dan utama, para wartawan, redaktur dan pemimpin redaksi (pemred)  mengikuti serangkaian kegiatan yang diuji oleh para penguji yang berkompeten di bidangnya dan menghadirkan nara sumber Kasie Humas Polres Mimika, Ipda Hempy Ona. (Elfrida Sijabat)

Top