Politik & Pemerintahan

Dispencapil Mimika Gelar Bimtek SIAK Terpusat Bagi Distrik Mimika Barat, Mimika Tengah dan Kelurahan


Kadis Dispencapil Mimika, Slamet Sutejo saat memberikan pengarahan kepada para peserta

MIMIKA, BM

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispencapil) Mimika menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat bagi Distrik Mimika Barat, Distrik Mimika Tengah dan Kelurahan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima, Kamis (3/11/2022) dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Petrus Koten.

Dalam sambutannya, Petrus Koten mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Dispencapil karena merupakan langkah positif yang nyata dalam mensinergikan berbagai informasi perkembangan pembangunan khususnya terkait pelayanan administrasi di Mimika.

Menurutnya, hal ini selaras dengan berjalannya pembangunan, yang bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sebagai pengamalan pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik 1945.

Dikatakan Koten, kependudukan pada seluruh dimensinya menjadi salah satu titik sentral pembangunan yang berkelanjutan, yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk tertib penyelenggaraan kependudukan.

"Dengan kata lain, tepat guna, dan tepat sasaran, yang dapat memberikan aksesibilitas kepada masyarakat terhadap seluruh layanan publik baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta," jelasnya.

Petrus mengatakan, sedemikian pentingnya memastikan terwujudnya ketertiban dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan, maka tidak mengherankan jika dalam prosesnya terus menerus dilakukan pembaharuan dalam pengelolaannya untuk mendukung keberhasilan pembangunan.

Terutama untuk mendukung 3 program strategis nasional bidang kependudukan yakni efektivitas pelayanan publik, peningkatan keamanan negara serta efektivitas perencanaan pembangunan.

"Melihat betapa urgennya tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat, maka saya mengajak seluruh jajaran Dispencapil, para kasubag Paten kecamatan, admin kelurahan maupun seluruh jajaran yang terkait untuk mensukseskan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan di Mmika," harapnya.

Kepala Dispencapil Slamet Sutejo mengatakan, kegiatan ini merupakan Bimtek SIAK terpusat. Untuk program Paten di tahun depan akan dilakukan di Distrik Mimika Barat di Kokonao dan Mimika Tengah di Atuka.

"Kita buat di sana karena secara infrastruktur di sana yang lebih lengkap yakni dengan jaringan 4G dan listrik juga menyala. Jadi ini kita latih dari kelurahan dan operator juga distrik," jelas Slamet.

Katanya, setelah semua terkoneksi antara Dukcapil dengan distrik di pedalaman maka selanjutnya akan menyasar kelurahan.

"Sehingga nantinya di kelurahan juga bisa mencetak Adminduk sendiri. Jadi diharapkan, 19 kelurahan ini bisa maksimal," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini bisa semakin meningkatkan pelayanan ke masyarakat, meningkatkan capaian perekaman, capaian dokumen kependudukan dan juga warga bisa gunakan data mereka untuk kepentingan lain," harapnya. (Shanty Sang)

Dukcapil Gelar Sosialisasi Adminduk Bagi OAP di Wilayah Distrik Kuala Kencana dan Iwaka

Foto bersama peserta kegiaan

MIMIKA, BM

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Administrasi Kependudukan maka diperlukan upaya serius dan berkelanjutan.

Salah satu yang dilakukan diantaranya adalah melakukan sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan.

Pada Rabu (2/11/2022) kemarin, Dinas Dukcapil Mimika secara khusus melakukan sosialisasi tersebut kepada Orang Asli Papua wilayah Distrik Kuala Kencana dan Distrik Iwaka.

Sosialisasi ini juga melibatkan aparat kampung dan kepala kampung di dua wilayah tersebut yang berlangsung di Kantor Distrik Kuala Kencana.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, sosialisasi data administrasi kependudukan dilakukan untuk kepentingan semua hal baik pelayanan publik maupun juga pengambilan kebijakan dari pemerintah.

"Kami tidak bosan-bosan mengupgrade database dan melayani masyarakat untuk semata-mata supaya data itu akurat dan valid sehingga bisa dipergunakan untuk kepentingan negara dan juga untuk kepentingan warga sendiri," ungkapnya.

Slamet mengatakan, jika data akurat dan valid maka berdampak juga pada pelayanan yang lancar di semua lini seperti bank, BPJS dan lainnya.

Menurutnya, selama ini pihaknya selalu intens turun ke lokasi namun bukan hanya sebatas melakukan pelayanan tetapi untuk sosialisasi seperti ini guna menyamakan persepsi tersebut.

"Yang lalu polanya cenderung datang melayani dan selesai urusannya. Jarang kami Dukcapil datang sosialisasi. Jadi, dengan program Paten di Gunung Mesir akhirnya warga Alama wudah 100 persen miliki dokumen kependudukan dan di Jila juga mungkin dalam minggu ini selesai, dan nanti Sabtu kami ke Potowayburu lagi," ungkapnya.

Katanya, sosialisasi seperti akan berlanjut dan mudah-mudahan mendekati agenda pemilu serentak 2024 data kependudukan semakin baik, begitupun dengan data pemilih.

Ia mengatakan, kalau nanti ditemukan ada data orang meninggal masih muncul maka segera dilaporkan supaya akan diterbitkan akta kematian dan datanya terhapus karena sudah meninggal.

"Jadi memang harus ada peran aktif warga khususnya aparat kampung dan distrik untuk mendorong sama-sama kami. Dengan begitu tanpa disadari maka database kependudukan ini akan semakin bagus," ujarnya.

"Pelayanan juga kita sudah dekatkan dengan masyarakat, baik online maupun loket. Artinya, kita sudah mudahkan jadi kita tinggal dorong jemput bola dan membangun persepsi satu kata untuk memperbarui data kependudukan yang semakin baik," terangnya.

Jadi, kata Slamet, kedepan tidak ada lagi perbedaan data kependudukan di kampung, KPU, BPS dan Dukcapil. Sehingga, memang semua harus simultan sama-sama geraknya.

"Nanti kan Desember sudah diserahkan DP4 ke KPU RI dan Kemendagri. Jadi diharapkan data kependudukan kita sudah aman dan valid semuanya," ujarnya. (Shanty Sang)

'SRIKANDI' Permudah Tata Kelola Kearsipan

Foto bersama para peserta kegiatan dengan Pi Sekda Mimika, Petrus Yumte

MIMIKA, BM

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mimika melaksanakan sosialisasi percepatan dan penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (2/11/2022) dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte.

Aplikasi SRIKANDI merupakan aplikasi pengelolaan arsip elektronik yang komprehensif dan terpadu yang dikembangkan oleh ANRI.

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte dalam sambutannya mengatakan, pentingnya arsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan terutama dalam perkembangan daerah saat ini.

Menurutnya, kearsipan memegang peranan yang sangat penting karena para penyelenggara pemerintahan ketika dihadapkan pada suatu persoalan, sementara hal tersebut telah lalu dan berlangsung lama, maka yang dilihat pertama kali adalah arsip dari berbagai proses penyelenggaran pemerintahan.

"Arsip yang tertib, baik dan tersusun dengan rapi tentu akan memudahkan kita dalam melihat dan meninjau kembali pekerjaan dan dokumen yang telah kita lakukan," Kata Petrus.

Oleh karena itu, arsip merupakan bukti outentik dalam kontes penyelenggaraan negara yakni bukan hanya dukungan terhadap kinerja organisasi, tetapi sebagai alat bukti dalam rangka penegakan hukum, dan menjadi sumber data bagi tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Menurutnya, arsip adalah hal yang sangat penting karena peranan arsip sebagai sumber informasi, pusat ingatan atau pengingat dan bahan bukti pertanggungjawaban terhadap generasi mendatang.

"Peran kearsipan bagi pemerintah daerah Mimika sangat penting, untuk itu melalui pengembangan aplikasi Srikandi sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis sesuai amanat percepatan dalam Perpres nomor 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintah berbasis elektronik,"tutur Yumte.

Dalam rangka penerapan implementasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi ini, maka diharapkan dapat memperlancar urusan kearsipan, agar lebih cepat dan sigap dalam proses pendataan.

OPD dilingkup Pemda Mimika diharapkan, dapat bekerjasama dengan baik, dan dengan tekad bersama lewat aplikasi Srikandi ini menjadi barometer dalam hal penyelenggaraan kearsipan di Mimika.

"Melaui pelatihan ini diharapkan pola pengelolaan arsip kita akan berubah dari menggunakan kertas menjadi berbasis elektronik, penyimpanan arsip yang awalnya disimpan di depo arsip menjadi penyimpanan didalam basis data dan pengiriman surat yang awalnya dilakukan secara manual menjadi secara elektronik,"ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan maksud kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan penerapan aplikasi dan memberikan pemahaman serta ketrampilan dalam operasional aplikasi.

Sedangkan, tujuan kegiatan ini adalah, mewujudkan arsip sebagai tulang punggung managemen pemerintah, meningkatkan integritas kebijakan kearsipan antara pusat dan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan komitmen bersama akan pentingnya arsip. (Shanty Sang)

Top