Diskominfo Mimika Pasang 25 BTS di Pedalaman dan Vsat di 2 Kampung
Kadis Kominfo Mimika, Hilar Limbong Allo
MIMIKA, BM
Untuk mempermudah akses komunikasi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membantu pembangunan
Dari 30 Base Transceiver Station (BTS) yang diminta Diskominfo Mimika kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang disetujui adalah 25 BTS.
Menurut Kadis Kominfo Mimika, Hilar Limbong Allo, 5 unit BTS lainnya akan dikerjakan oleh operator seluler.
"Material untuk pembangunan BTS sudah dikirim ke dua kampung yakni di Mimika Barat Tengah dan Jita. Jadi alat itu mereka sudah turun ke kampung. Yang jelas bahwa untuk tahun ini mereka siap untuk 25 BTS," ungkapnya saat ditemui, Rabu (9/11/2022).
Hilar mengatakan, pembangunan BTS tingginya 18 meter dan tidak sama dengan BTS yang ada di kota, serta jangkauanya pun tidak bisa terlalu jauh sehingga BTS ditempatkan di tengah kampung.
Ia mengatakan, bahwa jika sudah selesai dibangun, untuk sementara pengelolaan BTS menjadi tanggungjawab Kemenkominfo hingga tahun 2024.
"Setelah itu barulah akan dihibahkan ke kami. Itu kan tinggal menambah sewa bandwidth, jadi sewa bandwidth sama dengan pulsa data. Kapasitasnya hanya 8 mbps," ujarnya.
"Jadi kalau penggunanya hanya 100 orang kebawah masih bisa tapi kalau sudah 100 orang keatas maka akan loading atau kecepatannya akan berkurang," jelas Hilar.
Mengingat kapasitasnya hanya 8 mpbs maka kedepan, Diskominfo akan mengalokasikan anggaran guna untuk meningkatkan kapasitasnya.
Ia juga mengatakan sejumlah alat yang sudah siap yakni di Kampung Mapuruka, Uta, Wumuka, Noema, Wenim, Aindua, Umar, dan Kampung Yapakopa.
Selain pemasangan BTS Diskominfo Mimika juga juga akan memasang fasilitas internet menggunakan Vsat di distrik yang tidak tercover BTS dari Kemenkominfo.
"Kedepan juga saya akan pasang Vsat dan ini hanya isi pulsa saja. Jadi Vsat ini kalau habis pulsanya maka akan stop dengan sendirinya," Kata Hilar.
Ia mengatakan, tahun ini Diskominfo memasang di Amar 5 unit Vsat dan Manasari 1 unit Vsat dan pemasangan ini menggunakan dana Otsus.
"Di Manasari untuk Vsat sudah on. Vsat ini hanya untuk di area kampung itu saja. Dengan adanya Otsus ini kami berharap tahun depan bisa menambah lagi. Kalau kami mendapat dukungan dana maka kami akan memasang di semua kampung," terangnya.
Menurutnya hal ini juga dapat digunakan OPD lain semisal pendidikan karena biayanya tidak mahal dan bisa dipasang di sekolah. Walau demikian, kendala saat ini adalah biaya transportasi ke kampung.
"Di Amar dan Manasari yang gunakan Vsat itu kami sewa bandwidth dan di Manasari audah on. Kepala distrik sudah melakukan percobaan langsung melalui video call dengan Plt bupati," Ungkapnya. (Shanty Sang)
































