Hingga Mei Penyerapan Masih Rendah, Wabup Mimika Minta OPD Segera Realisasi Program Prioritas
Suasana apel pagi di puspem Mimika
MIMIKA, BM
Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Emanuel Kemong meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera merealisasikan program prioritas agar tidak terjadi backlog di triwulan berikutnya.
Imbauan itu disampaikan menyusul rendahnya penyerapan APBD Kabupaten Mimika hingga pertengahan Mei 2026.
“Penyerapan kita masih rendah, ini harus jadi perhatian semua OPD, program di tahun ini yang sudah direncanakan segera dijalankan,”kata Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (18/5/2026).
Wabup juga meminta untuk setiap OPD memantau jalannya program, sehingga alokasi dana yang telah ditetapkan dapat digunakan sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
Ia juga menyampaikan ke depan setiap pimpinan OPD akan menyampaikan laporannya melalui rapat-rapat evaluasi.
“Setiap pimpinan OPD juga harus memantau penggunaan alokasi dana yang telah disiapkan. Saya harap ini menjadi perhatian untuk kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa mengungkapkan bahwa hingga bulan Mei 2026 ini, penyerapan APBD Mimika baru mencapai 11,38 persen atau sebesar Rp 560 Miliar dari total APBD Rp 5,6 Triliun.
Marthen menjelaskan, sebagian besar realisasi anggaran masih didominasi belanja operasional, sedangkan belanja modal belum berjalan optimal karena banyak kegiatan masih berada pada tahap pelelangan.
"Sebagian besar itu belanja operasioanal. Belanja modal masih dalam proses tahap pelelangan. Jadi kan terkontrak dulu baru bisa dibayarkan uang muka," ujar Marthen.
Menurutnya, rolling jabatan bukan penyebab rendahnya realisasi. Ia menyebut, seluruh pejabat sudah bekerja setelah dirolling, meskipun masih berproses menyesuaikan diri dalam menjalankan tugas.
Ia mengakui realisasi APBD tahun ini berjalan lumayan lambat. Oleh sebab itu, seluruh OPD diharapkan bekerja lebih maksimal agar ketertinggalan dapat segera dikejar.
"Memang agak lambat, sarannya mungkin kepada pimpinan OPD agar bekerja secara optimal, mengejar keterlambatan-keterlambatan kita karena kita sudah mau memasuki di semester dua," pungkasnya. (Shanty Sang)






















